Kebiasaan Perempuan Dewasa yang Fatherless Menurut Pelatih Kehidupan

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 4 menit 509x dilihat
Kebiasaan Perempuan Dewasa yang Fatherless Menurut Pelatih Kehidupan

Seorang anak tidak hanya memerlukan ibu untuk tumbuh kembangnya. Seorang ayah pun mempunyai peran yang sama pentingnya.

Mengutip Psychology Today, ayah memengaruhi kehidupan relasional, kreativitas, rasa otoritas, kepercayaan diri, dan nilai diri anak perempuannya. Selain itu, hubungannya dengan seksualitasnya dan responsnya terhadap laki-laki sebagian bakal ditentukan oleh kenyamanan alias ketidaknyamanan ayahnya terhadap jenis kelamin dan tubuhnya sejak lahir. Namun, lantaran beragam alasan, banyak anak yang tumbuh tanpa peran ayah alias disebut fatherless.

Mengutip laman BKKBN, berasas hasil Pendataan Keluarga tahun 2025, tercatat 25,8 persen anak di Indonesia mengalami kondisi fatherless dengan parameter komprehensif, meliputi interaksi, aksesibilitas, tanggung jawab, dan keterlibatan emosional ayah.

Pada anak perempuan, akibat fatherless bisa terbawa hingga mereka dewasa. Melansir YourTango, seorang pembimbing kehidupan, Mitzi Bockmann, membagikan kisahnya sebagai wanita yang tumbuh tanpa kehadiran bentuk maupun emosional dari seorang ayah.

Ia pun mengungkap deretan kebiasaan wanita yang fatherless yang terbawa hingga dewasa. Apa saja itu? Simak!

1. Selalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain

kebiasaan wanita dewasa yang fatherless menurut pembimbing kehidupan

Ilustrasi wanita fatherless/Foto: Magnific.com

Perempuan yang fatherless condong menjadi people pleaser atau suka menyenangkan orang lain. Mereka mengalami kesulitan untuk mengungkapkan apa yang diinginkan dan kebutuhannya sendiri.

Hal ini merupakan refleks trauma sejak kecil, yang mana mereka merasa bahwa kepergian sang ayah adalah akibat dari perilakunya yang kurang baik. Mereka pun menjadi sosok yang selalu berupaya baik dan penurut agar orang terdekat tidak meninggalkannya.

Sayangnya, baik alias tidak perilakunya, tidak menjamin orang ayah alias orang terdekatnya tinggal. Mereka bisa saja tetap pergi. Pelatih kehidupan Patricia Bonnard pun menyampaikan akibat jelek dari sikap people-pleasing ini.

"Meski niatnya baik, ketidaksesuaian antara kemauan dan tindakan pelaku people pleaser justru bisa mengikis kepercayaan serta merusak hubungan. Mereka tidak bermaksud buruk, hanya saja rasa takut dan kemauan untuk menyenangkan orang lain mengalahkan segalanya,” ungkapnya.

2. Sulit Membangun Kedekatan dengan Orang

Anak yang tumbuh fatherless bisa susah membangun kedekatan dengan orang lain. Hal ini lantaran sejak mini mereka telah bersikap acuh tak acuh dengan kehadiran ayahnya tersebut.

Ilustrasi pasangan/Foto: Magnific.com/azerbaijan_stockers

Anak yang tumbuh fatherless bisa susah membangun kedekatan dengan orang lain. Hal ini lantaran sejak mini mereka telah bersikap acuh tak acuh dengan kehadiran ayahnya tersebut.

Sayangnya, sikap acuh tak acuh alias pertahanan diri tersebut terbawa hingga dewasa. Setiap kali mereka berjumpa seseorang, mereka bertindak sangat hati-hati dan membentengi diri dengan tembok yang tinggi.

Butuh waktu lama untuk seseorang menembus pertahanan tembok tersebut. Sebab, sebelumnya mereka telah dikecewakan oleh orang tersayangnya.

Mereka kesulitan untuk membangun hubungan. Bahkan, jika ada yang betul-betul bisa mendekat, wanita yang fatherless bakal tetap menciptakan jarak tersendiri.

Bukan mereka tidak berupaya memperbaiki masalah tersebut, tetapi mereka mempunyai kekhawatiran dan rasa sakit atas kepergian ayahnya terasa sangat mendalam.

"Dampak dari sosok ayah yang tidak datang alias bersikap kasar merupakan salah satu trauma masa mini yang sering kali diabaikan. Kebanyakan dari kita memilih untuk memendam trauma masa mini tersebut. Meski rasanya menyakitkan, kita memilih memperkuat dan mencoba melanjutkan hidup dengan angan bisa melupakannya. Padahal, apa yang kita abaikan justru bisa pemicu masalah di kemudian hari," ungkap psikolog Jed Diamond berasas pengalaman klinisnya.

3. Kesulitan untuk Setia

Kebiasaan wanita fatherless selanjutnya adalah kesulitan untuk setia. Mereka mempunyai kepercayaan bahwa pasangan mereka bakal meninggalkannya, seperti yang terjadi pada ayahnya sendiri.

Ilustrasi pasangan/Foto: Magnific.com

Kebiasaan wanita fatherless selanjutnya adalah kesulitan untuk setia. Mereka mempunyai kepercayaan bahwa pasangan mereka bakal meninggalkannya, seperti yang terjadi pada ayahnya sendiri.

Sebelum mereka ditinggalkan, mereka sering kali melakukan sabotase diri dengan memicu kehancuran hubungan terlebih dahulu. Mereka bakal mencoba meninggalkan pasangannya dengan langkah berselingkuh.

Hal tersebut dilakukan hanya sebagai upaya melepaskan diri dari orang yang dicintai sebelum mereka tersakiti. Mereka percaya jika mereka sendiri yang memegang kendali atas perpisahan tersebut, mereka bakal baik-baik saja.

Namun, langkah berselingkuh agar ditinggalkan tersebut justru berakibat buruk. Perselingkuhan tersebut bisa merusak diri.

Psikolog Perrin Elisha mengatakan, “Orang dengan anxious attachment style condong terburu-buru dalam menjalin hubungan. Mereka bisa saja terikat pada seseorang yang kemudian baru disadari tidak tepat, alias masuk ke dalam hubungan tersebut dengan argumen yang salah. Ketika perihal ini terjadi, bentrok jiwa yang menyakitkan pun tak terhindarkan, dipenuhi kebingungan, keraguan pada diri sendiri, hingga siklus putus-nyambung yang terus memicu rasa cemas.”

4. Sering Cemas dan Depresi

perempuan yang fatherless sering berjuang melawan rasa resah dan depresi. Kecemasan tersebut terjadi lantaran ketidakpastian dan depresi lantaran rasa sakitnya ditinggalkan.

Ilustrasi wanita cemas/Foto: Magnific.com

Terakhir, Mitzi mengungkapkan bahwa wanita yang fatherless sering berjuang melawan rasa resah dan depresi. Kecemasan tersebut terjadi lantaran ketidakpastian dan depresi lantaran rasa sakitnya ditinggalkan.

Kedua perihal tersebut yang terus dirasakan setiap hari. Meski telah melewati pengobatan, tapi kehadiran ayah yang datang dan pergi tetap membawa kekhawatiran emosional yang mendalam.

Beauties, itu dia beberapa kebiasaan wanita dewasa yang fatherless menurut pembimbing kehidupan. Bagaimana menurutmu?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini

Bagikan Postingan