cara menyimpan nangka | foto ilustrasi: Gemini AI
Kincai Media - Nangka termasuk buah yang punya daya tarik tersendiri. Baru dari kejauhan saja aromanya sudah tercium unik dan menyengat, pertanda daging buahnya sudah matang sempurna. Warna kuning cerah, tekstur tebal, dan rasa yang legit membikin nangka cocok dinikmati langsung maupun diolah jadi beragam kudapan, mulai dari puding, campuran ketan, sampai es buah segar.
Namun sebelum sampai ke tahap mengolah, ada satu tantangan yang cukup bikin repot: mengupas dan menyimpan nangka. Buah berkulit tebal ini menyimpan getah dalam jumlah banyak, dan getah tersebut mudah sekali menempel ke tangan, pakaian, sampai perabotan dapur jika tidak ditangani dengan langkah yang tepat.
Kenapa Nangka Gampang Berlendir dan Terasa Kecut?
Salah satu keluhan yang sering muncul setelah nangka dikupas adalah teksturnya yang berubah jadi berlendir dan rasanya mulai kecut, padahal baru disimpan beberapa hari. Kondisi ini biasanya dipicu oleh langkah penyimpanan yang kurang tepat, misalnya nangka disimpan dalam wadah terbuka, tercampur dengan bagian yang basah, alias tidak dibekukan dengan benar. Kelembapan berlebih inilah yang mempercepat proses fermentasi alami pada daging buah, sehingga rasa manisnya berubah jadi asam.
Kabar baiknya, ada trik sederhana yang dibagikan salah satu warganet lewat kanal YouTube Dapur Leony yang bisa membantu menjaga nangka tetap segar, wangi, dan tidak berlendir meski disimpan dalam waktu lama.
Yang Perlu Disiapkan Sebelum Mulai
Sebelum memotong nangka, ada beberapa perihal yang sebaiknya disiapkan lebih dulu agar prosesnya lebih rapi dan getah tidak berceceran ke mana-mana:
- Minyak goreng secukupnya (untuk melumuri pisau)
- Air bersih untuk mencuci nangka
- Dua wadah penyimpanan terpisah
- Alas seperti kertas surat kabar alias plastik untuk melapisi meja alias lantai
- Wadah rapat udara yang bisa masuk freezer
Langkah-Langkah Memotong dan Menyimpan Nangka
1. Lumuri pisau dengan minyak dan cuci nangka
Olesi mata pisau dengan minyak goreng secara merata. Langkah ini krusial agar getah nangka tidak menempel dan mengeras di permukaan pisau saat proses pemotongan berlangsung. Setelah itu, cuci nangka dengan air bersih terlebih dahulu, lampau tiriskan hingga tidak ada sisa air yang menetes.
2. Siapkan dua wadah terpisah
Gunakan dua wadah berbeda untuk memisahkan nangka berasas tingkat kelembapannya. Satu wadah unik untuk bagian nangka yang sempat terkena air saat dicuci, dan satu wadah lain untuk bagian yang betul-betul kering dan belum tersentuh air sama sekali. Pemisahan ini krusial lantaran tingkat kelembapan yang berbeda bisa memengaruhi kecepatan nangka berlendir saat disimpan.
3. Alasi area kerja, lampau buang bagian tengah nangka
Sebelum mulai memotong, lapisi meja alias lantai dengan kertas surat kabar agar getah tidak mengotori permukaan tersebut. Selanjutnya, pangkas dan buang bagian tengah alias inti nangka lebih dulu. Cara ini bakal memudahkan proses pengupasan daging buah pada tahap berikutnya.
4. Kupas, pisahkan, lampau simpan di freezer
Kupas nangka satu per satu, lampau masukkan ke wadah yang sesuai, sesuai kategori basah alias kering yang sudah ditentukan sebelumnya. Setelah semua bagian bersih dari kulit, tutup wadah rapat-rapat dan simpan di dalam freezer. Dengan metode ini, nangka bisa tetap awet hingga berbulan-bulan lamanya. Saat hendak dikonsumsi, cuci nangka kaku dengan air bersih terlebih dulu agar teksturnya tidak terlalu keras akibat pembekuan.
Kenapa Cara Ini Bisa Efektif Menjaga Kesegaran Nangka?
Menariknya, trik memisahkan nangka berasas kondisi basah alias kering ini sejalan dengan prinsip dasar penyimpanan bahan pangan segar: semakin rendah kadar air yang tidak perlu, semakin lambat pula pertumbuhan mikroba penyebab lendir dan rasa asam. Menyimpan nangka di suhu freezer yang stabil (idealnya di bawah -18°C) juga menghentikan kegiatan enzim dan kuman yang biasanya membikin daging buah sigap rusak pada suhu ruang alias lemari es biasa.
Selain freezer, memakai wadah rapat udara juga membantu mencegah nangka menyerap aroma dari bahan makanan lain di dalam freezer, sekaligus mengurangi akibat freezer burn yang bisa membikin tekstur nangka jadi kering dan berserat saat dicairkan kembali.
Satu tips tambahan yang bisa membantu: sebelum disimpan, pastikan nangka betul-betul ditiriskan sampai kering agar tidak ada bercak air tersisa di dalam wadah, lantaran sisa air inilah yang sering jadi biang keladi munculnya lendir meski nangka sudah masuk freezer.
FAQ
1. Berapa lama nangka bisa memperkuat di freezer dengan langkah ini?
Jika disimpan dalam wadah rapat udara dan suhu freezer stabil, nangka bisa memperkuat hingga beberapa bulan tanpa kehilangan banyak rasa dan tekstur aslinya.
2. Apakah nangka kaku tetap bisa diolah seperti nangka segar?
Bisa. Nangka kaku tetap bisa diolah menjadi puding, campuran ketan, es buah, alias kolak, asalkan dicairkan dan dicuci terlebih dulu sebelum digunakan.
3. Kenapa getah nangka susah dibersihkan dari tangan dan pakaian?
Getah nangka mengandung lateks alami yang berkarakter lengket dan susah larut dalam air biasa. Melumuri tangan alias pisau dengan minyak sebelum mengupas nangka bisa membantu mengurangi masalah ini.
4. Apakah nangka boleh disimpan di lemari es biasa, bukan freezer?
Boleh untuk penyimpanan jangka pendek (1-2 hari), tapi teksturnya bakal lebih sigap berlendir dan rasanya lebih sigap berubah kecut dibanding disimpan di freezer.
5. Apa tanda nangka sudah tidak layak dikonsumsi setelah disimpan?
Jika muncul lendir berlebih, aroma masam menyengat, alias perubahan warna menjadi kecokelatan yang tidak wajar, sebaiknya nangka tidak dikonsumsi lagi.
(brl/tin)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·