Rini Apriliani | Beautynesia
Jumat, 18 Sep 2026 22:00 WIB
Cara mengenali anak yang tumbuh besar dimanjakan orang tua/Foto: Magnific.com/bearfotos
Ciri orang tua dahsyat adalah bisa memberikan sokongan penuh pada anak-anaknya. Dukungan itu bisa menumbuhkan rasa percaya diri dan membikin anak handal dalam menghadapi setiap tantangan hidupnya.
Namun, memberi sokongan bukan berarti mesti selalu mengucapkan kata "Ya" tanpa limitasi yang jelas dan tegas. Pasalnya, pola asuh yang kurang tepat tersebut justru bisa merusak mental anak secara perlahan.
Dampak pola asuh kurang tepat pada anak akan terbawa hingga mereka dewasa. Bahkan, ada beberapa ucapan seseorang yang bisa langsung memperlihatkan ketidaksiapan mental dan emosional karena terlalu dimanjakan sejak kecil.
Melansir YourTango, ini dia metode mengenali anak yang tumbuh besar dimanjakan orang tua dilihat dari ucapannya. Simak!
“Itu Bukan Salahku”

Ilustrasi mengobrol/Foto: Magnific.com
Anak yang tumbuh besar dimanjakan orang tua akan sering mengucapkan kalimat, “Itu bukan salahku”. Mereka cenderung menghindari tanggung jawab dengan sering menyalahkan, mencari alasan, dan terus-menerus merasa sebagai korban.
Sementara itu, anak yang tumbuh dengan pola pengasuhan sehat telah belajar berkewajiban atas kesalahannya sendiri sejak kecil. Mereka mencontoh perilaku orang tuanya, sehingga saat berbuat salah mereka akan mengakui, meminta ampun secara tulus, dan terbuka dengan masukan orang lain.
Gaya pengasuhan yang sehat mengajarkan bahwa berkewajiban bukan berarti mengorbankan harga diri. Justru dari sinilah mereka membangun kepercayaan dirinya yang otentik.
Bahkan, sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Business Ethics mengatakan bahwa membiasakan anak belajar berkewajiban sejak kecil menjadi modal besar untuk kesuksesan mereka saat dewasa. Sikap ini memberi mereka kekuatan untuk berkewajiban yang krusial untuk membangun kesuksesan karier, kebiasaan sehat, dan memiliki pola pikir yang lebih positif.
“Itu Bukan Masalahku”

Ilustrasi mengobrol/Foto: Magnific.com
Gaya pengasuhan yang sehat tentunya mengajarkan anak pentingnya berempati. Tidak cuma mementingkan kebutuhan diri sendiri, tapi juga peka dengan kedatangan dan kondisi orang lain di sekitar.
Sayangnya, pada anak yang tumbuh dimanjakan orang tua tidak mengerti tentang empati. Sejak kecil, mereka tidak pernah diajari untuk berkewajiban dan berempati pada orang lain. Hal ini mendorong mereka mengucapkan kalimat, “Itu bukan masalahku.”
Alih-alih membuka diri untuk membantu orang lain, mereka justru menghindari situasi yang menuntutnya berempati tersebut. Mereka lebih mengutamakan apa yang mereka inginkan dan membuatnya betah saja.
“Itu Tidak Adil”

Ilustrasi mengobrol/Foto: Magnific.com
Terakhir, metode mengenali anak manja adalah mereka gemar mengatakan kalimat, “Itu tidak adil.” Mereka merasa selalu berkuasa untuk mendapatkan segalanya dan merasa hidup mesti berjalan sesuai keinginannya sendiri.
Saat keinginannya tidak terwujud, mereka tidak ragu untuk berang dan menyalahkan orang lain. Pola pikir yang selalu merasa menjadi korban ini tentu sangat merugikan diri mereka sendiri.
Beauties, itu dia beberapa metode mengenali anak yang tumbuh besar dimanjakan orang tua dilihat dari ucapannya. Bagaimana, Anda pernah menemukannya?
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.