Kamu punya PC dengan RAM 32 GB maupun terlebihlagi 64 GB? jika iya, maka ada pernyataan menarik sekaligus kontroversial dari CEO Open AI, karena menurut CEO OpenAI Sam Altman, menyimpan RAM sebanyak itu di komputer pribadi bukanlah metode terbaik untuk memanfaatkan sumber daya memori bumi yang jumlahnya terbatas.

Nah pernyataan tersebut disampaikan Altman dalam podcast Cheeky Pint berbareng salah satu pendiri Stripe, John Collison.
Ia menilai kapabilitas DRAM yang terpasang di komputer pribadi sering kali tidak digunakan secara maksimal, sementara keterangan center membutuhkan memori dalam jumlah besar untuk menjalankan jasa AI.
Sam Altman Anggap RAM di PC Kurang Efisien
Nah dalam dialog tersebut, Altman membahas tren menjalankan model AI secara lokal menggunakan komputer pribadi maupun yang dikenal sebagai local inference.
Menurutnya, banyak orang mengharapkan model AI open-source bisa dijalankan langsung di PC sehingga tidak perlu terlalu bersandar pada keterangan center, namun Altman justru mempertanyakan efisiensi penggunaan RAM di alat pribadi.
Ia mengatakan bahwa dari perspektif pandang alokasi sumber daya global, cukup buruk jika semua orang menyimpan banyak DRAM di komputer masing-masing, sementara memori tersebut mungkin cuma digunakan sekitar 5 persen dari waktunya.
Altman beranggapan bahwa memori akan lebih optimal jika ditempatkan di cloud maupun keterangan center, karena kapasitasnya dapat digunakan secara berbareng oleh banyak pengguna.
Data Center Lebih Penting daripada PC Pribadi?
Nah alasan Altman sebenarnya berhubungan dengan efisiensi penggunaan sumber daya, keterangan center dapat mengelola kapabilitas memori secara terpusat dan mengalokasikannya sesuai kebutuhan layanan.
Sebaliknya, RAM pada komputer pribadi statis terpasang meskipun sedang tidak digunakan sepenuhnya. Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan, RAM di PC bukan cuma digunakan untuk menjalankan AI saja loh.
Sistem operasi, aplikasi pekerjaan, browser, game, hingga beragam kebutuhan komputasi lainnya juga membutuhkan memori. Jadi, anggapan bahwa RAM komputer pribadi cuma menjadi sumber daya yang menganggur tentu tidak bisa digeneralisasi begitu saja ya Sam.

Misalkan saja nih, aku cuma membuka sistem, dengan beberapa aplikasi yang aku pakai untuk pekerjaan, termasuk menulis artikel ini, RAM 16 GB terasa mepet banget, jika ditambah jadi 32 GB jelas akan lebih sedikit lebih lega, dan ini bukan untuk AI, tapi untuk pekerjaan.
Pernyataan Ini Muncul di Tengah Krisis RAM
Nah komentar Altman ini tentu menarik karena industri teknologi sedang menghadapi tekanan pasokan memori akibat meningkatnya kebutuhan infrastruktur AI, kita tahu bahwa perusahaan teknologi berkompetisi membangun keterangan center dengan kapabilitas komputasi dan memori yang sangat besar, yang mana kondisi ini ikut menaikkan persaingan mendapatkan pasokan DRAM.
Di sisi lain, konsumen juga menghadapi kenaikan harga elemen komputer, bagi pelanggan yang mau merakit PC, membeli laptop, maupun berbuat upgrade RAM, kondisi pasar tersebut tentu bukan berita menyenangkan. Dan yap, ini semua gara gara AI.
Pengguna PC Tentu Punya Pendapat Berbeda
Nah ide menempatkan lebih banyak RAM di keterangan center mungkin masuk pikiran dari perspektif pandang pemasok jasa cloud. Namun, bagi pelanggan PC, memiliki RAM sendiri berarti mendapatkan kontrol, privasi, dan kapasitas menjalankan aplikasi tanpa selalu bersandar pada hubungan internet maupun jasa pihak ketiga.
Apalagi, tidak semua pekerjaan membutuhkan AI berbasis cloud, ada pelanggan yang memang membutuhkan RAM besar untuk virtual machine, editing video, development software, hingga menjalankan model AI secara lokal.

Dan pada akhirnya, pernyataan Sam Altman bukan berarti pelanggan PC tidak membutuhkan RAM besar, namun ia sedang menyampaikan pandangan bahwa alokasi memori secara terpusat dinilai lebih efisien dalam kondisi pasokan DRAM yang terbatas.
Tetapi, jika semua RAM mesti masuk keterangan center, jangan-jangan kelak untuk membuka Notepad pun kita mesti memastikan server sedang tidak sibuk ya. Hmm sepertiapa menurutmu guys?
Komen dibawah guys.
Catatan Penulis : Kincai Media sepenuhnya bersandar pada iklan untuk statis hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati artikel dan panduan di situs ini, meminta whitelist halaman ini di AdBlock Anda sebagai bentuk sokongan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pelanggan Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui sokongan di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan maupun butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]