Ini Dia Negara Paling Jujur dan Paling Tidak Jujur di Dunia, Indonesia Masuk Mana?

Jul 31, 2026 02:15 PM - 1 hari yang lalu 114

Jakarta -

Bunda, setiap negara sering kali mempunyai karakter yang melekat di mata banyak orang. Namun, dugaan tersebut umumnya hanya berasas stereotip alias pengalaman pribadi, bukan bukti ilmiah.

Hal itu membikin para peneliti penasaran, apakah tingkat kejujuran masyarakat di beragam negara betul-betul bisa diukur melalui penelitian.

Untuk menjawabnya, mereka melakukan penelitian menggunakan ribuan dompet yang sengaja “dihilangkan”. Dari penelitian ini, terungkap daftar negara yang dinilai paling jujur hingga tidak berasas tingkat pengembalian dompet.


Penelitian menggunakan dompet hilang

Dilansir BBC Science Focus, para peneliti melakukan penelitian dengan 17.003 dompet yang sengaja dibuat seolah-olah hilang.

Dompet-dompet tersebut diserahkan kepada pegawai alias petugas di beragam tempat upaya dan lembaga di 355 kota yang tersebar di 40 negara. Setelah itu, peneliti mencatat berapa banyak dompet yang akhirnya dikembalikan kepada pemiliknya.

Hasilnya menunjukkan bahwa Swiss, Norwegia, dan Belanda menjadi negara dengan tingkat kejujuran tertinggi lantaran warganya paling sering mengembalikan dompet yang ditemukan.

Sebaliknya, Peru, Maroko, dan China berada di urutan terbawah. Di China, hanya sekitar 7 persen dompet kosong yang dikembalikan. Sementara di Peru, hanya 13 persen dompet yang berisi duit sukses kembali kepada pemiliknya.

Sementara itu, di Amerika Serikat dan Inggris berada di posisi tengah. Sekitar 52 persen dompet di Amerika Serikat dan 50 persen dompet di Inggris sukses dikembalikan.

10 Negara yang paling jujur

  1. Swiss
  2. Norwegia
  3. Belanda
  4. Denmark
  5. Swedia
  6. Polandia
  7. Republik Ceko
  8. Selandia Baru
  9. Jerman
  10. Perancis

10 Negara yang paling tidak jujur

  1. Turki
  2. China
  3. Maroko
  4. Peru
  5. Kazakhstan
  6. Kenya
  7. Malaysia
  8. Uni Emirat Arab
  9. Indonesia
  10. Ghana

Negara kaya condong lebih jujur?

Secara umum, negara-negara yang berada di ranking atas merupakan negara dengan kondisi ekonomi yang lebih baik. Sebaliknya, banyak negara berpenghasilan rendah berada di posisi terbawah.

Hal ini memunculkan dugaan bahwa masyarakat di negara yang lebih miskin mungkin mempunyai dorongan ekonomi yang lebih besar untuk menyimpan peralatan yang ditemukan daripada mengembalikannya.

Hasil penelitian belum bisa dijadikan konklusi mutlak

Meski hasilnya terlihat jelas, para peneliti menegaskan bahwa penelitian ini belum bisa memastikan negara mana yang betul-betul jujur alias paling tidak jujur, Bunda.

Menurut pengajar di Norwegian School of Economics, Dr. Jareef Martuza, banyak aspek yang dapat memengaruhi seseorang mengembalikan dompet yang ditemukan. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

  • Kepentingan pribadi
  • Norma alias kebiasaan masyarakat dalam mengembalikan peralatan yang hilang
  • Serta kondisi alias situasi di masing-masing negara

Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa hasil pengukuran kejujuran bisa berubah tergantung langkah mengukurnya.

Dalam salah satu eksperimen, peserta diminta melempar koin lampau melaporkan hasilnya sendiri. Jika mendapat gambar tertentu, mereka bakal menerima uang. Karena tidak ada yang mengawasi, peserta bisa saja mendusta demi mendapatkan hadiah.

Hasilnya, tingkat kejujuran sangat berbeda di tiap negara, mulai dari 3,4 persen di Inggris hingga 70 persen di China.

Sementara itu, pada penelitian lain, peserta diminta mengerjakan tes secara online. Mereka bisa dengan mudah menyontek lantaran jawaban betul bakal diberi bingkisan uang.

Dalam penelitian ini, Jepang menjadi negara dengan peserta paling jujur, disusul Inggris, sedangkan Turki memilik tingkat kejujuran yang paling rendah.

Cara mengukur kejujuran memengaruhi hasil

Dari beragam penelitian tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa tidak ada satu metode yang betul-betul bisa menggambarkan tingkat kejujuran suatu negara.

Dengan kata lain, hasil penelitian bisa berbeda-beda tergantung gimana kejujuran itu diukur. Oleh lantaran itu, daftar negara paling jujur maupun paling tidak jujur sebaiknya tidak dianggap sebagai konklusi yang mutlak.

Nah, itulah daftar negara yang paling jujur dan tidak berasas hasil penelitian. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/pri)

Selengkapnya