Cerita Pasien Pertama Di Dunia Yang Menerima Donor Ginjal Dari Babi Dan Manusia

Mar 13, 2026 11:25 AM - 1 bulan yang lalu 13696

Jakarta -

Seorang laki-laki asal New Hampshire, Tim Andrews, sekarang melanjutkan kehidupannya setelah menerima donor ginjal babi hasil rekayasa genetika di Rumah Sakit Umum Massachusetts pada Januari 2025.

Pria 67 tahun itu telah menghabiskan dua tahun menderita kandas ginjal yang dipicu oleh penyakit diabetes, membuatnya kudu menghabiskan waktu selama enam jam dalam sehari, tiga kali dalam seminggu untuk melakukan dialisis, menyaring racun dari aliran darah ketika ginjal tidak bisa melakukannya.

Sebagian besar waktunya dihabiskan di bangku roda mesin dialisis menjaga ginjalnya tetap berfungsi, sementara kelelahan dahsyat dan pengecilan otot merampas kemampuannya untuk berjalan. Setelah enam bulan perawatan, dia menderita serangan jantung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


“Saya tahu saya bakal mati. Saya pikir pasti ada langkah lain,” ungkap Andrew, dikutip dari laman Daily Mail, Selasa (10/3/2026).

Andrew melakukan transplantasi ginjal babi

Dalam pencariannya untuk pilihan pengobatan lain, Andrew menemukan sebuah tulisan tentang Richard Slayman, seorang laki-laki berumur 62 tahun dari Boston yang menerima transplantasi ginjal babi hasil rekayasa genetika untuk mengobati penyakit ginjal stadium akhir yang dideritanya pada 2024 di Massachusetts General Hospital di Boston.

Meskipun awalnya berhasil, Slayman, meninggal hanya dua bulan setelah prosedur tersebut, yang disebut xenotransplantasi, setelah mengalami serangan jantung.

Namun, master mengatakan tidak ada indikasi kematiannya yang disebabkan oleh transplantasi tersebut. Hal ini membikin rasa mau tahu Andrew mengenai keberhasilan donor ginjal babi.

“Semakin banyak saya membaca tentang perihal itu, semakin saya berpikir itu mungkin berhasil,” ungkapnya.

Pada saat itu, prosedur tersebut baru dilakukan beberapa kali di seluruh Amerika Serikat, tetapi tim di Massachusetts General Hospital setuju untuk mempertimbangkan Andrews jika dia menyelesaikan beberapa bulan terapi bentuk untuk memperkuat dirinya dan mengurangi akibat tubuhnya menolak organ hewan tersebut dengan cepat.

Pada 25 Januari 2025, Andrew menjalani prosedur selama tiga jam, di mana ginjalnya yang sakit diangkat dan dia menerima satu ginjal babi.

Dia menghabiskan seminggu di rumah sakit sebelum dipulangkan dengan 51 jenis obat yang berbeda untuk mencegah sistem kekebalannya menolak ginjal babi, yang dia beri nama Wilma.

“Awalnya terasa hebat, yang saya sadari itu lantaran steroid. Steroid membikin saya merasa sangat baik, seperti Superman. Saat dosisnya dikurangi secara bertahap, keadaan menjadi sedikit lebih sulit. Ada banyak rintangan,” tuturnya.

‘Wilma’, membikin Andrew terhindar dari dialisis, tetapi selama beberapa bulan berikutnya, kondisinya berangsur-angsur memburuk. Ia mulai jarang buang air mini dan menderita indikasi seperti flu, demam, sakit kepala, dan mual, yang semuanya merupakan tanda-tanda penolakan organ.

Akhirnya, setelah 271 hari, sebuah rekor untuk transplantasi ginjal antar individu, Andrews menjalani operasi pengangkatan ‘Wilma’ pada Oktober 2025.

Lantaran tak lagi mempunyai ginjal, dia terpaksa kembali menjalani cuci darah, menjadi salah satu dari 90.000 penduduk Amerika yang menunggu ginjal dari manusia. Terlepas dari tingginya permintaan, hanya kurang dari 30.000 transplantasi ginjal yang dilakukan setiap tahun di AS.

“Saya seperti, ‘Ini saya lagi’. Saya tidak bisa berjalan, saya mau tidur sepanjang hari, saya selalu sakit. (Dialisis) itu berat bagi tubuh, berat bagi pikiran,” tuturnya.

Pada saat itu, dia sudah percaya bahwa dia hanya bakal mempunyai waktu beberapa bulan lagi untuk hidup. Banyak orang yang menjalani dialisis tanpa ginjal dapat hidup beberapa tahun, tetapi berada pada stadium lanjut penyakit ginjal dapat mempersingkat waktu tersebut menjadi beberapa bulan.

Ginjal sangat krusial untuk menyaring racun dan mineral dari tubuh, jadi tanpa ginjal limbah dan kalium bakal menumpuk di aliran darah, merusak paru-paru dan jantung.

Namun, keajaiban menghampirinya. Ia mendapatkan donor ginjal manusia yang nyaris cocok sempurna pada 12 Januari 2026. Namun, memerlukan jarak 87 mil di Boston. Para master di Mass General melakukan transplantasi ginjal pada Andrews.

Kini, dia adalah orang pertama di bumi yang menjalani transplantasi ginjal manusia setelah donor lain (xenotransplantasi).

Nah, itulah cerita pasien pertama di bumi yang menerima donor ginjal dari babi dan manusia. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Selengkapnya