Dickson Leo, Brand Director lavojoy Indonesia, Ungkap lavojoy Hadir dari Inspirasi Menjadi Inovasi dan Dampak Nyata/ Foto: Dok. Beautynesia
Proses pembuatan setiap produk skincare alias personal care pasti memerlukan waktu yang panjang. Perhitungan matang untuk mendapatkan hasil maksimal perlu dilakukan dan tidak terbatas pada formulasinya saja, tapi juga gimana brand mengomunikasikan produk tersebut kepada konsumen. Namun untuk betul-betul mencuri hati konsumen, sebuah brand beauty kudu memahami, mendengarkan, dan menerjemahkan kebutuhan konsumennya menjadi produk yang bernilai.
Brand lavojoy adalah contoh menarik dari proses itu, Beauties. Memasuki tahun keempatnya, lavojoy terus bertumbuh tidak hanya dari sisi bisnis, tapi perkembangan produk yang semakin menjawab kebutuhan konsumennya. Proses pengembangan itu pun disampaikan lebih jauh oleh Dickson Leo selaku Brand Director lavojoy Indonesia kepada Beautynesia, hari Rabu (26/8/2026). Melalui perspektifnya, kita belajar gimana sebuah brand yang tulus mendengar konsumennya dapat melahirkan produk yang betul-betul dicintai.
Pesan “Love and Enjoy” yang Tersampaikan ke Publik

Dickson Leo, Brand Director lavojoy Indonesia dalam wawancaranya berbareng Beautynesia (26/8)/ Foto: Dok. Beautynesia
Di tengah pasar beauty Indonesia yang dinamis, Leo memandang konsumen sekarang semakin beragam dalam memilih produk. Ada yang condong setia pada produk yang sudah dipercaya dan terbukti sesuai dengan kebutuhannya, sementara ada pula yang senang mengeksplorasi produk baru dan mengikuti perkembangan tren beauty. Namun, di kembali perbedaan tersebut, konsumen semakin sadar bakal pentingnya memilih produk yang dapat memberikan pengalaman sekaligus faedah yang sesuai bagi dirinya.
Kesadaran terhadap self-care dan self-love tersebut menjadi salah satu perihal yang menurut Leo membikin filosofi “Love and Enjoy” tetap relevan bagi konsumen modern. Selama empat tahun, filosofi ini konsisten menjadi bagian dari lavojoy, bukan hanya sebagai tagline, tetapi sebagai nilai yang mau dihadirkan melalui setiap pengalaman konsumen dengan brand. “Dia senang nggak sama apa yang dia pakai? Dia bisa kasih akibat positif nggak ke teman-teman dia? Jadi, sebenarnya itu yang kita mau timbulkan dari filosofinya,” ujar Leo.
Selain dari segi feel, hasil nyata juga tidak kalah penting. Di sinilah lavojoy memainkan peran sebagai edukator yang memberikan wawasan kepada konsumen tentang beauty sehingga mereka bisa memilih produk yang tepat, dengan langkah pemakaian yang betul pula.
Ketika pesan yang disampaikan lavojoy ini dapat menimbulkan kesan kuat pada konsumennya, menurut Leo, ini menjadi perihal yang sama membanggakan dengan performa penjualan produk itu sendiri.
Ada Curhatan Konsumen di Balik Produk yang Dicintai

Produk lavojoy Tone up Body Serum, Hold Me Tight Pro, dan Flakes Off My Crown/ Foto: Dok. lavojoy Indonesia
Bagi lavojoy, feedback dari konsumen berkedudukan sangat krusial dalam pengembangan produk-produknya. “Walaupun kita sudah keluarkan produk, nggak ada semua produk itu perfect. Jadi kita kudu mendengarkan,” kata Leo. “Banyak mendengarkan itu nomor satu sih.”
Mereka bekerja sama dengan MT channel untuk melakukan survei pelanggan, baik yang sudah memakai lavojoy maupun yang baru mau mencoba. Dari survei itulah lavojoy mendengarkan cerita dan keluhan konsumennya, mulai dari argumen mereka memakai produk lavojoy, ketertarikannya mencoba lantaran viral di media sosial, alias keluhan saat memakai produk lantaran efeknya tidak sesuai alias justru menimbulkan masalah baru.
Ambil contoh Tone up Body Serum. Dahulu, produk yang menjadi salah satu hero ini hanya datang dalam satu shade. Namun lantaran ada konsumen yang cemas hasilnya terlalu terang pada warna kulit mereka, lavojoy pun mengembangkan shades yang lebih inklusif. Kini, Tone up Body Serum telah tersedia dalam empat shades, Beauties.
Product hero berikutnya yang mengalami pengembangan adalah Hold Me Tight Pro, sampo series hair fall yang mengalami tiga kali upgrade. Setiap pembaruan formula lahir dari feedback konsumen, seperti pada formulasi kedua, ada kemauan hasil yang lebih sigap dan yang moisturizing. Namun, keluhan konsumen yang merasa rambutnya kering dan kulit kepala terasa gatal lantaran formulasi kedua jadi kesempatan lavojoy untuk menyempurnakan produknya. Dari proses tersebut, lavojoy juga memandang pentingnya mengedukasi konsumen bahwa kondisi kulit kepala dapat mengalami beragam perubahan selama proses perawatan rambut, sehingga krusial untuk memahami penyebabnya dan memberikan perawatan yang sesuai.
Pengembangan tidak hanya dilakukan untuk produk lama, Beauties, tapi feedback konsumen juga melahirkan produk-produk baru. Misalnya produk sampo antiketombe lavojoy, Flakes Off My Crown. Sampo ini hadirkan formula berbasis Selenium dengan konsentrasi yang bisa disesuaikan kebutuhan, ialah 0,2% untuk ketombe ringan, 0,6% untuk kondisi menengah, dan 1% untuk ketombe parah.
Selain itu, ada pula Daily Shine Face Tone Up dengan SPF untuk membantu menyamarkan perbedaan warna kulit, sehingga wajah, leher, dan tubuh tampak lebih merata. Produk dengan botol pink mini yang baru dirilis bulan Juli lampau langsung sold out dalam 2 minggu.
“Jadi, kita menganggap serius apa yang disampaikan konsumen. Kalau mereka bilang ini memang bagus dan memang ini yang mereka butuhkan, ya kita sebagai brand memfasilitasi itu,” imbuh Leo.
Siap Hadapi Konsumen Beauty yang Semakin Demanding

Dickson Leo, Brand Director lavojoy Indonesia dalam wawancaranya berbareng Beautynesia (26/8)/ Foto: Dok. Beautynesia
Hero products sebagaimana disebutkan sebelumnya tidak lahir semata dari strategi pemasaran, tetapi juga dipengaruhi oleh sejumlah parameter lain, seperti permintaan pasar, tren yang terbentuk secara organik, dan performa penjualan. Leo menjelaskan, ketika lavojoy memperkenalkan sebuah penemuan alias produk baru, respons pasar menjadi salah satu parameter krusial untuk memandang gimana produk tersebut diterima konsumen. “Ketika sebuah produk sudah menjadi tren, otomatis banyak perihal positif yang mengikuti,” tuturnya. Hal tersebut dapat terlihat dari peningkatan volume penjualan, pencapaian target, hingga performa yang melampaui proyeksi.
Misalnya penjualan produk Daily Shine Body Serum. “Pada saat kita keluarin 00, 01, 02, itu sold out dalam waktu 2 bulan. Itu apalagi 120 ribu pieces. Itu di luar memang apa yang kita proyeksikan.”
Namun di kembali itu semua, ada tantangan yang menurut Leo tak kalah sulit, ialah mempertahankan tren untuk menjaga kestabilan. Karena itu, setiap strategi yang diambil perlu dipertimbangkan secara matang dan mempunyai arah yang jelas. “Kita kudu tahu apa yang mau kita capai,” katanya. Langkah tersebut menjadi krusial untuk menjaga relevansi brand sekaligus mempertahankan kepercayaan konsumen.
Salah satu langkah yang diambil untuk mempertahankannya seperti mengadakan kegiatan yang merangkul organisasi secara luas dimana mereka bisa secara langsung mencoba produk lavojoy. Dari situ, komentar positif didapatkan, sekaligus word-of-mouth yang mendorong brand sebagai top-of-mind.
Tak hanya mengikuti perkembangan tren yang ada saat ini, lavojoy juga mempertimbangkan gimana dinamika industri beauty bakal berkembang ke depannya. Leo memandang bahwa tren beauty bakal semakin menuntut brand untuk bisa menghadirkan produk yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan konsumen, tetapi juga memberikan kualitas dan value yang sepadan. “Ke depannya, konsumen tidak hanya bakal mempertimbangkan kualitas produk, tetapi juga harganya. Mereka bakal mencari produk yang bagus dengan nilai yang tetap terjangkau.” tuturnya.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, lavojoy tengah mempersiapkan pengembangan lini produk untuk satu tahun ke depan dengan konsentrasi pada pilihan yang lebih elastis dan individual bagi konsumen. Mulai dari format yang lebih praktis seperti travel size, hingga produk dengan kegunaan yang lebih spesifik, pengembangan ini menjadi bagian dari upaya lavojoy untuk menghadirkan pengalaman self-care yang semakin sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen.
“Itu sebenarnya sudah sempat kita riset, dan memang semestinya sejalan dengan apa yang diinginkan market. Jadi, saya hanya minta doanya agar lavojoy bisa terus memberikan apa yang memang dibutuhkan dan diinginkan konsumen,” pungkas Leo.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)