Ngidam saat mengandung dianggap sesuatu yang normal. Selama hamil, calon Bunda bisa ngidam makanan tertentu alias jenis makanan yang sebelumnya sama sekali tidak disukai.
Lantas, gimana bisa seorang wanita vegetarian mendadak ngidam daging? Apa yang membikin ngidam ini tiba-tiba muncul ya?
Sebelum membahasnya, Bunda perlu ketahui dulu tentang pola makan seorang vegetarian. Melansir dari laman Eatright, orang yang mengikuti pola makan vegetarian tidak pernah makan daging, ikan, alias daging unggas. Sebaliknya, mereka mengandalkan beragam makanan nabati untuk mendukung kesehatan.
Beberapa orang yang mengikuti pola makan vegetarian mungkin tetap mengonsumsi produk susu dan telur. Namun, ada juga yang menghindari semua produk makanan dari hewan.
Perempuan vegetarian yang sudah terbiasa menjauhi daging bisa saja tiba-tiba menginginkannya saat hamil. Setidaknya perihal itu pernah dialami seorang Bunda berjulukan MacKenzie Passegger. Saat mengandung anak keduanya beberapa waktu lalu, MacKenzie Passegger yang telah menjadi vegetarian sejak kecil, tiba-tiba saja ngidam makan daging.
"Saya pernah sampai pada titik di mana saya sampai menangis hanya lantaran mau makan steak alias hamburger," kata Passegger kepada Insider.
Bunda dua anak ini awalnya mencoba mengabaikan kemauan ngidamnya. Tetapi selama trimester kedua dan setelah berkonsultasi dengan dokternya, dia akhirnya menyerah. Dokter kandungan meyakinkan bahwa ngidam ini kemungkinan adalah sinyal dari tubuh bahwa dia kekurangan nutrisi krusial dan tidak boleh mengabaikannya.
Penyebab seorang vegetarian ngidam makan daging saat hamil
Pengalaman ngidam Passegger bukanlah perihal yang aneh, Bunda. Menurut ginekolog Dr. Allison Suttle, banyak pasien vegetarian alias vegan mengalami kemauan makan daging selama kehamilan alias tepat setelah melahirkan.
Suttle mengatakan bahwa ngidam bisa menjadi tanda bahwa tubuh kekurangan nutrisi tertentu. Ngidam daging selama kehamilan dan setelah melahirkan sering kali disebabkan oleh kekurangan unsur besi.
"Saya selalu berpesan kepada pasien, dengarkan tubuh kamu. Tubuh bakal memberi tahu kita kapan dia memerlukan hal-hal tertentu," ungkap Suttle.
Perlu diketahui, sebagian besar wanita usia produktif mempunyai persediaan unsur besi yang rendah lantaran kehilangan darah di siklus menstruasi. Saat hamil, wanita memerlukan lebih banyak unsur besi untuk membantu mendukung pertumbuhan janin.
Setelah melahirkan, seorang ibu dapat mengalami kekurangan unsur besi yang lebih parah lantaran kehilangan darah saat melahirkan. Keinginan makan daging usai melahirkan dapat terjadi lantaran tubuh mencoba mengganti kehilangan unsur besi dan protein yang lenyap selama persalinan, Bunda.
"Saya pernah menemui beberapa pasien vegetarian alias vegan yang mengatakan, 'Kamu tahu saya tidak suka daging, saya tidak menginginkannya, tetapi sekarang saya mengandung dan saya tidak bisa berakhir memikirkan steak. Kondisi tersebut agak menyedihkan bagi mereka," kata Suttle.
Selain lantaran kekurangan unsur besi, kemauan mengonsumsi daging selama kehamilan juga bisa dikaitkan dengan kebutuhan tubuh bakal vitamin B12. Vitamin yang mendukung sistem saraf ibu dan bayi ini sering ditemukan dalam produk hewani, seperti daging merah, susu, dan salmon.
Kenapa daging bagus untuk ibu hamil?
Konsumsi daging saat mengandung dengan porsi yang tepat sebenarnya sangat dianjurkan, Bunda. Ahli anestesi bersertifikat yang berbasis di Los Angeles, California, Dr. Myro Figura, mengatakan bahwa daging tak hanya mengandung vitamin dan unsur besi, tapi juga kolin yang krusial bagi perkembangan otak janin.
"Daging adalah protein berbobot tinggi yang bisa didapatkan, kaya bakal nutrisi seperti kolin, dan 90 persen ibu mengandung tidak mendapatkan cukup kolin. Itu krusial lantaran ibu yang mendapatkan cukup kolin selama kehamilan bisa melahirkan anak yang lebih pandai tujuh tahun kemudian," ungkap Figura, dikutip dari Times of India.
Dampak vegetarian pada kehamilan
Sejauh ini sudah banyak studi mengungkap akibat menjalani pola makan vegetarian pada kehamilan. Salah satunya adalah studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Metabolism Open tahun 2025.
Studi ini mengungkapkan bahwa pola makan vegetarian ketat selama kehamilan dikaitkan dengan peningkatan akibat bayi lahir dengan berat badan dan panjang badan yang lebih rendah, dibandingkan bayi lain dengan usia kehamilan yang sama.
Nah, untuk mengurangi akibat tersebut, studi merekomendasikan pengembangan pedoman diet unik yang menekankan asupan nutrisi krusial seperti vitamin B12, unsur besi, masam lemak omega-3, dan yodium. Tak hanya itu, suplementasi dan konseling diet juga dapat disesuaikan, terutama yang mencakup makanan sehat.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyempurnakan pedoman ini dan mengeksplorasi dampaknya pada beragam populasi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·