Ekspektasi Gen Z di bumi kerja rupanya tidak selalu soal penghasilan tinggi, kedudukan cepat, alias akomodasi instansi yang mewah. Bagi generasi ini, beberapa batas sederhana justru dianggap sebagai standar yang semestinya sudah wajar.
Kalau Anda termasuk Gen Z, mungkin beberapa poin berikut terasa sangat relate. Kamu tetap mau bertanggung jawab atas pekerjaan, tetapi bukan berfaedah seluruh hidup kudu berputar mengelilingi pekerjaan tersebut.
Perbedaan langkah pandang inilah yang kemudian sering memunculkan perdebatan antargenerasi. Bagi sebagian pekerja senior, beberapa sikap Gen Z mungkin terlihat kurang loyal, sedangkan bagi anak muda, semuanya hanya bagian dari keseimbangan hidup. Yuk kita simak apa saja ekspektasi Gen Z di bumi kerja dilansir dari Your Tango!
Tidak Menjawab Urusan Kerja di Luar Jam Kantor

Tidak Bekerja di Luar Jam Kantor/Foto: Magnific
Pernah nggak, Beauties, baru sampai rumah lampau tiba-tiba ada pesan instansi masuk? Kalau Anda memilih menjawabnya besok, keputusan tersebut mungkin bukan berfaedah Anda malas. Gen Z condong menjaga pemisah antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Mereka tetap menyelesaikan tanggung jawab selama jam kerja, tetapi tidak selalu merasa kudu membalas telepon alias email saat akhir pekan.
Bagi Gen Z di bumi kerja, waktu pribadi dianggap krusial untuk keluarga, hubungan sosial, istirahat, dan kegiatan yang membikin hidup tetap seimbang.
Tidak Wajib Ikut Acara Kantor Setelah Pulang

Tidak Ikut Acara Setelah Pulang Kantor/Foto: Magnific
Kalau ada kegiatan happy hour setelah kantor, Anda mungkin pernah memilih langsung pulang. Bukan lantaran membenci rekan kerja, tetapi memang mau menggunakan waktu tersebut untuk kehidupan pribadi.
Gen Z tidak selalu tertarik mengikuti perjalanan perusahaan, kegiatan akhir pekan, alias kegiatan tambahan hanya demi membangun kesan loyal. Mereka lebih nyaman ketika hubungan ahli tetap mempunyai pemisah yang sehat.
Karena itu, ekspektasi Gen Z bukan berfaedah menolak bersosialisasi sepenuhnya. Mereka hanya mau punya pilihan untuk menentukan kapan pekerjaan dan kehidupan sosialnya berlangsung.
Berani Pindah Kerja demi Pengalaman

Berani Pindah Kerja untuk Cari Pengalaman/Foto: Magnific
Dulu, memperkuat puluhan tahun di perusahaan yang sama sering dianggap sebagai bukti loyalitas. Namun, pola tersebut tidak selalu menjadi tujuan utama bagi generasi muda sekarang.
Dalam materi yang diberikan, hanya sekitar 25 persen Gen Z yang tertarik mengalami perkembangan sigap dalam perusahaan yang sama. Sisanya lebih menghargai pengalaman berbeda dan kesempatan menemukan pekerjaan yang terasa lebih cocok.
Jadi, ketika Gen Z di bumi kerja memutuskan pindah, belum tentu mereka sedang menyerah. Bisa saja mereka memandang keputusan tersebut sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang.
Bisa Membicarakan Kesehatan Mental dan Nilai Pribadi

Berani Membicarakan Kesehatan Mental/Foto: Magnific
Beauties, membicarakan kondisi mental di tempat kerja mungkin tetap terasa sensitif bagi sebagian orang. Namun, Gen Z condong lebih terbuka mengenai perihal tersebut dibandingkan generasi sebelumnya.
Mereka juga mencari perusahaan yang mempunyai nilai dan tujuan yang selaras dengan kepercayaan pribadi. Karena itu, pembicaraan mengenai kesehatan mental, libur sakit, hingga kebutuhan tertentu semakin dianggap sebagai bagian dari kesejahteraan.
Sikap terbuka ini terkadang dianggap kurang ahli oleh generasi lebih tua. Padahal, bagi anak muda, menjaga kesehatan diri membantu mereka tetap bisa menjalankan pekerjaan dengan baik.
Berani Mempertanyakan Tradisi Kantor

Berani Mempertanyakan Tradisi Kantor/Foto: Magnific
Kenapa kudu selalu memakai patokan lama jika situasinya sudah berubah? Pertanyaan sederhana seperti ini cukup menggambarkan langkah sebagian Gen Z memandang bumi kerja.
Mereka berani mempertanyakan beragam kebiasaan, mulai dari patokan berpakaian hingga kebijakan cuti. Bukan selalu lantaran mau melawan atasan, tetapi lantaran mereka merasa lingkungan kerja juga semestinya bisa berkembang.
Inilah yang membikin ekspektasi Gen Z di bumi kerja terkadang terlihat berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka tidak selalu menerima sesuatu hanya karena, “Dari dulu memang begitu.”
Sebetulnya, banyak ekspektasi Gen Z di bumi kerja sebenarnya terdengar cukup sederhana. Mereka mau menyelesaikan pekerjaan, mempunyai pemisah waktu yang sehat, dan tetap mempunyai kehidupan di luar kantor.
Perbedaannya, generasi ini lebih berani menyuarakan kebutuhan tersebut. Jadi, menurut kamu, lima perihal tadi memang bare minimum alias justru terlalu banyak untuk bumi kerja?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)