Kebiasaan di media sosial yang sebaiknya dihindari demi kesehatan mental/ Foto : Magnific/Wayhomestudio
Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari mencari informasi, berkomunikasi, hingga mencari hiburan. Namun, langkah kita menggunakan media sosial juga dapat memengaruhi kondisi pikiran.
Terlalu lama scrolling, terus membandingkan diri, alias mengikuti konten yang membikin tidak nyaman dapat membikin penggunaan media sosial terasa melelahkan tanpa disadari.
Bukan berfaedah media sosial kudu sepenuhnya dihindari. Yang lebih krusial adalah mengetahui kebiasaan mana yang mulai memberikan akibat kurang baik dan membatasi penggunaannya. Dengan lebih bijak memilih konten serta mengatur waktu di depan layar, media sosial tetap dapat digunakan tanpa mengganggu keseimbangan kehidupan sehari-hari.
Lantas, apa saja kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar penggunaan media sosial tidak mengganggu kesehatan mental? Simak, yuk!
1. Terlalu Lama Scrolling Tanpa Tujuan

Terlalu Lama Scrolling Tanpa Tujuan/ Foto : Magnific/Magnific
Scrolling media sosial sering dilakukan untuk mengisi waktu luang. Awalnya mungkin hanya mau memandang beberapa unggahan, tetapi tanpa sadar waktu sudah berlalu cukup lama. Jika kebiasaan ini terjadi berulang kali, waktu untuk beristirahat, bekerja, alias melakukan kegiatan lain bisa ikut berkurang.
Cobalah menentukan pemisah waktu ketika membuka media sosial. Jika sudah tidak ada lagi konten yang betul-betul mau dilihat, tutup aplikasinya dan lakukan kegiatan lain. Dengan begitu, penggunaan media sosial tetap menjadi intermezo tanpa mengambil terlalu banyak waktu dalam sehari.
2. Terus Membandingkan Diri dengan Kehidupan Orang Lain

Terus membandingkan diri dengan kehidupan orang lain/ Foto : Magnific
Media sosial membikin kita mudah memandang pencapaian dan kehidupan orang lain. Mulai dari memandang seseorang mendapatkan pekerjaan impian, mempunyai hubungan yang bahagia, alias menikmati liburan bisa membikin kita merasa kehidupan sendiri tidak sebaik mereka.
Padahal, unggahan di media sosial biasanya hanya menunjukkan bagian tertentu dari kehidupan seseorang. Kamu tidak mengetahui masalah alias kesulitan yang mungkin mereka hadapi di kembali layar. Daripada menjadikan kehidupan orang lain sebagai standar, lebih baik gunakan media sosial sebagai sumber inspirasi tanpa merendahkan pencapaian diri sendiri.
3. Terlalu Sering Membaca Komentar Negatif

Terlalu sering membaca komentar negatif/ Foto : Magnific/Drazen Zigic
Kolom komentar sering menjadi tempat munculnya perdebatan, kritik, hingga komentar kasar. Membaca komentar negatif secara terus-menerus dapat membikin suasana hati ikut memburuk, terutama jika kita terlalu terbawa dalam perdebatan yang sebenarnya tidak perlu.
Tidak semua komentar kudu dibaca alias ditanggapi. Jika sebuah obrolan mulai membikin emosi meningkat, Anda bisa berakhir mengikuti percakapan tersebut. Menjauh dari perdebatan di media sosial bukan berfaedah tidak peduli, tetapi bisa menjadi langkah untuk menjaga daya dan ketenangan diri.
4. Kebiasaan Scrolling hingga Menjelang Tidur

Kebiasaan scrolling hingga menjelang tidur/ Foto : Magnific/Magnific
Niat memandang media sosial sejenak sebelum tidur bisa berubah menjadi scrolling berjam-jam. Selain membikin waktu tidur semakin larut, beragam konten yang dilihat juga dapat membikin pikiran tetap aktif ketika semestinya mulai beristirahat.
Cobalah menentukan waktu berakhir menggunakan media sosial sebelum tidur. Setelah itu, lakukan kegiatan yang lebih tenang seperti membaca buku, merapikan kamar, alias melakukan rutinitas perawatan diri. Jika susah berhenti, letakkan ponsel jauh dari tempat tidur agar tidak mudah mengambilnya kembali.
5. Mengikuti Akun yang Membuatmu Terus Merasa Tidak Cukup

Mengikuti akun yang membuatmu terus merasa tidak cukup/ Foto : Magnific
Tidak semua akun yang kita ikuti memberikan pengaruh positif. Ada konten yang membikin kita termotivasi, tetapi ada juga yang justru membikin merasa kurang cantik, kurang sukses, kurang kaya, alias kurang produktif.
Jika ada akun yang nyaris selalu membuatmu merasa jelek setelah memandang unggahannya, tidak ada salahnya melakukan mute, unfollow, alias membatasi hubungan dengan konten tersebut. Pilihlah lingkungan digital yang memberikan info berfaedah dan membikin pengalaman menggunakan media sosial terasa lebih nyaman.
6. Merasa Harus Selalu Mengikuti Semua Tren

Merasa kudu selalu mengikuti semua tren/ Foto : Magnific
Tren di media sosial berubah sangat cepat. Hari ini ada satu topik yang ramai, besok sudah muncul pembahasan lain. Jika merasa kudu mengetahui semuanya agar tidak ketinggalan, Anda bisa terus-menerus memeriksa media sosial meskipun sebenarnya tidak membutuhkannya.
Tidak masalah jika melewatkan tren tertentu. Pilih info yang memang relevan dengan pekerjaan, minat, alias kebutuhanmu. Kamu tidak kudu selalu mengetahui apa yang sedang viral untuk tetap menjalani kehidupan dengan baik.
7. Terus Membagikan Hal Pribadi Saat Sedang Emosional

Terus membagikan perihal pribadi saat sedang emosional/ Foto : Magnific/Magnific
Ketika sedang marah, kecewa, alias sedih, media sosial terkadang digunakan sebagai tempat meluapkan emosi. Namun, membagikan sesuatu saat emosi tetap tinggi dapat membikin kita menyesal setelah keadaan kembali tenang.
Sebelum mengunggah sesuatu yang sangat pribadi, beri waktu untuk berpikir. Tidak semua emosi kudu diketahui banyak orang. Jika memerlukan tempat untuk bercerita, pertimbangkan berbincang langsung dengan orang yang dipercaya agar masalah tidak semakin melebar lantaran respons dari pengguna media sosial lainnya.
Itu dia kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar penggunaan media sosial tidak mengganggu kesehatan mental. Siap menerapkannya, Beauties?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)