Ciri Kamu Sedang Dibully di Kantor

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 7 menit 503x dilihat
Ciri Kamu Sedang Dibully di Kantor

9 Ciri-ciri Kamu Sedang Dibully di Kantor yang Bikin Tidak Nyaman Saat Bekerja/ Foto: magnific.com

Apakah Anda pernah merasa tidak nyaman di tempat kerja lantaran terus-menerus diremehkan, dikritik, alias sengaja dikucilkan oleh rekan kerja? 

Awalnya mungkin Anda menganggap perihal ini lantaran Anda belum berkawan dengan mereka alias sekadar bercanda. Akan tetapi, jika perihal ini terjadi secara berulang, bisa jadi Anda sedang mengalami bullying. Padahal, lingkungan kerja semestinya menjadi tempat yang kondusif dan membikin setiap karyawannya merasa dihargai.

Oleh lantaran itu, jika Anda mulai merasa tertekan lantaran perlakuan seseorang di kantor, jangan buru-buru menyalahkan dirimu alias menganggap Anda terlalu sensitif, Beauties! Kamu perlu mengenali ciri-ciri alias tanda bullying di tempat kerja berikut ini dan segera cari tahu langkah yang bisa Anda lakukan untuk menghadapinya.

Rekan Kerja Sengaja Mengabaikan alias Mengucilkan Kamu

Pelaku bullying di tempat kerja bisa jadi sengaja tidak membujuk alias mengabaikanmu dalam kegiatan sosial alias meeting penting./ Foto: magnific.com

Pelaku bullying di tempat kerja bisa jadi sengaja tidak membujuk alias mengabaikanmu dalam kegiatan sosial, meeting penting, alias kegiatan di instansi lainnya. Mereka apalagi bisa juga berdasar bahwa mereka tidak sengaja lupa mengundangmu.

Kalau pengucilan ini terjadi berulang kali apalagi sampai Anda tidak mendapatkan info dan undangan rapat penting, perihal ini bisa jadi sebuah tanda upaya manipulasi. Perilaku ini sebaiknya segera ditangani lantaran bisa menghambatmu dalam membangun hubungan yang baik dengan rekan kerja.

Kamu Terus-menerus Mendapatkan Kritik dan Hinaan

Seseorang yang memberikan kritik yang tidak membantumu berkembang secara terus-menerus bisa merupakan corak bullying./ Foto: magnific.com

Seperti yang dilansir dari Indeed, sebetulnya ada perbedaan antara kritik yang membangun dengan hinaan alias kritik terus-menerus yang justru tidak membantumu mengerjakan pekerjaan dengan lebih baik.

Padahal, memberikan kritik yang tidak membantumu berkembang bisa merupakan corak bullying. Perilaku ini juga ujung-ujungnya bisa membuatmu kurang percaya diri, kesulitan menyelesaikan pekerjaan, apalagi menghalang perkembangan kariermu.

Pendapatmu Selalu Diremehkan

Bentuk bullying yang kerap terjadi di instansi adalah setiap pendapat dan idemu selalu dianggap tidak krusial oleh orang lain apalagi saat ikut meeting./ Foto: magnific.com/yanalya

Bentuk bullying lainnya yang kerap terjadi di instansi adalah setiap pendapat dan idemu selalu diremehkan alias dianggap tidak krusial oleh orang lain, apalagi saat Anda ikut dalam suatu obrolan alias kerja sama tim.

Terkadang, jenis bullying seperti ini jarang alias susah disadari, apalagi saat Anda mengikuti sebuah rapat yang berjalan secara sigap dan penuh dengan diskusi.

Namun, perilaku bullying seperti ini tidak boleh dianggap remeh lantaran dapat menghalang kerja sama dan membuatmu jadi merasa terisolasi. Selain itu, kepercayaan dirimu juga bakal turun.

Ada yang Melontarkan Lelucon Ofensif alias Tidak Pantas Kepada Kamu

Melemparkan lelucon ofensif sebetulnya adalah corak bullying, tapi sering disamarkan sebagai candaan alias lelucon saja./ Foto: magnific.com

Salah satu corak bullying yang sering diabaikan lantaran dianggap sebagai candaan adalah mengatakan lelucon yang tidak layak tentang Anda alias orang lain di tempat kerja. Memang perihal ini susah untuk disadari lantaran tidak semua orang menganggapnya sebagai perilaku bullying.

Namun, jika lelucon yang dilemparkan kepadamu sudah sampai membuatmu jadi tidak nyaman alias sakit hati, jangan menganggapnya sepele.

Kamu Tidak Diberikan Kesempatan untuk Mengerjakan Proyek Sesuai Tanggung Jawabmu

Sesama tenaga kerja ada yang melakukan bullying dengan langkah tidak melibatkanmu dalam proyek yang sebetulnya memang jadi tanggung jawabmu./ Foto: magnific.com

Beberapa tenaga kerja memang ada yang melakukan bullying dengan secara sengaja tidak memberikanmu pekerjaan yang semestinya memang jadi tanggung jawabmu.

Sebaliknya, mereka justru hanya memberikan proyek yang tidak krusial alias membosankan dan tidak memberikan kesempatan bagi Anda untuk mendapatkan apresiasi.

Bentuk bullying seperti ini tidak boleh dianggap remeh alias Anda abaikan begitu saja. Hal ini lantaran perilaku tersebut bisa membuatmu kehilangan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, mendapatkan penghargaan, alias mengembangkan karier.

Mengganggu Privasimu

Pelaku bullying bisa saja mencoba memata-mataimu, mengawasi arsip pribadimu untuk menakut-nakuti alias apalagi memerasmu./ Foto: magnific.com/gpointstudio

Tanda-tanda bullying lainnya di instansi ialah pelaku perundungan sengaja mendengarkan percakapanmu, mengawasi perilakumu, membuka surat alias arsip pribadimu, memeriksa barang-barangmu, apalagi memata-mataimu.

Perilaku-perilaku tersebut merupakan corak bullying yang serius. Dalam kasus yang lebih parah, info pribadimu bisa digunakan untuk menakut-nakuti alias apalagi memerasmu.

Kamu Mendapatkan Kekerasan Fisik alias Diancam dengan Kekerasan

Kekerasan bentuk alias ancaman untuk melakukan tindak kekerasan adalah salah satu corak bullying di instansi yang paling serius./ Foto: magnific.com/DC Studio

Kekerasan bentuk alias ancaman untuk melakukan tindak kekerasan adalah salah satu corak bullying di instansi yang paling serius. Ancaman ini bisa jadi muncul lantaran co-worker ada yang marah, cemburu, alias mau memaksamu memberikan sesuatu yang mereka inginkan.

Padahal, tindakan seperti ini bisa menyebabkan cedera yang serius dan fatal. Jadi jika Anda diancam alias mendapat kekerasan fisik, jangan anggap remeh dan segera laporkan ke pihak yang berkuasa di tempat kerja.

Kamu Mendapat Tugas dan Deadline yang Tidak Adil alias Tidak Masuk Akal

Salah satu corak penyalahgunaan kewenangan yang akhirnya menjadi perilaku bullying adalah saat pemimpin memberikan tugas yang terlalu sulit./ Foto: magnific.com/ DC Studio

Salah satu corak dari penyalahgunaan kewenangan yang akhirnya menjadi perilaku bullying adalah saat pemimpin memberikan tugas yang terlalu susah kepadamu alias apalagi tugas tersebut mustahil diselesaikan dalam waktu yang ditentukan.

Misalnya, jika Anda kandas menyelesaikan pekerjaan tersebut lantaran deadline yang tidak realistis, pelaku bisa menggunakan kegagalanmu ini sebagai argumen untuk menghukum alias memberimu sanksi. 

Sayangnya, corak bullying seperti ini terkadang susah untuk dikenali lantaran biasanya dilakukan melalui sistem kerja perusahaan.

Hasil Kerjamu Diremehkan di Hadapan Atasan

Karyawan lainnya yang mau bersaing denganmu bisa sengaja menjatuhkan hasil kerjamu agar Anda terlihat lebih jelek di depan atasan./ Foto: magnific.com

Karyawan lainnya yang mau bersaing denganmu bisa saja sengaja meremehkan alias apalagi menjatuhkan hasil kerjamu agar Anda terlihat lebih jelek di depan atasan. Motivasi mereka melakukan perihal tersebut bisa bermacam-macam, mulai dari promosi, bonus, hingga penghargaan.

Namun, perilaku ini tak hanya bakal membuatmu rugi dan penghargaan yang semestinya Anda raih justru diberikan kepada orang yang salah, kondisi ini juga bisa mengganggu proses kerja dan membikin lingkungan kerja jadi tidak nyaman.

Cara Menghadapi Bullying di Tempat Kerja

Kalau Anda mengalami bullying di tempat kerja, jangan lupa untuk selalu mendokumentasikan setiap pekerjaanmu, bukti bullying, tegaskan batasan, dan laporkan ke HRD./ Foto: magnific.com/jcomp

Kalau hasil kerjamu sering dicap jelek alias ada yang mengambil angsuran atas pekerjaanmu padahal mereka tidak terlibat, jangan lupa untuk selalu mendokumentasikan pekerjaan, langkah kerja, dan kontribusimu. Hal ini bisa sangat berfaedah sebagai bukti jika mau melaporkannya ke pemimpin jika ada rekan kerja yang mencoba menjatuhkanmu.

Selain itu, Anda juga bisa mencatat secara diam-diam perincian apalagi mengumpulkan bukti terhadap setiap tindakan bullying yang terjadi. Dokumentasi tersebut dapat menjadi bukti ketika suatu saat Anda melaporkannya kepada HR untuk membantu menangani masalah.

Kalau Anda belum bisa segera melaporkan tindakan bullying ini kepada HR, Anda bisa mencoba menerapkan batasan. Sampaikan bahwa perilaku yang pelaku bullying lakukan kepadamu tersebut tidak bakal Anda toleransi dan jika terulang kembali, Anda bakal segera mengambil tindakan.

Setelah menerapkan batasan, Anda juga perlu memahami dan menjalankan akibat dari yang sudah Anda sampaikan. Tetaplah bersikap ahli dan tidak melakukan serangan balasan.

Kamu juga bisa melaporkannya kepada pemimpin alias HR, jika Anda sudah mencoba menyelesaikan masalah bullying sendiri tapi tidak kunjung berhasil. Sebelum itu, periksa kitab pedoman alias patokan tenaga kerja di tempat kerja untuk mengetahui langkah-langkah yang kudu Anda lakukan saat mengusulkan laporan alias keluhan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini

Bagikan Postingan