Jakarta -
Setelah melewati proses persalinan, banyak Bunda mengira tantangan sudah selesai. Padahal, tubuh tetap terus beradaptasi. Salah satu perihal yang sering bikin kaget adalah tubuh jadi mudah berkeringat, apalagi saat tidak melakukan kegiatan berat, terutama di malam hari. Kondisi ini sering disebut sebagai postpartum night sweats.
Tenang, Bunda. Ini adalah perihal yang umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya. Yuk, pahami penyebabnya dan gimana langkah mengatasinya.
Kenapa Bunda jadi mudah berkeringat setelah melahirkan?
Berkeringat berlebihan setelah melahirkan bukan tanpa alasan. Ada beberapa aspek utama yang memengaruhi:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Perubahan hormon yang drastis
Setelah melahirkan, kadar hormon seperti estrogen dan progesteron turun secara signifikan. Penurunan ini memengaruhi sistem pengatur suhu tubuh, sehingga tubuh jadi lebih mudah berkeringat.
Menurut penelitian dalam jurnal Obstetrics & Gynecology, perubahan hormonal postpartum bisa memicu gangguan termoregulasi (pengaturan suhu tubuh), yang menyebabkan keringat berlebih terutama di malam hari.
2. Proses pengeluaran cairan berlebih
Selama kehamilan, tubuh menyimpan lebih banyak cairan. Setelah melahirkan, tubuh bakal 'membuang' kelebihan cairan tersebut melalui urine dan keringat. Ini adalah langkah alami tubuh kembali ke kondisi normal.
3. Metabolisme tubuh yang tetap tinggi
Tubuh Bunda tetap bekerja keras untuk pemulihan, termasuk produksi ASI. Proses ini memerlukan daya besar, sehingga meningkatkan suhu tubuh dan memicu keringat.
4. Stres dan kelelahan
Kurang tidur, penyesuaian dengan bayi, serta perubahan emosional juga bisa membikin sistem saraf lebih aktif, yang akhirnya memicu produksi keringat berlebih.
Apakah wajar jika jadi mudah berkeringat pasca melahirkan?
Berkeringat setelah melahirkan adalah kondisi yang sangat umum terjadi, terutama dalam beberapa minggu pertama setelah persalinan. Namun, jika keringat disertai dengan:
- Demam tinggi
- Jantung berdebar tidak normal
- Penurunan berat badan drastis
- Aroma keringat yang tidak biasa
Sebaiknya segera konsultasikan ke master untuk memastikan tidak ada kondisi medis lain seperti jangkitan alias gangguan tiroid.
Cara mengatasi keringat berlebih setelah melahirkan
Walaupun normal, kondisi ini tetap bisa bikin tidak nyaman. Berikut beberapa langkah yang bisa Bunda lakukan:
1. Pilih busana yang menyerap keringat
Gunakan bahan seperti katun yang sejuk dan mudah menyerap keringat, terutama saat tidur.
2. Jaga suhu ruangan tetap sejuk
Gunakan kipas alias AC agar suhu bilik tetap nyaman, terutama di malam hari.
3. Perbanyak minum air putih
Karena tubuh kehilangan banyak cairan, krusial untuk tetap terhidrasi agar tidak lemas.
4. Mandi secara rutin
Selain menjaga kebersihan, mandi juga membantu menurunkan suhu tubuh dan membikin Bunda lebih segar.
5. Kelola stres dan rehat cukup
Walaupun susah dengan bayi baru lahir, usahakan tetap beristirahat saat bayi tidur dan minta support pasangan alias keluarga.
Kapan perlu ke dokter?
Mengalami keringat berlebih setelah melahirkan bisa terasa mengganggu, tapi ini adalah bagian dari proses pemulihan tubuh yang luar biasa. Tubuh Bunda sedang bekerja keras untuk kembali seimbang sembari merawat Si Kecil.
Kendati demikian, walaupun berkeringat setelah melahirkan itu normal, Bunda tetap perlu peka terhadap tanda-tanda yang tidak biasa. Ada beberapa kondisi yang sebaiknya tidak diabaikan dan perlu segera diperiksakan ke dokter.
1. Jika keringat disertai demam tinggi
Berkeringat memang umum, tapi jika Bunda juga mengalami demam (suhu di atas 38°C), ini bisa jadi tanda infeksi, misalnya jangkitan rahim alias luka jejak persalinan.
2. Jantung berdebar alias terasa tidak teratur
Kalau Bunda merasa jantung sering berdebar tanpa karena jelas, apalagi disertai keringat berlebih, bisa jadi ini berangkaian dengan gangguan hormon seperti hipertiroidisme postpartum.
3. Penurunan berat badan drastis
Turun berat badan setelah melahirkan itu wajar, tapi jika turunnya terlalu sigap tanpa usaha, apalagi disertai keringat berlebih, tubuh mungkin sedang mengalami gangguan metabolisme.
4. Keringat berbau tidak biasa alias berlebihan ekstrem
Jika keringat terasa berbeda (misalnya sangat menyengat) alias sampai mengganggu kegiatan sehari-hari, ini bisa jadi sinyal adanya jangkitan alias masalah lain.
5. Terjadi lebih dari 6 minggu setelah melahirkan
Biasanya, keringat berlebih bakal berkurang dalam beberapa minggu. Jika tetap bersambung alias semakin parah setelah 6 minggu, sebaiknya diperiksa.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·