Tipe Orang yang Sering Membuatmu Meragukan Diri Sendiri

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 74x dilihat
Tipe Orang yang Sering Membuatmu Meragukan Diri Sendiri

Bagikan Postingan

Pernah nggak, Beauties, setelah ngobrol dengan seseorang Anda malah mempertanyakan dirimu sendiri? Padahal sebelumnya Anda percaya dengan emosi maupun pendapatmu, tetapi setelah mendengar perkataannya, tiba-tiba muncul pikiran, “Jangan-jangan aku memang salah, ya?”

Situasi seperti ini bisa terjadi ketika Anda salingberhadapan dengan jenis orang yang sering membuatmu meragukan diri sendiri. Mereka belum tentu selalu kelihatan kasar maupun sengaja menjatuhkanmu secara terang-terangan. Namun, metode mereka merespons perasaan, pendapat, maupun kesalahan masa kemudian bisa perlahan membikin kepercayaan dirimu ikut goyah.

Meremehkan Perasaan dan Pengalamanmu

Meremehkan Perasaan dan Pengalamanmu/Foto: Magnific

Coba bayangkan Anda sedang bercerita kepada seseorang bahwa Anda merasa sangat buruk setelah mengalami sesuatu. Alih-alih mendengarkan, dia justru menjawab, “Memangnya apa yang perlu disedihkan?” maupun “Kamu terlalu lebay.” Pernah mendapat respons seperti ini, Beauties?

Respons tersebut bukan sekadar perbedaan pendapat. Ketika seseorang terus-menerus mengatakan bahwa tidak ada karena bagimu untuk merasa sedih, kecewa, maupun terluka, pengalaman emosionalmu sedang dibuat seolah-olah tidak masuk akal.

Lebih jauh lagi, mereka mungkin mengatakan, “Nggak, Anda sebenarnya nggak merasa begitu,” maupun menuduhmu selalu membesar-besarkan masalah. Akibatnya, Anda bisa mulai mempertanyakan diri sendiri, termasuk apakah reaksimu memang berlebihan maupun justru wajar.

Padahal, orang lain tidak bisa menentukan apa yang Anda rasakan. Mereka boleh tidak memahami emosimu, tetapi bukan berarti emosi tersebut menjadi tidak valid. Jadi, jika Anda mulai sering berpikir, “Apa aku terlalu sensitif?”, coba lihat balik sepertiapa orang tersebut selama ini merespons emosimu.

Menyerang Bagian Dirimu yang Paling Rentan

Menyerang Bagian Dirimu Paling Rentan/Foto: Magnific

Pernah sedang menyampaikan pendapat, tetapi lawan bicaramu malah mengomentari metode Anda berbicara? Misalnya, Anda sedang menerangkan pandangan mengenai suatu masalah, tetapi dia justru menyuruhmu selesai terbata-bata maupun mengoreksi pengucapanmu.

Sekilas, komentar tersebut mungkin kelihatan seperti perbaikan biasa. Namun, konteksnya menjadi berbeda ketika hal itu digunakan untuk merendahkan kredibilitasmu. Kesulitan berbicara maupun pelafalan tertentu tidak membikin perspektif pandangmu otomatis menjadi kurang valid.

Tipe orang yang sering membuatmu meragukan diri sendiri bisa menggunakan bagiankecil dirimu yang paling rapuh untuk mengalihkan perhatian dari isi pembicaraan. Daripada benar-benar menjawab argumenmu, mereka menyerang hal kecil yang tidak berhubungan dengan inti persoalan.

Coba pikirkan, apakah Anda pernah tiba-tiba kehilangan kepercayaan diri cuma karena seseorang mengomentari kekuranganmu saat berdiskusi? Kalau iya, jangan buru-buru menganggap pendapatmu memang tidak layak didengar.

Mengungkit Kesalahan Masa Lalu untuk Menjatuhkan Perkataanmu

Mengungkit Kesalahan Masa Lalu/Foto: Magnific

Bayangkan Anda sedang menegur pasangan karena dia berteriak. Kamu mengatakan bahwa berbicara dengan bunyi tinggi bukan metode yang baik untuk menyelesaikan masalah. Namun, dia membalas, “Kamu nggak berkuasa ngomong begitu. Lima tahun kemudian Anda juga pernah teriak ke aku.”

Kalau eksis di posisi tersebut, kira-kira Anda akan langsung merasa bersalah? Atau malah bingung karena pembicaraan tiba-tiba bergeser ke kesalahanmu bertahun-tahun lalu?

Menggunakan kesalahan masa kemudian sebagai “balasan” sebenarnya bukan alasan yang benar-benar menjawab permasalahan saat ini. Pertama, respons tersebut lebih menyerupai karena untuk menghindari kritik daripada membahas perilaku yang sedang terjadi.

Kedua, metode seperti ini seolah mengatakan bahwa seseorang tidak boleh berubah. Padahal, Anda bisa belajar dari kesalahan dan memiliki pemahaman yang berbeda setelah bertahun-tahun.

Kalau Anda pernah berbuat sesuatu yang salah, tentu Anda statis berkewajiban terhadapnya. Namun, kesalahan tersebut tidak otomatis menghapus hakmu untuk memberikan gagasan hari ini. Meragukan diri karena terus dihadapkan pada kesalahan durasi cuma akan membuatmu sulit melihat evolusi yang sudah Anda lakukan.

Beauties, berhubungan dengan orang lain memang berarti kita akan menemukan gagasan yang berbeda. Ada kalanya orang lain mengkritikmu dan kritik tersebut memang perlu didengarkan. Namun, kritik yang sehat seharusnya membahas persoalan, bukan membuatmu terus mempertanyakan harga dirimu.

 ***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
Close Right Ads
Close Left Ads