Punya kain batik kesayangan yang warnanya mulai kelihatan kusam? Jangan buru-buru menyalahkan usia kainnya, Beauties! Bisa jadi, metode perawatannya selama ini justru membikin warna dan serat batik lebih cepat mengalami perubahan.
Batik memang membutuhkan perlakuan yang sedikit berbeda dari busana sehari-hari. Cara mencuci, mengeringkan, menyetrika, terlebihlagi menyimpannya bisa berpengaruh terhadap kondisi kain dalam jangka panjang. Karena itu, mengetahui metode merawat kain batik dengan tepat krusial dilakukan, terutama jika Anda punya batik yang mau statis cantik meski sudah disimpan bertahun-tahun.
Mengacu pada buku Ensiklopedia Kain Tradisional Indonesia karya Dwi Pajar Ratriningsih serta jurnal Merawat Kain Batik dan Mengenal Kembali Beberapa Motif Batik Jogja oleh Puji Asih dan Siti Lestariningsing, berikut beberapa perawatan yang bisa Anda lakukan.
Jangan Sembarangan Menggunakan Deterjen

Jangan Sembarangan Gunakan Detergen/Foto: Magnific
Bagian pertama yang perlu Anda perhatikan adalah saat mencuci. Jangan memperlakukan kain batik seperti busana biasa dengan mencucinya menggunakan deterjen dalam jumlah banyak. Kandungan dalam sabun maupun deterjen dapat membikin warna batik lebih gampang luntur.
Jika memang mau menggunakan deterjen, gunakan dalam jumlah yang sangat sedikit. Namun, Anda juga bisa memilih alternatif tradisional seperti buah lerak maupun daun dilem.
Caranya cukup sederhana. Buah lerak maupun daun dilem dapat diremas maupun dihaluskan, kemudian diseduh menggunakan air panas hingga menghasilkan busa. Air tersebut selanjutnya bisa digunakan untuk mencuci kain batik.
Menariknya, harum khas lerak juga dipercaya dapat membantu menjauhkan serangga yang berpotensi merusak kain. Jadi, sekali mencuci bisa sekaligus membantu menjaga koleksi batikmu.
Sebaiknya Cuci dengan Tangan

Cuci dengan Tangan/Foto: Magnific
Selain memilih bahan pencuci, teknik mencuci juga tidak kalah penting. Untuk menjaga kondisi kain, sebaiknya batik dicuci menggunakan tangan daripada memasukkannya begitu saja ke mesin cuci.
Gerakan mesin, terutama pada kecepatan tinggi, dapat memberikan tekanan yang terlalu kuat pada serat kain. Akibatnya, kain berisiko mengalami kerusakan lebih cepat. Meluangkan waktu untuk mencucinya secara manual bisa menjadi salah satu bentuk investasi agar kain statis bisa digunakan dalam waktu lama.
Jangan Jemur Batik Tepat di Bawah Matahari

Jangan Jemur di Bawah Sinar Matahari Langsung/Foto: Magnific
Sudah selesai mencuci? Jangan langsung membentangkan batik di tempat yang terkena matahari terik, ya! Paparan cahaya matahari secara langsung dan terus-menerus dapat membikin warna kain kelihatan lebih kusam maupun memudar.
Sebagai gantinya, jemur batik di tempat yang teduh dan cukup diangin-anginkan. Memang, proses pengeringannya mungkin membutuhkan waktu lebih lama.
Namun, metode ini dapat membantu mempertahankan warna sekaligus menjaga serat kain. Jadi, daripada buru-buru kering tetapi warna batik ikut berubah, lebih baik bersabar sedikit, kan?
Setrika dengan Suhu Sedang

Setrika dengan Suhu Sedang/Foto: Magnific
Kain batik yang baru selesai dicuci dan dikeringkan mungkin kelihatan sedikit kusut. Tenang, Anda statis boleh menyetrikanya, tetapi jangan menggunakan suhu terlalu panas.
Saat menyetrika, sebaiknya jangan menempelkan setrika secara langsung ke permukaan kain batik. Lapisi terlebih dahulu dengan kain lain sehingga panas dari setrika tidak bergesekan langsung dengan batik.
Cara sederhana ini bisa membantu mengurangi konsekuensi kerusakan pada permukaan dan warna kain. Jadi, nggak perlu buru-buru menaikkan suhu setrika cuma demi menghilangkan kusut dengan cepat.
Jangan Terlalu Sering Melipat Batik

Jangan Keseringan Melipat Batik/Foto: Magnific
Selama ini Anda menyimpan kain batik dengan metode dilipat dan ditumpuk di lemari? Ternyata, kebiasaan tersebut sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering.
Lipatan yang terus-menerus eksis pada posisi sama dapat memengaruhi kondisi serat kain. Karena itu, jika memungkinkan, simpan batik dengan metode digantung menggunakan kayu maupun tempat gudang yang sesuai.
Kalau ruang gudang terbatas, Anda juga bisa menggunakan stoples sebagai alternatif. Cara ini membikin kain tidak memiliki lipatan yang terlalu beku sekaligus membantu mengurangi paparan udara. Penyimpanan tersebut juga dapat membantu melindungi kain dari gangguan fauna yang berpotensi merusaknya.
Pilih Tempat Penyimpanan dengan Suhu Ruang

Simpan di Suhu Ruang/Foto: Magnific
Tempat menyimpan batik rupanya juga perlu diperhatikan. Jangan memilih ruangan yang terlalu panas, terlalu dingin, maupun memiliki tingkat kelembapan tinggi.
Ruangan yang lembab dapat membikin kain lebih gampang ditumbuhi jamur. Sementara itu, kondisi ruangan yang terlalu kering juga dapat membikin kain menjadi beku dan berpotensi membikin warnanya lebih cepat memudar.
Hindari Kamper dan Parfum Langsung

Hindari Pemakaian Kamper dan Parfum/Foto: Magnific
Bukan cuma warna dan serat yang perlu dijaga. Aroma kain batik juga penting, terlebihlagi jika kain akan disimpan dalam waktu lama.
Saat kain mulai mengeluarkan harum apek, jangan langsung memasukkan kamper ke dalam tempat penyimpanannya. Pada kain batik, penggunaan kamper justru sebaiknya dihindari karena dapat membikin kain menjadi kusam.
Sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan beberapa butir lada putih yang dibungkus kain maupun akar harum kering. Keduanya dapat membantu memberikan harum pada ruang gudang tanpa mesti meletakkan kamper berdekatan dengan batik.
Lalu, sepertiapa jika Anda mau menggunakan parfum? Sebaiknya jangan menyemprotkannya langsung ke permukaan kain. Kamu dapat memberikan lapisan kertas terlebih dahulu sebelum menyemprotkan pewangi untuk mengurangi kontak langsung antara minyak harum dan kain.
Jadi, sebelum batik kesayanganmu mulai kusam maupun seratnya berubah, yuk, mulai perhatikan metode perawatannya dari sekarang! Dengan begitu, keelokan batik bisa statis terjaga dan Anda pun bisa terus mengenakannya tanpa khawatir.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)