Jakarta -
Benarkah tubuh Bunda pulih lebih lama saat melahirkan anak kedua? Ini sering dikeluhkan sejumlah Bunda ketika membandingkannya dengan pengalaman kelahiran pertama.
Pada anak kedua, tubuh jadi terasa lebih capek dan rasa nyerinya memperkuat lebih lama. Bahkan daya seperti sigap terkuras.
Hampir separuh dari ibu mengatakan butuh waktu lebih lama untuk pulih setelah melahirkan anak kedua daripada yang pertama.
Sebenarnya, ada banyak aspek yang memengaruhinya, mulai dari kondisi fisik, jarak kehamilan, hingga usia ibu saat hamil.
Apa yang terjadi pada tubuh setelah melahirkan?
Tubuh ibu setelah persalinan mengalami proses pemulihan secara besar-besaran. Rahim tentu perlahan menyusut kembali, hormon berubah drastis, dan jaringan yang meregang mulai kembali ke kondisi semula.
Masa pemulihan pascapersalinan alias postpartum menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) tidak hanya 6 minggu, tetapi bisa menyantap waktu berbulan-bulan tergantung kondisi masing-masing ibu.
Benarkah pemulihan melahirkan anak kedua lebih lama?
Melansir Function Smart, ibu yang baru melahirkan anak pertama merasa relatif lebih sigap dalam proses pemulihan. Memang, pemulihan memerlukan waktu, tapi Bunda mungkin merasa cukup baik dalam beberapa bulan. Setelah anak kedua, Bunda jadi merasa berbeda.
Bunda mungkin merasa lebih lelah, tubuh lebih pegal, otot perut terasa lebih lemah, dan ini membikin Bunda bertanya-tanya kenapa pemulihan kali ini terasa jauh lebih sulit.
Pemulihan pasca melahirkan anak kedua pada dasarnya berbeda dari yang pertama, dan memahami alasannya membantu Bunda mendapatkan support dan rehabilitasi yang betul-betul dibutuhkan daripada mengharapkan tubuh berfaedah seperti sebelumnya.
Banyak aspek yang memengaruhi lamanya pemulihan bentuk setelah melahirkan, seperti apakah Bunda melahirkan secara normal alias melalui operasi caesar, dan apakah Bunda mengalami komplikasi. Tantangan menyusui juga dapat memengaruhi penyembuhan.
"Waktu sebenarnya yang dibutuhkan untuk merasa 'pulih' secara bentuk bervariasi dari orang ke orang,” kata Michele Burtner, CNM, MS, MPH, IBCLC, dari Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi Universitas Rochester dikutip dari laman Parents.
Beberapa wanita mungkin merasa baik-baik saja enam minggu setelah melahirkan, sementara yang lain memerlukan waktu lebih lama untuk pulih.
Ada juga komponen emosional dari proses melahirkan yang perlu dipertimbangkan, yang sama pentingnya dengan pemulihan fisik.
"Depresi dan kekhawatiran pascapersalinan dapat didiagnosis hingga satu tahun setelah melahirkan, jadi pemulihan mental bisa sangat berbeda dari pemulihan fisik," kata Burtner.
Alasan pemulihan kelahiran kedua lebih lama
Berikut beberapa argumen yang bisa menjadi aspek pemulihan kelahiran kedua terasa lebih lama:
1. Tubuh memulai dari kondisi berbeda
Setelah kehamilan pertama, tubuh belum pernah mengalami perubahan dramatis dalam menumbuhkan dan melahirkan bayi. Kali ini, Bunda memulai kehamilan dengan jaringan yang sudah meregang sebelumnya, ligamen yang sebelumnya mengendur dan mungkin belum sepenuhnya kembali ke kondisi semula, otot perut yang berpotensi melemah alias terpisah dari kehamilan pertama, dasar panggul yang sudah tertekan, dan mungkin masalah yang tetap ada dari pemulihan pertama Anda yang belum sepenuhnya teratasi.
2. Merawat dua anak
Setelah bayi pertama, Bunda bisa beristirahat saat bayi tidur. Bunda tetap mempunyai waktu untuk konsentrasi pada pemulihan, melakukan latihan, dan secara berjenjang membangun kembali kekuatan. Sekarang, Bunda mengurus bayi baru lahir sembari merawat balita alias anak yang lebih besar yang aktif.
Bunda terus-menerus mengangkat, membungkuk, menggendong, dan bergerak dengan langkah yang memberi tekanan pada tubuh yang sedang dalam pemulihan. Tuntutan bentuk yang konstan ini tidak memungkinkan kembalinya kegiatan secara berjenjang yang dibutuhkan untuk pemulihan optimal. Tubuh berada di bawah beban yang signifikan sebelum jaringan betul-betul pulih.
3. Kurang tidur semakin parah
Gangguan tidur bayi baru lahir sudah cukup menantang, tetapi ditambah lagi anak yang lebih besar yang memerlukan perhatian di malam hari, membangunkan bayi, alias bangun pagi terlepas dari seberapa sedikit Bunda sukses tidur dengan nyenyak. Kekurangan tidur yang terakumulasi memengaruhi segalanya, kapabilitas pengobatan melambat lantaran kurang tidur, toleransi nyeri menurun ketika kelelahan, pemulihan otot memerlukan tidur, dan ketahanan mental untuk latihan rehabilitasi berkurang.
Kurang tidur kronis ini membikin semua perihal tentang pemulihan pasca persalinan menjadi lebih susah dan lambat.
4. Memiliki lebih sedikit waktu untuk pemulihan
Setelah bayi pertama, Bunda mungkin mengikuti kelas olahraga pascapersalinan, melakukan latihan otot dasar panggul secara teratur, dan memprioritaskan kegiatan pemulihan. Sekarang, menemukan waktu untuk mandi terasa sulit, apalagi sesi olahraga khusus.
Kurangnya waktu pemulihan unik ini berfaedah masalah yang semestinya dapat diselesaikan dengan rehabilitasi yang tepat malah terus bersambung dan berpotensi memburuk.
5. Usia
Jika ada jarak yang signifikan antara kehamilan, usia Bunda sekarang lebih tua daripada saat pemulihan pertama. Elastisitas jaringan menurun seiring bertambahnya usia, proses pengobatan sedikit melambat, kadar hormon mungkin telah berubah, dan kebugaran dasar mungkin berbeda.
Bahkan beberapa tahun pun membikin perbedaan dalam gimana tubuh merespons kehamilan dan pulih setelahnya.
Tips untuk mendukung pemulihan di kelahiran kedua
Hal-hal di bawah ini dapat mendukung pemulihan Bunda secara keseluruhan, tidak peduli berapa banyak bayi yang telah Bunda lahirkan. Faktor-faktor tersebut meliputi:
- Mendengarkan tubuh. Jika suatu kegiatan menyebabkan peningkatan pendarahan vagina, misalnya, ini artinya tubuh mengirimkan peringatan bahwa Bunda sudah terlalu banyak bekerja.
- Menghindari mengangkat beban berat. "Ini termasuk tidak melakukan perjalanan shopping besar-besaran alias perjalanan besar ke Wal-Mart untuk membeli semua peralatan bayi kocak yang tetap Anda inginkan," kata Tisha Seghers, seorang perawat bersertifikat di LCMC Health di New Orleans.
- Berolahraga ketika siap. Olahraga membantu tubuh melepaskan hormon-hormon tertentu yang mengurangi stres, memperbaiki suasana hati dan kegunaan otak, serta mendorong perbaikan jaringan. "Olahraga juga membantu mengurangi nyeri punggung dan panggul pasca persalinan," jelas Seghers.
- Prioritaskan waktu makan. Ketika tidur terbatas, Bunda berada dalam mode memperkuat hidup, tetapi jangan lupa untuk merawat diri sendiri. Terutama dalam perihal memberi nutrisi pada tubuh yang sedang berupaya pulih.
- Tetap terhidrasi. Tanpa hidrasi yang cukup, Bunda lebih mungkin mengalami nyeri tubuh dan sakit kepala.
- Menegakkan batasan. Setelah melahirkan, banyak personil family dan kawan yang mau memandang bayi. Tetapi sebaiknya Bunda mempertimbangkan membatasi pengunjung.
- Meminta bantuan. Teman dan family seringkali bersedia membantu, tetapi mereka mungkin tidak tahu caranya, jadi tidak apa-apa untuk meminta.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·