Kincai Media – Salah satu analis mata duit mata duit digital di media sosial X, ialah Ardi, mengungkapkan proyeksi menarik mengenai potensi puncak nilai Bitcoin (BTC) di siklus berikutnya.
Berdasarkan pemaparan terbarunya, jika level US$ 60.000 betul-betul menjadi titik terendah (bottom), maka nilai Bitcoin berkesempatan mencapai kisaran US$ 190.000 hingga US$ 200.000.

“Dalam empat siklus terakhir, Bitcoin menunjukkan pola yang cukup konsisten, ialah untung dari titik terendah ke puncak semakin mengecil,” ungkap Ardi.
Jika pada siklus sebelumnya Bitcoin bisa mencatat kenaikan sekitar 7 hingga 8 kali lipat dari bottom, maka pada siklus saat ini potensi kenaikan diperkirakan hanya sekitar 3 hingga 4 kali lipat.
“Secara matematis, model prediksi adalah: Puncak siklus berikutnya ≈ titik terendah siklus ini × (Pengganda sebelumnya × k),” ujarnya.
Fenomena ini dikenal sebagai diminishing returns, di mana pertumbuhan tetap terjadi, tetapi tidak sebesar siklus sebelumnya.
“Dengan dugaan US$ 60.000 sebagai bottom, kalkulasi saya menunjukkan bahwa area US$ 190.000 hingga US$ 200.000 menjadi sasaran yang masuk logika untuk puncak siklus berikutnya,” kata Ardi.
Namun jika pasar memasuki fase euforia, nilai bisa terdorong lebih tinggi hingga sekitar US$ 240.000. Di atas level tersebut, pergerakan mulai masuk ke daerah yang lebih spekulatif alias disebut sebagai supercycle.
Baca Juga: Afrika Selatan usulkan patokan baru untuk izin mata duit digital di bawah kontrol kurs asing
Meski begitu, Ardi juga mempertimbangkan skenario lain. Jika rupanya bottom terjadi di sekitar US$ 50.000, maka proyeksi puncak ikut menyesuaikan.
Dalam kondisi tersebut, sasaran utama bergeser ke kisaran US$ 160.000, dengan potensi euforia membawa nilai mendekati US$ 200.000.
“Jika struktur siklus belum rusak, ini adalah rentang di mana pasar bull berikutnya secara logis berakhir,” pungkas Ardi.
Namun, sebagaimana diketahui bahwasanya pasar mata duit digital dapat berubah arah, terutama dengan tensi geopolitik dan kebijakan pemerintah Amerika. Seluruh proyeksi ini berjuntai pada satu dugaan utama, ialah bahwa struktur siklus Bitcoin belum berubah.
Sementara itu berasas informasi terbaru dari CoinGecko, nilai Bitcoin saat ini berada di nomor US$ 75.791. Level ini mencerminkan kenaikan Bitcoin sebesar 2,5 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
$BTC
If 60K is the bottom, this is the price where the next Bitcoin top likely sits.
Over the last four cycles, BTC’s bottom‑to‑top multiple has been compressing in a very clean way. Every new cycle gives you roughly 40-50% of the previous cycle’s upside off the low.
If the… pic.twitter.com/TNpquE0Ptp
Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·