Festival musik biasanya identik dengan lineup musisi besar, penampilan spektakuler, dan ribuan orang yang berkumpul untuk menikmati musik. Namun, Olivia Rodrigo kembali berbincang lewat seni dengan membawa konsep yang sedikit berbeda dengan pagelaran yang digelarnya, Daisy Chain Fields.
Festival yang digelar di Great Park, Irvine, California, pada 29 Agustus 2026 ini, tidak hanya menghadirkan deretan musisi besar perempuan, tetapi juga membawa misi untuk mendukung kesejahteraan wanita dan anak perempuan. Lantas, seperti apa pagelaran yang dibawa oleh Olivia Rodrigo ini? Yuk, simak, Beauties!
Daisy Chain Fields, Festival Musik dengan Misi Lebih Besar

Olivia Rodrigo tampil di Daisy Chain Fields, Great Park, Irvine/Foto: pbsnews.com
Daisy Chain Fields merupakan pagelaran satu hari dengan lineup yang seluruhnya terdiri dari musisi wanita yang diinisiasi oleh penyanyi muda dan terkenal asal Amerika Serikat, Olivia Rodrigo. Acara ini terinspirasi dari Lilith Fair, pagelaran yang digagas Sarah McLachlan pada tahun 1997-1999, sebagai ruang bagi musisi perempuan. Menariknya, Sarah McLachlan juga turut datang dalam pagelaran Olivia dan menjadi salah satu musisi yang tampil berbareng Olivia Rodrigo.
The Guardian juga menyebut bahwa, bagi Olivia, Daisy Chain Fields bukan hanya tentang membikin pagelaran musik baru, tetapi juga menciptakan ruang agar musik bisa terhubung dengan tindakan sosial. Hal tersebut kemudian terlihat dari keterlibatan beragam organisasi nonprofit serta biaya yang sukses dikumpulkan melalui pagelaran tersebut.
Dihadiri 45 Ribu Orang, Lineup-nya Hadirkan Musisi Lintas Generasi

45 ribu orang penonton memenuhi area pagelaran Daisy Chain Fields/Foto: instagram.com/@daisychainfields
Alasan keberhasilan pagelaran ini tidak hanya berpusat pada konsepnya yang menarik perhatian, tetapi Daisy Chain Fields juga menghadirkan lineup yang mempertemukan musisi wanita dari beragam generasi dan genre. Chappell Roan, Doechii, Mitski, Bikini Kill, Garbage, The Breeders, Santigold, Sarah McLachlan, Alanis Morissette hingga penyanyi rock legendaris tahun 1970-an, Stevie Nicks yang menjadi bagian dari pagelaran yang dihadiri hingga 45 ribu orang tersebut.
Komposisi ini membikin Daisy Chain Fields terasa seperti pertemuan antara generasi yang berbeda. Nama-nama muda seperti Chappell Roan, Doechii hingga Mitski, berada dalam satu pagelaran dengan musisi yang telah lebih dulu membuka jalan bagi wanita di industri musik, seperti Stevie Nicks dan Sarah McLachlan.
Hal ini juga menjadi salah satu pesan yang Olivia mau bawa melalui festivalnya, ialah dengan tidak hanya mengumpulkan musisi yang sedang populer, tetapi juga perempuan-perempuan yang menjadi inspirasi dalam perjalanan bermusiknya. Olivia juga mewujudkan salah satu mimpinya dengan membawakan lagu berbareng dengan para musisi wanita inspiratif ini.
Ada 10 Organisasi yang Terlibat Dalam Festival Ini

Salah satu area organisasi nonprofit di Daisy Chain Fields/Foto: euphoriazine.com
Selain menjadi festival, Daisy Chain Fields juga mencoba menjadikan ini sebagai ruang terutama bagi para perempuan, untuk berkenalan dan berinteraksi langsung dengan organisasi-organisasi tersebut. Kehadiran mereka membikin rumor sosial tidak hanya menjadi pesan yang disampaikan dari atas panggung tetapi juga tempat di mana adanya lintas pertemuan antara musik, komunitas, dan tindakan sosial.
Beberapa organisasi yang terlibat di antaranya Planned Parenthood, National Women’s Law Center, Black Mamas Matter Alliance, Center for Reproductive Rights, Baby2Baby, Free From, Jhpiego, John Hopkins Center for Indigenous Health, National Institute for Reproductive Health, dan National Domestic Workers Alliance, yang mempunyai konsentrasi berbeda dalam mendukung kewenangan wanita dan anak wanita dalam beragam bidang. Dimulai dari bagian kesehatan perempuan, kewenangan reproduksi, kesehatan maternal, hingga perlindungan dan pemberdayaan perempuan.
Berawal dari 10 Juta USD, Donasi Daisy Chain Fields Jadi 20 Juta USD

Olivia Rodrigi berbareng Melinda French Gates/Foto: instagram.com/@oliviarodrigo
Salah satu bagian yang paling menarik perhatian dari Daisy Chain Fields adalah jumlah biaya yang sukses dikumpulkan. Festival ini awalnya menggalang 10 juta USD (Sekitar Rp177 miliar) yang ditujukan untuk 10 organisasi nonprofit.
Pada akhir acara, Olivia kembali membagikan berita ceria dengan bertambahnya jumlah bantuan setelah Melinda French Gates memberikan matching donation sebesar 10 juta USD melalui Pivotal Ventures. Dengan tambahan tersebut, total biaya yang sukses dihimpun menjadi 20 juta USD (sekitar Rp354 miliar), yang nantinya disalurkan kepada 10 organisasi tersebut.
Angka bantuan yang masuk adalah corak pembuktian bahwa Daisy Chain Fields lebih dari sekadar pagelaran dengan pesan sosial. Olivia meningkatkan awareness melalui caranya sendiri sebagai seorang musisi, ialah lewat pagelaran dan intermezo yang menjadi pintu masuk untuk mempertemukan audiens muda dengan organisasi serta rumor yang mungkin belum mereka kenal sebelumnya.
Dari Stevie Nicks hingga Alanis Morissette, Ini Momen Menariknya

Olivia Rodrigo tampil berbareng Stevie Nicks di Daisy Chain Fields/Foto: instagram.com/@oliviarodrigo
Daisy Chain Fields juga meninggalkan sejumlah momen yang membikin pagelaran ini semakin berkesan. Olivia Rodrigo tampil berbareng Sarah McLachlan, Stevie Nicks, dan Alanis Morissette dalam beberapa penampilan spesial. Bersama Stevie Nicks, Olivia Rodrigo membawakan lagu legendaris "Landslide”, sementara Alanis Morissette berasosiasi untuk membawakan “Ironic”, dan tidak lupa Olivia Rodrigo berbareng Sarah McLachlan membawakan lagu "Angel" sebagai corak tribute untuk penyanyi country legendaris, Dolly Parton, yang pada 25 Agustus 2026 kemarin, menghembuskan nafas terakhirnya.
Los Angeles Times juga ikut membongkar beberapa momen menarik dari musisi muda lainnya. Bikini Kill, misalnya, menggunakan panggung untuk berbincang tentang misogini, sedangkan Doechii memberikan penghormatan kepada sejumlah wanita kulit hitam yang berpengaruh dalam sejarah musik. Momen-momen tersebut membikin pesan tentang wanita tidak hanya datang melalui konsep festival, tetapi juga melalui bunyi masing-masing artis.
Meski begitu, Daisy Chain Fields bukan tanpa kekurangan. Festival berjalan di tengah cuaca yang sangat panas, dengan suhu mencapai sekitar 100°F alias lebih dari 37°C. Sejumlah laporan juga menyoroti kurangnya area teduh, keterbatasan titik air, dan antrean makanan yang panjang. Jadi, meski misi dan penampilannya mendapat banyak perhatian positif, penyelenggaraan pagelaran secara teknis tetap menyisakan beberapa catatan, walaupun tentu saja tidak mengurangi perihal positif dan euphoria bagi para penonton yang hadir.
Terlepas dari kekurangannya, Daisy Chain Fields berhasil menunjukkan bahwa pagelaran musik tidak hanya berakhir sebagai ruang hiburan, tetapi juga bisa menggerak ribuan orang yang berkumpul untuk mengenal beragam isu, mendukung organisasi, dan menggerakkan tindakan bersama.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)