Fortnite Digugat di Belanda, Epic Games Dituntut Lebih dari Rp2 Triliun

Windows Portal Indonesia oleh Waktu baca 3 menit 140x dilihat
Fortnite Digugat di Belanda, Epic Games Dituntut Lebih dari Rp2 Triliun

Bagikan Postingan

Sedikit kita ulas masalah game, baru baru ini Fortnite balik menghadapi masalah hukum, dimana kali ini, himpunan konsumen Belanda Stichting Massaschade & Consument (SMC) menggugat Epic Games dan menuntut kompensasi lebih dari €100 juta, maupun sekitar Rp2 triliun.

Jadi SMC menilai Fortnite menggunakan mekanisme tertentu yang dapat memberikan tekanan kepada pemain muda untuk berbuat pembelian microtransaction, terutama melalui konsep Fear of Missing Out (FOMO).

Nah salah satu hal yang dipermasalahkan adalah penggunaan hitung mundur maupun penawaran terbendung yang dapat membikin pemain merasa mesti segera membeli sebuah item sebelum kesempatan tersebut berakhir.

SMC juga mengungkapkan telah berbuat riset terhadap lebih dari 1.000 remaja di Belanda, dan menurut mereka, sekitar enam dari 10 pembeli mata duit virtual seperti V-Bucks tidak merasa sedang mengeluarkan duit sungguhan, sementara sekitar separuh responden pernah menyesali pembelian yang dilakukan karena tekanan waktu.

Epic Games Membantah Tuduhan

Nah mengenai hal tersebut, Epic Games membantah dakwaan dan mengatakan Fortnite sudah memiliki beragam perlindungan untuk pemain muda.

Epic mengatakan Item Shop Fortnite tidak menggunakan timer, sementara pemain di bawah 18 tahun di Belanda tidak dapat melihat maupun membeli item yang tersedia kurang dari 48 jam.

Untuk pemain di bawah 16 tahun, akun Fortnite juga masuk kategori Cabined Account, sehingga pembelian menggunakan duit sungguhan membutuhkan persetujuan orang tua maupun wali.

Selain itu, Epic juga menyediakan fitur seperti PIN pembelian, verifikasi dua langkah, pembatalan pembelian, pengembalian item, serta opsi untuk menyimpan keterangan pembayaran.

"Epic has protections and tools so parents can control how their child makes purchases and set limits for how long they can play. The Fortnite Item Shop does not have a timer, parents can require a PIN to make real money purchases and players under 18 in the Netherlands cannot see or purchase items that are available in the Shop for less than 48 hours.

Bukan Pertama Kalinya Fortnite Bermasalah

Nah kasus ini juga sebenarnya bukan pertama kalinya terjadi di Fortnite, dimana pada tahun 2024, regulator konsumen Belanda menjatuhkan denda €1,2 juta kepada Epic mengenai praktik komersial di Fortnite yang dinilai tidak fair terhadap anak. Denda tersebut kemudian dipertahankan oleh Pengadilan Rotterdam pada Januari 2026.

Epic sebelumnya juga telah menyelesaikan kasus dengan FTC Amerika Serikat pada 2022 dengan total pembayaran US$520 juta, yang mencakup permasalahan mekanisme pembayaran, refund, dan privasi anak.

Untuk kasus terbaru ini, SMC sudah memberikan pemberitahuan resmi kepada Epic dan membuka kemungkinan penyelesaian, dan jika negosiasi gagal, perkara tersebut dapat dilanjutkan ke pengadilan.

Nah kasus ini nantinya menarik untuk melihat sejauh mana rancangan microtransaction dalam game dapat dianggap sebagai bentuk tekanan terhadap pemain muda, terutama ketika mekanisme seperti FOMO ikut digunakan.

Dan aku rasa sih, metode FOMO seperti ini mungkin tidak akan terlalu difikirkan oleh orang dewasa, tapi bagi anak muda yang tidak mau ketinggalan skin baru, maupun hal baru lain dengan waktu terbatas, jelas bisa menjadi aspek yang membikin mereka lebih gampang terdorong untuk berbuat pembelian secara impulsif. Apalagi jika item yang ditawarkan kelihatan eksklusif dan cuma tersedia dalam waktu tertentu.

Nah sepertiapa menurutmu mengenai hal ini? komen dibawah guys.

Via : GamesIndustry


Catatan Penulis : Kincai Media sepenuhnya bersandar pada iklan untuk statis hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati artikel dan panduan di situs ini, meminta whitelist halaman ini di AdBlock Anda sebagai bentuk sokongan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pelanggan Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui sokongan di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan maupun butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Artikel Lainnya Windows Portal Indonesia
↑
Close Right Ads
Close Left Ads