Saat ini, ada sebagian ibu mengandung yang melakukan persalinan caesar terlalu awal tanpa argumen medis yang jelas dan mendesak. Padahal, keputusan tersebut sangat berisiko bagi kesehatan bayi, Bunda.
Para mahir dari bagian obstetri dan ginekologi di Australia menyepakati bahwa ibu mengandung hanya boleh melakukan operasi caesar ketika kehamilan sudah berumur sekitar 39 minggu. Di luar itu, mereka tidak merekomendasikan, selain terdapat kondisi darurat yang mengharuskan bayi lahir lebih cepat.
Mengutip dari Australian Commission on Safety and Quality, pada tahun 2017 ditemukan 43 hingga 56 persen persalinan caesar terencana di Australia yang dilakukan sebelum usia kehamilan mencapai 39 minggu, dan tanpa argumen yang jelas. Artinya, cukup banyak bayi yang lahir terlalu awal tanpa kebutuhan mendesak, Bunda.
Hal yang lebih mengkhawatirkan lagi, sekitar 13 hingga 19 persen dari operasi caesar terencana dan tanpa argumen ini dilakukan apalagi sebelum usia kandungan mencapai 37 minggu. Tentunya ini kondisi sangat berisiko, karena organ tubuh bayi belum berkembang secara optimal.
Sementara menurut National Institutes of Health (NIH), kehamilan yang normal biasanya berjalan sekitar 40 minggu, dengan rentang kelahiran sehat di antara 38 hingga 42 minggu. itu sebabnya menentukan waktu persalinan yang tepat sangat krusial untuk kesehatan bayi.
Mengapa persalinan caesar awal berbahaya?
Ahli obstetri dan ginekologi dari Universitas Western Australia, Profesor John Newnham, menyebut bahwa persalinan awal di bawah rentang waktu normal cukup sering terjadi. Namun, yang bisa dia maklumi adalah kelahiran dengan kondisi medis yang mendesak.
Menurut Newnham, kehamilan di bawah 39 minggu itu tetap terlalu dini. Bila dipaksa untuk melakukan persalinan caesar, cemas bayi bakal mengalami lebih banyak masalah kesehatan. Bahkan, studi dari New England Journal of Medicine juga menegaskan perihal serupa.
Dari studi tersebut, ditemukan beberapa masalah kesehatan yang sangat berisiko. Mulai dari masalah pernapasan, hingga masalah perilaku dan keahlian belajar anak di kemudian hari.
Newnham kembali mengingatkan bahwa setiap minggu akhir di masa kehamilan begitu krusial dan krusial. Jadi, selama tidak ada kondisi medis tertentu, menunggu waktu yang tepat dapat membantu Si Kecil lahir dalam kondisi yang lebih siap dan sehat, Bunda.
Ketahui akibat dari persalinan caesar yang terlalu dini
Salah satu Bunda membagikan kisah persalinannya yang tertunda saat dia memutuskan untuk melakukan operasi caesar dini. Dibagikan melalui laman ABC News, Bunda berjulukan Alicia Cooney sempat dilarang bersalin oleh master yang menanganinya ketika usia kehamilannya baru 38 minggu.
Hal ini bukan tanpa alasan, Bunda. Pihak rumah sakit dan para tenaga medis mengaku sangat mengkhawatirkan akibat yang terjadi. Dokter yang menanganinya menyampaikan, bayi yang lahir melalui operasi caesar sebelum 39 minggu dan tanpa kondisi mendesak bakal mempunyai akibat lebih tinggi terkena paru-paru basah.
Mendengar itu, Bunda Cooney memutuskan untuk menunda operasi sampai waktu persalinan yang lebih tepat. Ia tidak mau sang anak nantinya kudu menerima akibat yang apalagi semestinya bisa tidak dia rasakan.
Temuan ini semakin diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli, Dr. Alan Tita, dari Universitas Alabama. Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis lebih dari 113 ribu ibu yang menjalani operasi caesar tanpa argumen medis yang jelas.
Hasilnya, ditemukan bahwa bayi yang lahir di rentang usia kehamilan 37 sampai 39 minggu mengalami gangguan pernapasan, kadar gula darah yang tidak stabil, hingga jangkitan serius. Tak hanya itu, bayi-bayi tersebut juga berpotensi mendapatkan penanganan unik di unit perawatan intensif neonatal (NICU).
Apakah operasi caesar awal tetap diperbolehkan?
Menurut Newnham, keputusan persalinan sebenarnya kembali lagi kepada kondisi medis yang dialami ibu dan bayi. Ia kembali menegaskan bahwa jika tidak ada kondisi mendesak, lebih baik ibu menunggu hingga usia kehamilan di atas 39 minggu lantaran itu pilihan yang terbaik.
Namun, andaikan ditemukan kondisi medis tertentu, persalinan awal tetap dapat dilakukan, Bunda. Misalnya, andaikan kondisi tersebut sudah mengganggu keselamatan Bunda alias Si Kecil, maka master bakal merencanakan tindakan yang sudah disesuaikan dengan prosedur.
Sayangnya, tetap terdapat beberapa aspek non-medis yang mempengaruhi keputusan persalinan lebih awal. Mulai dari sistem pembiayaan, kebijakan rumah sakit, kesiapan operasi, hingga budaya di akomodasi kesehatan itu sendiri.
Oleh lantaran itu, para mahir mendorong adanya perubahan kebijakan secara menyeluruh, baik dari pemerintah, rumah sakit, maupun pihak asuransi. Tujuannya adalah untuk menghindari penjadwalan persalinan caesar sebelum 39 minggu tanpa argumen medis yang kuat.
Demikian penjelasan mengenai ancaman persalinan caesar yang dilakukan sebelum waktunya. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·