Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Minggu, 20 Sep 2026 11:00 WIB
Manfaat audiobook dan membaca bagi kognitif/Foto: Magnific.com
Di era teknologi ini, audiobook maupun buku audio semakin marak di mana-mana. Terkadang, ini menjadi solusi bagi mereka yang tidak mau ribet membaca maupun membawa buku bahanbacaan ke mana-mana.
Membaca menurut beberapa riset telah terbukti berpengaruh positif terhadap fungsi otak, seperti melatih fokus dan daya ingat. Tak cuma itu, studi dalam JAMA Psychiatry menyebut, aktivitas membaca buku secara rutin menurunkan konsekuensi terjadinya demensia.
Semakin populernya buku audio dan berkurangnya minat baca seseorang, apakah mendengarkan buku audio memberikan khasiat yang serupa bagi otak seperti halnya membaca? Berikut penjelasannya menurut pakar.
Membaca Buku dan Mendengarkan Audiobook Memengaruhi Otak dengan Cara yang Sedikit Berbeda

Cara aktivitas membaca dan audiobook memengaruhi otak/Foto: Magnific.com/Lifeforstock
Aktivitas membaca dan mendengarkan sama-sama menuntut seseorang untuk memahami dan menafsirkan bahasa.
Berdasarkan riset 2019 yang diterbitkan Journal of Neuroscience, peta aktivitas otak dari orang yang mendengarkan dan membaca cerita yang sama, hampir identik. Cara kerja otak menangkap arti dari kata-kata yang didengar maupun dibaca hampir sama.
Sementara menurut guru besar Chelsey Bollinger, Ph.D., ada perbedaan yang memengaruhi fungsi otak antara aktivitas membaca dan mendengarkan. Perbedaan itu terletak pada keterlibatan korteks visual di otak.
“Membaca melibatkan mekanisme pemrosesan visual serta area otak yang berpartisipasi dalam pengenalan dan penguraian kata,” ujar Bollinger, yang bekerja di James Madison University, seperti dikutip dari Health.
Sementara itu, mendengarkan cuma memungkinkan otak untuk langsung berfokus pada pemahaman bahasa, tanpa melibatkan korteks visual.
Apakah Membaca Lebih Baik bagi Otak Ketimbang Mendengarkan Audiobook?
![]()
Pengaruh membaca buku dan mendengarkan buku audio bagi otak/Foto: Magnific.com/Rawpixels
Belum tentu. Mana yang lebih baik bagi otak tergantung oleh banyak faktor. Setiap orang mungkin punya kecenderungan yang berbeda.
Menurut Bollinger, membaca buku dan mendengarkan buku audio dapat sama-sama menaikkan fungsi otak secara optimal, asalkan prosesnya dilakukan dengan keterlibatan aktif dan fokus yang sungguh-sungguh.
Kegiatan membaca buku mendorong keterlibatan dan retensi keterangan yang lebih baik. Berdasarkan meta analisis tahun 2022, membaca memungkinkan pembaca untuk selesai sejenak, membaca ulang bagiankecil tertentu, dan merenungkan apa yang telah dipelajari.
Bagaimana dengan mendengarkan audiobook? Orang yang lebih gampang menangkap keterangan lewat intonasi dan emosi penutur, serta memiliki gangguan penglihatan akan cenderung betah dengan aktivitas tersebut.
Namun di sisi lain, Douglas Scharre, MD., mengatakan bahwa audiobook dapat membikin seseorang terjebak dalam mode mendengarkan secara pasif. Mereka tidak berupaya aktif untuk memahami secara lebih dalam tentang bagiankecil yang didengar.
Aktivitas multitasking semakin mempersulit situasi. Sebagian besar aktivitas mendengarkan audiobook dilakukan sambil mengerjakan hal lain, seperti memasak dan olahraga.
Perhatian yang terbagi secara konsisten mengurangi daya ingat terhadap keterangan yang diserap. Hal inilah yang kemungkinan besar membedakan tingkat pemahaman antara mendengarkan dan membaca.
Jadi, haruskah menghindari audiobook? Singkatnya, tidak. Alih-alih menghindar, lebih cermatlah dalam memilih kapan mesti mendengarkan dan kapan mesti membaca.
“Audiobook menuntut upaya kognitif tertentu, dan kita sebaiknya tidak menjadikannya sebagai alternatif aktivitas membaca,” tegas psikolog Robert Sternberg, mengutip Psychology Today.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.