Benarkah Tepung Singkong Bisa untuk Padamkan Api? Ini Penjelasannya

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 5 menit 513x dilihat
Benarkah Tepung Singkong Bisa untuk Padamkan Api? Ini Penjelasannya
  1. Home
  2. Life
  3. Be Updates

Dimitrie Hardjo | Beautynesia

Kamis, 03 Sep 2026 17:15 WIB

Benarkah Tepung Singkong Bisa untuk Padamkan Api? Ini Penjelasannya...

Benarkah Tepung Singkong Bisa untuk Padamkan Api? Ini Penjelasannya.../ Foto: Pexels.com/Daniel Dan

Usai Presiden RI menyampaikan persetujuannya untuk menggunakan bahan berbasis tepung singkong sebagai pengganti pemadaman kebakaran rimba dan lahan, efektivitasnya ramai jadi bahan perbincangan. Pemadaman karhutla yang biasanya dilakukan menggunakan waterbombing memang efektif dalam memadamkan api, tapi gimana dengan penemuan satu ini?

Sejumlah penelitian sudah melakukan uji penggunaan tepung singkong untuk memadamkan api, Beauties. Berikut yang perlu Anda ketahui.

Penjelasan Menurut BRIN

Tepung singkong yang berpotensi bisa memadamkan api

Tepung singkong yang berpotensi bisa memadamkan api/ Foto: Pexels.com/Daniel Dan

Badan Risen dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan lebih lanjut mengenai efektivitas pemadaman api menggunakan tepung singkong setelah pernyataan presiden mengenai penggunaannya untuk memadamkan karhutla. Melalui situs resmi BRIN, Periset Kimia Molekuler BRIN Julinton menyampaikan bahwa penggunaan pati singkong dan teknologi pemadam telah mempunyai dasar ilmiah yang bisa dikembangkan lebih lanjut melalui rekayasa ilmiah dan formulasi. “Namun, formulasi, efektivitas, keselamatan, dan akibat lingkungannya tetap kudu divalidasi melalui pengetesan laboratorium dan lapangan secara terukur,” terangnya.

Pati singkong mempunyai struktur polisakarida yang kaya gugus hidroksil dan dapat dimodifikasi secara kimia untuk mengatur keahlian pembentukan film, viskositas, retensi air, serta interaksinya dengan komponen retardan. Dalam pengembangannya, pati singkong bakal dikombinasikan dengan ammonium polyphosphate (APP), air, dan wetting agent berkonsentrasi rendah.

“Bahan ini dirancang bekerja melalui beberapa sistem yang saling melengkapi. Air berfaedah menyerap panas dan menurunkan temperatur bahan bakar. Pati singkong termodifikasi membantu meningkatkan adhesi dan mempertahankan cairan lebih lama pada permukaan vegetasi, sementara wetting agent membantu cairan menyebar dan menembus bahan bakar vegetasi dengan lebih baik. APP kemudian memberikan sistem retardasi kimia ketika material menerima panas,” lanjut Julinton.

Mekanisme utama teknologi ini ialah pendinginan, peningkatan pembasahan dan retensi cairan, serta perubahan jalur dekomposisi termal bahan bakar vegetasi sehingga laju perambatan api berpotensi ditekan. Cairan retardan berbasis pati singkong–APP juga dapat dikembangkan secara taktis untuk aplikasi udara maupun darat.

Meski demikian, BRIN menerangkan pada kebakaran berintensitas tinggi, teknologi ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti seluruh metode pemadaman yang telah tersedia. CASSA-P dikembangkan terutama sebagai teknologi pendukung untuk respons awal, pengendalian penyebaran, perlindungan area strategis, dan pemadaman spot fire, yang tetap kudu terintegrasi dengan personel darat dan sistem pemadaman lainnya.

Inovasi SIPAR

Tepung singkong yang berpotensi bisa memadamkan api

Tepung singkong yang berpotensi bisa memadamkan api/ Foto: Pexels.com/Matheus Bertelli - 11949553456@

Terdapat pula penelitian yang sudah diuji coba pada 21 September 2024 berjudul “Inovasi Pemadam Api dari Kulit Singkong untuk Menunjang Keamanan Proses Produksi di UMKM Lumpia Jeng Nenny" oleh Vereline Abigael Widayat beserta tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang.

Melansir dari DetikKalimantan, penemuan yang dinamai SIPAR (Singkong APAR) itu dilatarbelakangi keresahan mitra UMKM bakal potensi kebakaran dari penggunaan kompor dan minyak panas. Tahapannya cukup sederhana:

  1. Pengupasan dan pengeringan: Limbah kulit singkong dikupas dan dijemur di bawah terik mentari menggunakan dasar terpal.
  2. Penggilingan: Kulit singkong yang sudah betul-betul kering kemudian digiling menggunakan mesin hingga menjadi serbuk halus.
  3. Pengisian tekanan: Bubuk dimasukkan ke dalam tabung APAR dan disuntikkan gas Hidrogen dengan tekanan mencapai 10-15 bar.

Demonstrasi SIPAR dalam pemadaman api terbukti sangat efektif dan ramah lingkungan lantaran dapat memadamkan api dalam hitungan detik tanpa banyak biaya.


Studi APAR

Dalam studi lainnya, ialah "Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong Sebagai Komplementer Dry Chemical Powder APAR" oleh Rais Abdillah Elvandi dari Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB University), memanfaatkan limbah pertanian untuk menekan tingkat ketergantungan pada bahan kimia sintetis pemadam api.

Studi eksperimental yang dilakukan pada Juli-Agustus 2024 itu melalui proses pengolahan meliputi tahapan pencucian kulit singkong, pengeringan di dalam mesin oven bersuhu 150°C, dan penggilingan hingga menjadi partikel bubuk. Lalu, serbuk organik tersebut diisi ke dalam tabung berkapasitas 3 kg, diberi tekanan nitrogen, kemudian disemprotkan pada api yang membakar media kertas di dalam sebuah tong.

Hasilnya terbagi atas komparasi berikut:

  1. Serbuk singkong murni (3 kg): Gagal menaklukkan titik api meski telah disemprotkan secara maraton selama lama 95 detik.
  2. Serbuk kimia murni (3 kg): Sangat efektif memadamkan api dalam waktu 18 detik saja.
    Rasio campuran 1:1: Mencampurkan masing-masing 1,5 kg bahan rupanya tetap kandas memadamkan api setelah 54 detik penyemprotan.
  3. Rasio campuran 2:1: Formulasi dua bagian serbuk singkong (2 kg) dan satu bagian kimia kering (1 kg) menjadi racikan paling ampuh.

Dari beberapa studi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa komponen singkong menyimpan potensi besar sebagai pemasok pemadam api yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan. Namun perlu digarisbawahi bahwa penelitian tetap dalam tahap uji coba penganan api dalam skala kecil. Penanganan dalam skala lebih besar seperti karhutla, sebagaimana disebutkan oleh BRIN, tetap memerlukan integrasi dengan metode pemadaman lainnya yang telah tersedia. Bagaimana menurut kamu, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini

Bagikan Postingan