Jakarta -
Merendam kaki di air hangat saat mengandung sering dipilih ibu mengandung untuk mengatasi kaki bengkak, meredakan pegal, hingga membikin tubuh lebih rileks. Namun, ada juga ibu mengandung yang merasa cemas kebiasaan tersebut dapat membahayakan janin.
Lantas, apakah merendam kaki di air hangat betul-betul aman?
Menurut master ahli obstetri dan ginekologi dari Cleveland Clinic, Dr Alison Stalzer, merendam kaki di air hangat umumnya kondusif dilakukan selama kehamilan. Tapi, ibu mengandung perlu menghindari berendam seluruh tubuh di air yang terlalu panas, seperti hot tub, sauna, alias ruang uap, lantaran dapat meningkatkan suhu inti tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah ibu mengandung boleh merendam kaki di air hangat?
Dr Stalzer menjelaskan bahwa merendam kaki dan betis di air hangat tidak mungkin meningkatkan suhu inti tubuh. Alhasil, risikonya berbeda dengan berendam seluruh tubuh di bak air panas.
"Secara umum kondusif untuk merendam kaki di hot tub saat hamil. Hanya merendam kaki bagian bawah kemungkinan tidak bakal meningkatkan suhu inti tubuh," jelas Dr. Stalzer melansir dari Health Cleveland Clinic.
Namun, jika mau merendam kaki, gunakan air hangat, bukan air yang terlalu panas.
Dr Stalzer juga mengingatkan ibu mengandung yang berkulit sensitif lantaran berendam di hot tub bisa mengganggu kulit selama kehamilan.
Mengapa ibu mengandung tidak dianjurkan berendam di air panas?
Merendam kaki berbeda dengan berendam seluruh tubuh di air panas yang dapat meningkatkan suhu inti tubuh. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ibu mengandung sebaiknya menghindari kondisi yang dapat menyebabkan peningkatan suhu inti tubuh.
Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa hipertermia pada awal kehamilan dikaitkan dengan peningkatan akibat gangguan perkembangan janin, termasuk abnormal tabung saraf (neural tube defects), meski risikonya dipengaruhi tingkat dan lamanya paparan panas.
Selama trimester pertama, kata Dr Stalzer, janin sedang mengembangkan organ vital, termasuk otak dan sumsum tulang belakang. Pada masa ini krusial untuk menjaga suhu inti tubuh tetap normal agar proses perkembangan janin berjalan optimal.
"Suhu tubuh yang tinggi dapat membahayakan perkembangan janin, dan berpotensi menyebabkan abnormal tabung saraf seperti spina bifida alias anensefali," jelas Dr Stalzer.
Ketika kehamilan telah mencapai trimester kedua alias ketiga, perkembangan tersebut sebagian besar telah selesai. Namun, berendam di bak air panas tetap bukan buahpikiran yang baik.
Selain itu, air panas juga dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga tekanan darah menurun. Pada ibu hamil, kondisi ini dapat memicu pusing, lemas, apalagi meningkatkan akibat jatuh.
"Saat hamil, Anda mempunyai lebih banyak darah di tubuh... Bak air panas menurunkan tekanan darah sehingga darah ekstra ini memerlukan waktu lebih lama untuk mengalir ke kepala. Saat berdiri, Anda mungkin merasa pusing alias lemas dan bisa jatuh alias pingsan," ujar Dr Stalzer.
Manfaat merendam kaki saat hamil
Penelitian unik mengenai rendam kaki pada ibu mengandung tetap terbatas, namun air hangat diketahui dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks.
Beberapa faedah merendam kaki adalah membantu mengurangi rasa pegal setelah beraktivitas, memberikan sensasi nyaman, serta membantu ibu mengandung lebih rileks sebelum tidur.
Namun, jika kaki bengkak disertai nyeri hebat, kemerahan, hanya terjadi pada satu kaki, alias muncul sesak napas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan master lantaran kondisi tersebut dapat menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius.
Tips kondusif merendam kaki saat hamil
Jika Bunda memutuskan untuk merendam kaki, dapat melakukan langkah ini untuk mencegah potensi kuman rawan dengan:
- Hanya menggunakan bak air panas yang bersih dan terawat dengan baik
- Menggunakan air hangat, bukan air yang terlalu panas
- Tidak memasukkan kaki jika terdapat luka terbuka alias borok di kaki alias tungkai
- Menjauhkan tangan dari mata, hidung, dan mulut
- Mencuci tangan setelah berada di bak air panas
- Hentikan jika pusing, mual, alias merasa tidak nyaman.
Bagaimana dengan sauna dan ruang uap?
Dr Stalzer menegaskan bahwa sauna, ruang uap, maupun hot tub sebaiknya dihindari selama kehamilan. Selain meningkatkan suhu tubuh, sauna juga dapat menyebabkan dehidrasi.
Kekurangan cairan selama kehamilan dapat mengganggu kondisi ibu dan berpotensi memengaruhi kehamilan jika berat.
Sebagai alternatif, Bunda dapat memilih mandi air hangat dengan suhu yang nyaman. Cleveland Clinic menyarankan sebagai alternatif, Bunda dapat memilih mandi air hangat dengan suhu yang terasa nyaman dan tidak terlalu panas agar tidak meningkatkan suhu inti tubuh.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·