Harga Storage Naik Terus, Seagate Sebut Ini “normal Baru” Era Ai

Mar 12, 2026 04:58 PM - 1 bulan yang lalu 31582

Kincai Media – Jika Anda berambisi nilai hard disk dan SSD bakal turun dalam waktu dekat, sebaiknya siapkan anggaran lebih. Industri penyimpanan informasi sedang mengalami perubahan fundamental, di mana kenaikan nilai yang terus-menerus sekarang disebut sebagai “normal baru”. Pemicu utamanya? Ledakan permintaan dari pusat informasi Artificial Intelligence (AI) yang tak terbendung.

Pernyataan mengejutkan ini datang langsung dari Chief Commercial Officer (CCO) Seagate, Ban-Seng Teh. Dalam wawancara dengan South China Morning Post, Teh mengungkapkan bahwa siklus naik-turun nilai yang biasa terjadi di industri memori telah berubah. “Sulit untuk mengatakan apakah ini bakal memperkuat selamanya,” katanya, seraya menambahkan bahwa siklus saat ini “sangat tidak biasa lantaran di masa lampau kami melalui siklus kekurangan dan kelebihan pasokan.” Siklus yang dia gambarkan ini bukan sekadar perubahan biasa, melainkan sebuah “supercycle” yang didorong oleh AI.

Tekanan nilai ini terasa di seluruh rantai pasokan. Seagate sendiri mengakui telah “pasti memandang biaya yang meningkat” akibat kenaikan nilai DRAM. Meski konsumsi DRAM perusahaan kreator hard disk ini lebih rendah dibandingkan kreator PC alias operator pusat informasi hyperscale, dampaknya tetap signifikan. Laporan dari firma analis TrendForce memperkuat gambaran suram ini. Mereka memprediksi nilai perjanjian server DRAM bakal melonjak sekitar 90% secara quarter-over-quarter (QoQ) pada kuartal pertama 2026. Angka ini apalagi direvisi naik dari perkiraan sebelumnya yang “hanya” 55-60%. Penyebabnya adalah ketidakseimbangan pasokan dan permintaan yang memburuk, di mana penyedia jasa cloud terus mempercepat pesanan untuk mengamankan alokasi. Harga PC DRAM juga diproyeksikan lebih dari dua kali lipat QoQ pada periode yang sama, mencatatkan rekor baru.

Bagi Anda yang berencana membeli perangkat seperti Steam Machine alias konsol handheld, tren ini adalah buletin buruk. Kenaikan biaya komponen memori bakal langsung berakibat pada nilai jual akhir produk. Ini seperti mempercepat kiamat RAM 2026 yang sudah diisukan sebelumnya, di mana stok dan nilai perangkat gaming bisa jadi korban berikutnya.

Lebih Dari Sekedar DRAM: Tekanan Harga Multidimensi

DRAM bukan satu-satunya biaya yang membebani Seagate. Perusahaan juga menghadapi kompleksitas logistik akibat nilai minyak yang bergejolak, didorong oleh bentrok terkini di Timur Tengah. Harga minyak mentah sempat melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun, mendekati 120 dolar AS per barel, sebelum akhirnya mundur di bawah 100 dolar. Teh mengungkapkan bahwa Seagate sedang aktif meninjau ulang rute pengiriman untuk merespons krisis ini. Jadi, angin besar yang dihadapi industri ini datang dari beragam arah: dari pabrik chip hingga jalur pelayaran internasional.

Namun, di kembali semua tekanan biaya ini, ada satu kekuatan raksasa yang justru menguntungkan Seagate: gelombang permintaan AI yang sama yang mendongkrak nilai memori. Teh menyebut bahwa pertumbuhan tahunan permintaan penyimpanan data, yang dulu diperkirakan timnya bakal tetap di bawah 20%, justru berkembang dalam kisaran pertengahan 20-an persen. Pertumbuhan eksponensial inilah yang mendefinisikan “supercycle” tadi. Dunia memerlukan lebih banyak tempat untuk menampung informasi yang menjadi makanan pokok AI, dan Seagate berupaya memenuhi kebutuhan itu.

Lantas, gimana perusahaan merespons? Jawabannya terletak pada penemuan kepadatan areal. Permintaan yang meledak mendorong industri menuju kepadatan yang lebih tinggi. Seagate baru-baru ini mulai mengirimkan platform Mozaic 4+, hard drive generasi berikutnya yang menggunakan teknologi heat-assisted magnetic recording (HAMR), kepada dua penyedia cloud hyperscale yang tidak disebutkan namanya. Kapasitasnya? Mencapai 44TB per drive. Menurut CEO Seagate Dave Mosley, kapabilitas hard drive nearline perusahaan ini dialokasikan hingga akhir 2026, dengan perjanjian pasokan kepada pengguna cloud besar yang bertindak hingga 2027. Artinya, permintaan sudah dipesan jauh-jauh hari.

Masa Depan Penyimpanan: Mahal dan Terus Berkembang

Dengan perspektif dari Teh dan Mosley, konsumen yang berambisi mendapat keringanan dari nilai penyimpanan tinggi tampaknya kudu menunggu sangat lama, jika bukan selamanya. Era SSD 1TB murah, seperti yang pernah dinikmati banyak orang, mungkin betul-betul telah berakhir. Kenaikan nilai hard drive yang mencapai rata-rata 46% sejak September, seperti yang dilaporkan dalam tulisan lain, adalah bukti nyata di tingkat konsumen. Barang ikonik seperti Seagate BarraCuda 24TB sekarang dibanderol sekitar 500 dolar AS.

Implikasinya sangat luas. Bagi industri gadget, ini berfaedah harga smartphone flagship dengan storage besar bakal semakin premium. Bagi developer game dan konten kreator, biaya penyimpanan proyek menjadi lebih besar. Bagi perusahaan rintisan yang berjuntai pada cloud, tagihan jasa penyimpanan informasi bisa membengkak. Siklus “boom and bust” tradisional, di mana nilai naik lampau jatuh saat pasokan membaik, tampaknya telah digantikan oleh “boom and… extended boom” yang didorong oleh nafsu tak terpuaskan bakal informasi untuk AI.

Jadi, apa yang bisa dilakukan pengguna biasa? Menerima bahwa penyimpanan adalah investasi, bukan lagi komoditas murah. Mempertimbangkan dengan lebih jeli kebutuhan riil versus keinginan. Dan mungkin, mulai memilah informasi lama yang bisa diarsipkan alias dihapus. Normal baru di industri penyimpanan ini mencerminkan sebuah realitas yang lebih besar: di era AI, informasi adalah emas baru, dan tempat menyimpannya menjadi tambang yang sangat berharga—dan mahal. Siapkah Anda menghadapinya?

Selengkapnya