Jangan Kasih 5 Hal Ini Ke Bayi 0-6 Bulan, Bunda Perlu Tahu

Apr 24, 2026 09:30 AM - 1 hari yang lalu 1837

Jakarta -

Di usia kurang dari 6 bulan, bayi hanya bisa mengonsumsi ASI dan/atau susu formula saja. Selain itu, bayi tidak boleh diberikan asupan lain ya, Bunda.

Beberapa asupan tertentu terkadang dianggap 'aman' untuk bayi, tapi nyatanya tak selalu demikian. Perlu diketahui bahwa sistem pencernaan bayi di bawah usia 6 bulan tetap sangat lemah.

Hal ini membikin bayi 0-6 jadi sangat sensitif terhadap pemberian asupan-asupan tertentu. Oleh karena itu, Bunda sebaiknya tetap waspada dan mengawasi Si Kecil.

Sistem pencernaan bayi 0-6 bulan

Dalam beberapa jam pertama setelah lahir, bayi baru lahir bakal mulai memerlukan makanan pertamanya.

"ASI alias susu formula adalah dua pilihan yang dapat dikonsumsi bayi selama bulan-bulan awal kehidupannya, lantaran bayi belum dapat mengunyah dan menelan makanan padat," kata master anak Ricardo Baler, MD, master anak dari UNC Health.

Di waktu ini, sistem pencernaan bayi tetap dalam tahap perkembangan dan belum matang sempurna. Tubuhnya hanya bisa mencerna ASI dan/atau susu formula.

Beberapa bayi apalagi lebih sering mengalami gangguan pencernaan seperti kolik, kembung, dan muntah lantaran otot saluran cernanya belum kuat.

Apa saja yang tidak boleh diberikan pada bayi 0-6 bulan?

Berikut beberapa perihal yang tidak boleh diberikan pada bayi berumur kurang dari 6 bulan seperti dikutip dari beragam sumber:

1. Madu

Dikutip dari Kids Health, bayi yang berumur di bawah 1 tahun tidak boleh diberikan madu. Hal ini lantaran madu mempunyai sejenis kuman (disebut Clostridium), yang bisa menyebabkan botulisme pada bayi.

Botulisme pada bayi alias infant botulism dapat menyebabkan kelemahan otot, dengan tanda-tanda seperti tubuh menjadi lemas, keahlian mengisap yang buruk, tangisan yang lemah, sembelit, dan serta penurunan tonus otot.

Hindari memberikan madu alias makanan olahan apa pun yang mengandung madu, sampai setelah anak berumur 1 tahun. 

2. Air putih

Dikutip dari Very Well Health, bayi berumur kurang dari 6 bulan ginjalnya tetap dalam proses berkembang. Oleh karena itu, ginjal bayi pun belum bisa mengeluarkan kelebihan air dari tubuh mereka.

Ketika terlalu banyak air menumpuk, perihal ini dapat mengganggu keseimbangan cairan dan mineral. Dalam kasus yang lebih serius, kondisi ini dapat menyebabkan keadaan rawan yang dikenal sebagai water intoxication.

Kondisi ini terjadi ketika tubuh bayi menerima lebih banyak air daripada yang dapat ditanganinya dengan aman.

Kelebihan air juga dapat mengencerkan elektrolit penting, ialah mineral seperti natrium, kalsium, dan kalium, yang berkedudukan dalam mengatur keseimbangan cairan, pergerakan otot, dan kegunaan saraf.

Ketika kadar elektrolit turun terlalu rendah, tanda-tanda yang terjadi di antaranya seperti:

  • Warna kebiruan di sekitar bibir, jari tangan, alias jari kaki
  • Kulit teraba dingin, terutama pada tangan alias kaki
  • Rewel
  • Mual alias muntah
  • Pembengkakan pada wajah, tangan, alias kaki
  • Kejang (gerakan tersentak tiba-tiba, kaku, alias tatapan kosong)

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi dapat mulai diberikan sedikit air putih mulai usia 6 bulan, biasanya ketika mereka mulai mengonsumsi makanan padat.

Pada usia ini, ginjal bayi sudah lebih berkembang dan bisa memproses sedikit tambahan cairan selain ASI alias susu formula dengan aman.

3. Teh

Menurut NHS (National Health Service), teh dan kopi tidak cocok untuk bayi alias anak kecil. Dianjurkan hanya pemberian ASI dan/atau susu formula untuk bayi kurang dari 6 bulan.

Air putih juga bisa diberikan di masa MPASI, guna membantu memastikan bayi mendapat nutrisi dan hidrasi yang optimal. Teh tanpa kafein (decaf), teh chamomile, dan teh herbal lainnya juga tidak dianjurkan selama 12 bulan pertama Si Kecil.

Kafein dalam teh merupakan stimulan yang dapat menyebabkan masalah serius pada bayi, termasuk kekurangan unsur besi, dehidrasi, gangguan penyerapan nutrisi, dan tegang dalam kasus yang jarang terjadi.

Sistem pencernaan dan ginjal bayi yang tetap sangat sensitif belum bisa mencerna teh, termasuk jenis teh herbal.

4. Jus buah

Di usia 0-6 bulan, bayi sebenarnya sudah mendapatkan semua nutrisi dan cairan yang dibutuhkan dari ASI alias formula. Oleh karena itu, pemberian saribuah buah sebenarnya tidak perlu dilakukan, Bunda. 

Sistem pencernaan bayi di usia kurang dari 6 bulan juga tetap belum matang, sehingga pemberian saribuah buah berisiko dapat menyebabkan masalah seperti diare, kembung, alias tidak nyaman pada perut.

Kandungan gula alami dalam saribuah buah juga cukup tinggi, sehingga berisiko mengganggu keseimbangan gula darah.

5. Obat-obatan tanpa resep dokter

Pemberian obat-obatan untuk bayi di usia kurang dari 6 bulan hanya boleh dilakukan atas resep dokter. Jadi, jangan berikan obat sembarangan jika sebelumnya tidak konsultasi terlebih dulu dengan dokter, Bunda.

Sebagian besar jenis obat yang dijual bebas belum tentu kondusif untuk bayi 0-6 bulan. Jika bayi mempunyai keluhan tertentu, termasuk demam alias pilek, sebaiknya segera konsultasikan dengan master anak.

Itulah penjelasan tentang hal-hal yang tidak boleh diberikan pada bayi usia 0-6 bulan. Utamakan kesehatan dan keselamatan Si Kecil, hindari sembarang memberikan makanan alias minuman tanpa konsultasi ke dokter.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Selengkapnya