Sebagai orang tua, Anda mungkin tetap belajar memahami kebutuhan emosional anak. Karena itu, mengenali kalimat yang sering diucapkan orangtua childish bisa membantu Anda menghindari komunikasi yang tanpa sadar menyakiti.
Anak memang memerlukan arahan, tetapi bukan berfaedah setiap kesalahan kudu dibalas dengan ucapan yang meremehkan. Apalagi ketika anak mulai besar, langkah Anda berbincang dapat memengaruhi rasa percaya dirinya serta hubungan kalian ke depannya. Dilansir dari Your Tango, ini daftar kalimatnya!
“Dulu Waktu Seumuran Kamu, Ayah/Ibu Lebih Susah”

Suka Membandingkan/Foto: Magnific
Pernah merasa mau mengatakan ini ketika anak mengeluhkan masalahnya? Sebaiknya tahan sebentar, lantaran pengalaman susah yang Anda lalui tidak otomatis membikin masalah anak menjadi sepele.
Anak memerlukan ruang untuk bercerita tanpa merasa kudu membuktikan bahwa masalahnya cukup berat. Menurut para mahir dari Lartney Wellness Group, orang tua sebaiknya mendengarkan dan memvalidasi ketidaknyamanan anak tanpa mengatakan bahwa kehidupannya lebih mudah.
Jadi, daripada membandingkan pengalaman, Anda bisa mengatakan, “Ibu mungkin belum memahami semuanya, tetapi ibu mau mendengarkan.” Kalimat sederhana tersebut membikin anak merasa didengar sekaligus tetap membuka ruang untuk memberikan nasihat.
“Kamu Nggak Tahu Apa yang Kamu Bicarakan”

Suka Merendahkan/Foto: Magnific
Ketika anak mulai mempunyai pendapat sendiri, Anda mungkin merasa pendapat tersebut keliru. Namun, langsung menganggapnya tidak tahu apa-apa justru dapat membikin anak takut menyampaikan pikirannya.
Anak yang beranjak dewasa memang memerlukan arahan, tetapi mereka juga perlu belajar mengambil keputusan. Daripada mematahkan pendapatnya, coba tanyakan argumen di kembali pilihannya dan diskusikan risikonya bersama.
Dengan begitu, Anda tetap menjalankan peran sebagai orangtua tanpa membikin anak merasa selalu berjuntai pada keputusanmu. Ini juga membantu membangun hubungan yang lebih terbuka ketika anak semakin dewasa.
“Kamu Berlebihan Banget”

Mengabaikan Emosi Anak/Foto: magnific.com/magnific
Menurut psikolog Harvard, Dr. Cortney Warren, orang tua dengan kecenderungan narsistik dapat menggunakan ucapan seperti ini untuk mengabaikan alias membatalkan emosi anak.
Sebagai orangtua, Anda tidak kudu langsung menyelesaikan masalah ketika anak sedang kesal. Terkadang, mereka hanya memerlukan seseorang yang mau mendengarkan tanpa menghakimi.
Kamu bisa mengatakan, “Ibu mengerti Anda sedang kesal, tetapi kita cari solusinya bersama.” Dengan begitu, anak belajar bahwa emosinya boleh dirasakan sekaligus tetap perlu dikelola.
“Itu Nggak Terjadi Seperti yang Kamu Ceritakan”

Tidak Percaya dengan Anak/Foto: Magnific
Ketika anak menceritakan pengalaman masa mini yang menyakitkan, mungkin Anda mempunyai ingatan berbeda. Namun, perbedaan ingatan tidak berfaedah pengalaman emosional anak otomatis salah.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Psychology and Aging menunjukkan bahwa ketegangan orang tua-anak di kemudian hari dapat berangkaian dengan percakapan tidak sehat mengenai pengalaman masa mini dan trauma.
Karena itu, cobalah mendengarkan terlebih dulu sebelum membantah. Kamu tidak kudu mengakui sesuatu yang tidak Anda ingat, tetapi tetap dapat mengakui bahwa pengalaman tersebut terasa nyata bagi anak.
“Kan, Sudah Ayah/Ibu Bilang!”

Merasa Paling Benar/Foto: Magnific
Saat prediksi Anda betul dan anak akhirnya mengalami masalah, rasanya memang susah menahan ucapan tersebut. Namun, momen itu sebenarnya bisa menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa rumah tetap menjadi tempat kondusif ketika anak melakukan kesalahan.
Terapis Patricia Morgan menyarankan agar orang tua menghindari sikap ini lantaran pola tersebut dapat mengganggu kepercayaan dan pemahaman dalam hubungan. Jadi, daripada berkata, “Tuh, kan, sudah dibilang,” coba tanyakan, “Menurut kamu, apa yang bisa kita pelajari dari kejadian ini?” Dengan begitu, Anda tetap dapat mengajarkan akibat tanpa membikin anak merasa dipermalukan.
Menjadi orang tua tidak berfaedah Anda kudu selalu punya jawaban paling benar. Justru, keahlian mendengarkan dan mengakui emosi anak dapat membantu membangun hubungan yang lebih aman.
Jadi, ketika menyadari ada kalimat yang sering diucapkan orang tua childish dalam kebiasaan kamu, jangan langsung menyalahkan diri sendiri. Gunakan kesadaran tersebut sebagai kesempatan untuk memperbaiki langkah berkomunikasi dengan anak.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)