Jerawat susah hilang, padahal sudah coba beragam produk? Bisa jadi ada aspek lain yang membikin jerawat terus muncul. Yuk, cari tahu penyebabnya!
Menurut aku, jerawat memang jadi salah satu masalah kulit yang bikin gemas banget. Kamu sudah giat pakai skincare, mencoba produk unik jerawat, apalagi beli beragam produk yang katanya ampuh, tetapi jerawat tetap saja muncul dan susah hilang. Apalagi jika baru sembuh, lampau muncul lagi di area lain.
Ternyata, jerawat yang susah lenyap nggak selalu disebabkan oleh produk yang kurang cocok. Ada aspek lain seperti hormon, produksi minyak, stres, sampai kebiasaan sehari-hari yang bisa memengaruhi kondisi kulit. Jadi, sebelum buru-buru menambah skincare baru, kenali dulu ya penyebabnya!
Baca juga: Cooling Skincare untuk Cuaca Panas: Rahasia Kulit Tetap Fresh, Sejuk, dan Bebas Gerah
Jerawat muncul lantaran pori-pori tersumbat

Jerawat alias acne vulgaris terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh sel kulit meninggal dan sebum alias minyak alami kulit. Saat sumbatan mengalami peradangan, muncul jerawat yang bisa terlihat merah, bengkak, alias berisi nanah.
Bakteri Cutibacterium acnes juga dapat berkedudukan dalam proses peradangan. So, jika aspek pemicunya tetap ada, jerawat bisa saja muncul lagi meskipun sebelumnya sudah membaik.
Hormon bisa bikin jerawat muncul lagi
Kalau jerawat sering muncul menjelang menstruasi, aspek hormonal mungkin ikut berperan. Perubahan hormon androgen dapat membikin produksi sebum meningkat sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat.
Jerawat hormonal juga cukup sering muncul di area dagu dan rahang. Jadi, jika jerawat datang secara berkala, coba perhatikan juga apakah ada hubungannya dengan siklus menstruasi.
Bisa jadi penggunaan produk kurang tepat
Benzoyl peroxide, salicylic acid, dan sulfur memang umum digunakan untuk membantu mengatasi jerawat. Namun, semakin banyak bahan aktif yang digunakan bukan berfaedah jerawat bakal semakin sigap hilang.
Penggunaan berlebihan justru bisa membikin kulit kering, iritasi, dan skin barrier terganggu. Apalagi jika beberapa produk aktif digunakan bersamaan.
Untuk produk yang mengandung antibiotik topikal, penggunaannya juga sebaiknya sesuai rekomendasi master lantaran pemakaian yang tidak tepat dapat meningkatkan akibat resistensi bakteri.
Stres juga bisa memengaruhi kulit

Kamu pernah merasa jerawat muncul lebih banyak saat sedang banyak pikiran? Stres rupanya juga bisa berpengaruh terhadap kondisi kulit, lho. Saat stres, tubuh dapat melepaskan hormon kortisol yang berangkaian dengan respons peradangan. Stres juga sering membikin waktu tidur berantakan, sehingga tubuh kurang mendapatkan waktu istirahat.
So, selain skincare, jangan lupa untuk menjaga waktu tidur dan mencari langkah yang nyaman untuk mengelola stres, ya!
Baca juga: Masih Punya Bekas Jerawat? Ini Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Sesuai Jenisnya
Kebiasaan sehari-hari juga perlu diperhatikan
Hal-hal mini seperti jarang mengganti sarung bantal, menggunakan handuk wajah terlalu lama, alias sering menyentuh wajah dengan tangan yang belum bersih juga perlu diperhatikan.
Pastikan barang yang sering menyentuh wajah tetap bersih dan dicuci secara rutin. Pola makan juga bisa diperhatikan lantaran pada sebagian orang, makanan dengan indeks glikemik tinggi dan produk susu dapat berangkaian dengan munculnya jerawat.
Namun, respons setiap orang berbeda. Jadi, nggak perlu langsung menghindari makanan tertentu sebelum mengetahui apakah makanan tersebut memang menjadi pemicu kulitmu.
Jangan terlalu sering gonta-ganti skincare!

Saat jerawat nggak kunjung hilang, rasanya memang mau langsung mencoba produk baru. Apalagi jika memandang produk yang katanya bisa membikin jerawat sigap kempes.
Namun, terlalu sering mengganti skincare justru bisa membikin kulit lebih susah beradaptasi. Penggunaan terlalu banyak bahan aktif juga dapat meningkatkan akibat iritasi.
Coba pertimbangan kembali skincare routine yang sedang digunakan dan tetap konsentrasi pada basic skincare seperti pembersih wajah, pelembap, dan sunscreen untuk menjaga skin barrier kamu, ya.
Baca juga: Whiteheads di Hidung Susah Hilang? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Apakah kudu ke master kulit?
Kalau jerawat Anda sudah berjalan lama, semakin meradang, terasa sakit, alias mulai meninggalkan jejak dan jaringan parut, sebaiknya konsultasikan ke master kulit.
Terlebih jika sudah mencoba perawatan selama beberapa minggu tetapi kondisinya nggak kunjung membaik. Dokter dapat membantu mencari tahu penyebabnya dan menentukan perawatan yang sesuai.
So, jika jerawat tetap nyaman meskipun sudah mencoba beragam produk, jangan langsung menyalahkan skincare yang digunakan, ya! Coba perhatikan juga aspek hormon, stres, kebiasaan sehari-hari, dan langkah penggunaan produknya.
Dan yang paling penting, jangan asal memencet jerawat lantaran bisa memperparah peradangan dan meningkatkan akibat jejak jerawat!
image: iStock