Aplikasi PowerToys memang menghadirkan banyak fitur keren yang bisa berfaedah untuk banyak hal, mulai dari management Window, hingga untuk meningkatkan produktifitas.
Namun tentu, saking banyaknya fitur yang ada, makin lama system justru bakal terasa berat, apalagi dengan pemakaian resource yang juga bakal semakin meningkat.
Baca Juga : RAM 32 GB Jadi Zona Aman Para Gamers
Secara umum, PowerToys mungkin hanya memakai sekitar 80 MB hingga 200 MB RAM tergantung modul yang aktif, apalagi CPU nyaris idle saat tidak digunakan, untuk fitur seperti Color Picker, PowerRename, FancyZones dan fitur Grab and Move yang kemarin kita kabarkan sih itu harusnya sangat ringan dan nyaris tidak terasa di sistem kita.

Tapi apakah ada fitur yang justru memberatkan sistem?
Jawabannya ada. Meskipun memang mungkin tidak semua perangkat bakal merasakan perihal yang sama mengingat adanya perbedaan spesifikasi yang digunakan. Tapi beberapa modul di PowerToys memang banyak yang melangkah lebih aktif di background alias apalagi melibatkan proses tambahan, sehingga imbasnya penggunaan resource jadi lebih tinggi dibandingkan fitur ringan seperti FancyZones alias Color Picker.
PowerToys Run

Nah salah satu yang terasa berat adalah PowerToys Run, fitur ini bekerja dengan langkah terus mendengarkan input keyboard agar bisa langsung mucnul saat dipanggil, dan lantaran selalu aktif di Background, penggunaan RAM dan CPU bisa sedikit lebih tinggi, terutama jika Anda sering memanggilnya alias mempunyai banyak plugin yang aktif.

Seperti pada gambar diatas, dalam kondisi idle, fitur ini bisa menyantap RAM lebih dari 100 MB, untuk perangkat dengan RAM terbatas jelas fitur ini bakal terasa membikin berat perangkat.
Color Picker

Yang kedua ada fitur Color Picker. Secara fungsi, fitur ini memang terlihat ringan lantaran hanya digunakan untuk mengambil warna dari layar. Namun di kembali itu, Color Picker tetap melangkah di background untuk mendeteksi shortcut saat dipanggil.
Dampaknya memang kecil, tapi tetap ada konsumsi resource, terutama pada RAM. Biasanya tidak sebesar PowerToys Run, tapi jika dikombinasikan dengan banyak modul lain, efeknya bisa mulai terasa.
Selain itu, saat fitur ini aktif digunakan, bakal ada sedikit proses tambahan untuk membaca pixel di layar secara real-time, meskipun hanya dalam waktu singkat.
Peek
Yang ketiga ada Peek, dimana dalam kondisi tertentu fitur ini juga bakal terasa berat, misalnya saat membuka file besar seperti PDF alias file berbasis kode lantaran sistem kudu merender preview secara realtime.

Nah selain itu beberapa modul lain memang bakal terasa makin berat apalagi jika melangkah di background, tapi perlu diingat, semua fitur ini pada dasarnya sih ringan ringan saja apalagi jika Anda sudah menggunakan sistem yang lebih modern, tapi di perangkat dengan RAM terbatas alias CPU kelas entry level, kombinasi banyak fitur aktif bisa membikin sistem terasa lebih berat alias kurang responsif.
Baca Juga : Microsoft Sedang Berbenah untuk Rebut Kembali Pengguna Windows dan Xbox
Oleh lantaran itu, hanya gunakan modul yang betul benar pakai dan sebisa mungkin hindari penggunaan modul yang melangkah di background, apalagi jika Anda tetap pakai RAM dibawah 16 GB.
Nah apakah ada modul lain yang terasa berat? komen dibawah mengenai pengalamanmu guys.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
English (US) ·
Indonesian (ID) ·