Jangan Sering Bilang "aku Tidak Apa-apa", Psikolog Sarankan Kalimat Ini Saat Sedang Tidak Baik

Apr 13, 2026 06:50 AM - 1 hari yang lalu 2271

Jakarta -

Banyak orang lain memilih berkata, “Aku tidak apa-apa” daripada mengakui kondisi sebenarnya. Padahal, kebiasaan sepele ini sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering lantaran berpotensi memengaruhi kesehatan mental, Bunda.

Ungkapan tersebut memang masuk logika untuk situasi tertentu, tetapi jika terus digunakan, perihal ini justru dapat merugikan emosi lantaran dipendam alih-alih disampaikan dengan jujur.

Namun untungnya, ada pilihan kata lain yang dapat menggantikan “Tidak apa-apa” sehingga lebih membantu mengekspresikan kondisi diri sekaligus efektif membantu Bunda merasa lebih baik.

8 Kalimat pengganti “Aku tidak apa-apa”

Kalimat “Tidak apa-apa” muncul dalam beragam situasi. Hal ini mungkin disampaikan seseorang yang berupaya menjalani harinya dengan baik dan memerlukan rehat dari memikirkan semua perihal yang sedang mereka hadapi.

Meski demikian, psikolog membagikan beberapa kalimat pengganti yang dapat memperjelas perasaan, menetapkan batasan, dan meminta umpan kembali alias solusi, alih-alih hanya mengatakan “Tidak apa-apa”.  Berikut di antaranya:

1. “Aku tetap bertahan”

Dilansir dari laman Parade, sebagian orang mungkin tidak selalu mau membicarakan apa yang sedang terjadi pada mereka. Karena itu, ungkapan ini dapat disampaikan untuk memberikan sinyal kepada orang lain bahwa Bunda sedang memerlukan dukungan.

2. “Aku mengalami pekan yang cukup sulit”

Psikolog klinis, Isabelle Lanser, Ph.D., mengatakan kalimat ini menciptakan pembukaan yang lembut untuk bertanya dan tetap memungkinkan Bunda untuk mengontrol seberapa banyak info yang mau dibagikan serta memberi sinyal kepada pendengar bahwa Bunda memerlukan support praktis.

3. “Aku sedang mengalami kesulitan akhir-akhir ini, apakah Anda bisa memberikan masukan?”

Ungkapan yang satu ini menunjukkan bahwa Bunda sedang tidak baik-baik saja dan meminta sesuatu yang spesifik, ialah umpan kembali yang jujur.

4. “Aku merasa stres/cemas/kesal tentang…”

Berikut langkah mudah untuk berbagi perasaan Bunda dengan seseorang. Lanser mengatakan kalimat tersebut memberi sinyal kepada pendengar bahwa Bunda memerlukan support emosional dan memberi mereka kesempatan untuk menawarkan bantuan.

5. “Aku sangat sibuk memikirkan…”

Lanser mengatakan ungkapan ini sangat tepat ketika Bunda merasa tidak nyaman untuk menceritakan apa yang sedang dialami, tetapi juga mau membujuk mereka untuk membantu memecahkan masalah dan memberikan support emosional.

6. “Aku sedang murung akhir-akhir ini”

Kalimat ini juga memberi sinyal kepada pendengar bahwa Bunda memerlukan bantuan, dan mereka mungkin bakal lebih condong bertanya apa yang Bunda butuhkan untuk mencari solusi dari keadaan terpuruk alias gimana Bunda bisa merawat diri sendiri.

7. “Saya pernah lebih baik, (masalah) telah terjadi”

Lanser mengatakan kalimat ini memungkinkan pendengar untuk mengetahui dengan tepat apa yang sedang terjadi dan memberikan kesempatan untuk terhubung melalui kesulitan/kesusahan yang sama alias untuk menerima support dari pendengar.

8. “Itu menyakiti perasaanku”

Kalimat ini membantu Bunda menyampaikan apa yang dirasakan secara jelas sekaligus menunjukkan batas saat menerima perlakuan yang tidak menyenangkan.

Selain itu, ungkapan tersebut tidak menyerang musuh bicara alias menebak argumen di kembali sikapnya.

Dengan konsentrasi pada emosi sendiri, Bunda bisa menyampaikan pesan dengan lebih baik tanpa perlu menghakimi alias menyalahkan orang lain.

Nah, itulah beberapa kalimat pengganti “Aku tidak apa-apa” yang bisa Bunda sampaikan agar merasa lebih baik. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Selengkapnya