Ini Daftar Fenomena Langit Sepanjang September 2026, Ada Harvest Moon!

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 4 menit 508x dilihat
Ini Daftar Fenomena Langit Sepanjang September 2026, Ada Harvest Moon!

Ini Daftar Fenomena Langit Sepanjang September 2026, Ada Harvest Moon!/Foto: Pexels/Philipp Deus

Beauties, di September 2026 ini, bersiap untuk menyaksikan beragam kejadian langit yang memanjakan mata. Fenomena astronomi ini melibatkan objek langit seperti matahari, bulan, planet, bintang, komet dan meteroid. Beberapa pergerakan benda-benda langit tersebut dapat kita amati dari bumi, baik dengan mata bugil ataupun support alat.

Mulai dari Bulan Purnama hingga Harvest Moon, berikut ini daftar kejadian langit sepanjang September 2026 yang bisa Anda amati, dilansir CNN Indonesia dari timeanddate dan In The Sky.

Hujan Meteor Aurigid

Fenomena langit pertama yang bisa Anda saksikan ada hujan meteor Aurigid. Fenomena ini aktif mulai 28 Agustus hingga 5 September, dengan puncaknya terjadi sekitar 1 September.

Selama periode ini, intensitas hujan meteor yang terletak di rasi bintang Auriga ini bakal meningkat. Jumlah meteor yang terlihat bakal semakin banyak seiring semakin tingginya posisi titik radian di langit, Beauties.

Jika dilihat dari Jakarta, hujan meteor ini tidak bakal terlihat sebelum sekitar pukul 01.33 WIB setiap malam, saat titik radiannya muncul di atas alam timur. Hujan meteor ini kemudian bakal tetap aktif hingga fajar menyingsing sekitar pukul 05.29.

Titik radian mencapai titik tertinggi di langit setelah fajar, sehingga hujan meteor ini kemungkinan bakal menampilkan pemandangan terbaiknya sesaat sebelum fajar, saat titik radiannya berada pada posisi tertinggi.

Konjungsi Bulan Sabit dan Mars

Ilustrasi kejadian langit

Ilustrasi/Foto: Pexels/Dijanynni Kiratza

Dalam konteks astronomi, konjungsi adalah kejadian ketika dua alias lebih barang langit terlihat sangat berdekatan jika diamati dari Bumi. Pada 6 hingga 7 September 2026, bulan sabit tipis bakal tampak berdampingan secara visual dengan Planet Merah, Mars. Perkiraan kejadian ini terjadi pada 6 September 2026 pukul 18.24 UTC alias sekitar 7 September 2026 pukul 01.24 WIB.

Kemudian, pada tanggal 27 September, Bulan juga bakal tampak berdekatan dengan Saturnus. Peristiwa konjungsi ini dapat diamati dengan mata bugil di langit bagian timur menjelang subuh.

Okultasi Bulan

Okultasi bulan adalah peristiwa saat Bulan melintas di depan barang langit lain, seperti planet alias bintang, dan menutupinya dari pandangan kita di Bumi. Pada 8 September, Bulan bakal melintas di depan Jupiter. Peristiwa Bulan menutupi Jupiter ini hanya dapat dilihat dari beberapa lokasi, termasuk sebagian daerah Rusia timur.

Pada 14 September, beberapa lokasi, termasuk Kuala Lumpur, dapat menyaksikan Bulan menutupi Venus, sedangkan di tempat lain keduanya bakal tampak berdekatan di langit.

Ekuinoks September

Pada 23 September, Matahari bakal berada tepat di atas suatu titik di khatulistiwa Bumi. Di momen ini, lama siang dan malam bakal lebih seimbang, masing-masing sekitar 12 jam di lebih banyak wilayah.

Ekuinoks September umumnya menandai titik kembali musim. Di utara khatulistiwa, ini adalah ekuinoks musim gugur, yang membikin malam menjadi lebih panjang daripada siang. Sebaliknya, ini adalah ekuinoks musim semi di selatan khatulistiwa, yang membikin siang menjadi lebih panjang daripada malam.

Bulan Purnama Harvest Moon

Ilustrasi harvest moon

Ilustrasi/Foto: Pexels/Sóc Năng Động

Harvest moon adalah bulan purnama yang terlihat pada bulan September. Puncak kejadian Harvest Moon pada tahun 2026 bakal terjadi pada tanggal 26 September 2026 pukul 23.48 WIB.

Fenomena ini membikin Bulan tampak lebih besar, terang, dan terbit lebih awal setelah mentari terbenam, Beauties. Kamu bisa mengamati peristiwa tersebut dengan jelas di seluruh daerah Indonesia asalkan kondisi langit cerah dan tidak tertutup awan alias polusi asap.

Cassiopeia Lebih Mudah Terlihat

Cassiopeia adalah rasi bintang yang menyerupai huruf "W" alias "M". Cassiopeia bakal mudah ditemukan sepanjang bulan ini lantaran berkarakter sirkumpolar alias tidak pernah terbenam di bawah alam jika diamati dari daerah utara sekitar 34 derajat LU.

Dikarenakan sangat mudah dikenali, rasi bintang ini menjadi titik referensi yang berfaedah untuk melakukan navigasi ke rasi bintang lain yang lebih susah alias barang langit lainnya, termasuk Bima Sakti.

Hujan Meteor Sextantid

Dilansir dari detikcom, rangkaian kejadian astronomi bulan ini ditutup oleh puncak Hujan Meteor Sextantid pada 27 September. Hujan meteor ini memancar dari konstelasi Sextans dan paling baik diamati pada jam-jam terakhir sebelum fajar.

Waktu aktif berjalan sejak 9 September hingga 9 Oktober. Hujan meteor ini terjadi pada siang hari, dengan begitu dia dikenal sebagai daytime meteor shower lantaran titik radiannya berada tinggi setelah Matahari terbit.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini

Bagikan Postingan