Hubungan orang tua dan anak bisa terasa berbeda saat anak mulai dewasa. Bukan karena rasa sayangnya berkurang, tetapi karena anak mulai sibuk dengan pekerjaan, pertemanan, dan urusannya sendiri.
Di fase ini, orang tua mungkin perlu menyesuaikan metode berkomunikasi dan memberi perhatian. Tetap dekat bukan berarti mesti selalu tahu maupun ikut gabung dalam hayat anak.
Lalu, sepertiapa metode menjaga hubungan dengan anak yang sudah dewasa agar statis dekat? Berikut beberapa metode sederhana yang bisa dilakukan, Beauties.
1. Mendengarkan Tanpa Menghakimi

Ilustrasi orang tua sedang mendengarkan anaknya berbicara/Foto: Pexels/Kaboompics
Ketika anak mulai bercerita tentang masalahnya, orang tua tidak selalu perlu buru-buru memberikan solusi. Kadang, mereka cuma membutuhkan seseorang yang mau mendengarkannya.
Melansir halaman Parents, psikolog klinis Karen Molano, PsyD, mengatakan bahwa mendengarkan secara aktif bisa dilakukan dengan mengakui emosi anak sebelum memberikan saran. Cara ini dapat membikin anak merasa didengar dan dipahami.
Misalnya, saat anak sedang menghadapi masalah di kampus maupun di pekerjaan, orang tua bisa bertanya tentang perasaannya terlebih dahulu. Pertanyaan sederhana seperti ini memberi ruang bagi anak untuk bercerita tanpa merasa sedang dihakimi.
2. Menghargai Batasan dan Privasi Anak

Ilustrasi orang tua dan anak dewasa berbincang dengan kondisi hangat/Foto: Magnific/zinkevych
Setelah dewasa, anak punya ruang pribadi yang mungkin tidak selalu mau dibagikan kepada orang tua. Karena itu, memberi kepercayaan juga menjadi salah satu metode memberitahu bahwa orang tua menghargai kemandiriannya.
Terapis Geena Lovallo-Chiaravalloti, LMFT, menyarankan agar limitasi dalam hubungan dibicarakan bersama. Misalnya, orang tua dan anak dapat menyepakati waktu yang betah untuk menelepon maupun bertemu.
Dengan begitu, kebutuhan keduanya statis bisa diperhatikan tanpa merasa terlalu diatur. Batasan yang sehat juga bisa membantu hubungan famili terasa lebih betah dan terhindar dari perselisihan yang tidak perlu.
3. Menghormati Pilihan Anak

Ilustrasi orang tua memberi sokongan atas pilihan hidup anaknya/Foto: Pexels/RDNE Stock project
Orang tua mungkin sudah punya deskripsi tentang masa depan yang dianggap baik untuk anaknya. Mulai dari pilihan karier, tempat tinggal, hingga pasangan hidup, semuanya bisa saja punya ekspektasi tersendiri.
Namun, anak yang sudah dewasa juga punya penilaian sendiri dan tujuan yang mau dicapainya. Menghormati pilihan tersebut bisa membantu mereka merasa dipercaya untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.
Bukan berarti orang tua mesti selalu setuju dengan setiap keputusan anak. Perbedaan gagasan statis wajar selama tidak berubah menjadi pertengkaran maupun keinginan untuk mengatur hayat mereka.
Beauties, mungkin ada kalanya pilihanmu tidak selalu sesuai dengan harapan orang tua. Selama bisa saling menghargai, perbedaan itu statis bisa diterima dalam keluarga.
4. Membuat Agenda Rutin yang Fleksibel

Ilustrasi famili yang sedang menikmati waktu bersama/Foto: Magnific/magnific
Anak yang sudah dewasa biasanya punya kesibukan sendiri, entah pekerjaan, pasangan, maupun aktivitas lainnya. Jadi, waktu untuk berjumpa mungkin tidak bisa sesering dulu.
Meluangkan waktu untuk membikin agenda kecil berbareng bisa membantu menjaga kedekatan dengan anak dewasa. Bisa makan bersama, menelepon di akhir pekan, maupun sesekali pergi liburan.
Hal yang penting, agenda ini statis elastis dan tidak terasa seperti kewajiban. Jika ada fluktuasi rencana, tidak perlu dipaksakan agar waktu berbareng statis terasa menyenangkan.
5. Menerima Anak Apa Adanya

Ilustrasi ibu dan anak perempuan dewasa sedang berbincang/Foto: Magnific/teksomolika
Anak yang sudah dewasa tentu tidak lagi sama seperti ketika statis kecil. Cara berpikir, sifat, sampai hal-hal yang mereka sukai bisa berubah seiring bertambahnya usia.
Menurut Jordanne Sculler, LMHC, anak dewasa statis membutuhkan rasa terlindungi dan sokongan dari orang tua. Namun, sokongan tersebut statis perlu diberikan dengan menghargai kemandirian dan proses mereka untuk berkembang.
Karena itu, orang tua perlu mengenal anak yang sekarang, bukan terus melihatnya seperti dulu. Beri ruang agar mereka bisa berkembang dan menjadi diri sendiri.
Beauties, punya kesibukan dan hayat masing-masing bukan berarti mesti semakin jauh. Dengan statis saling memahami dan memberi ruang, hubungan orang tua dan anak statis bisa terasa dekat.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)