Untuk pembaca setia Kincai Media mungkin Anda sudah tahu bahwa selama ini kami menggunakan Disqus sebagai comment system-nya, alasannya tentu karena disqus merupakan salah satu platform populer dengan beragam fitur menarik yang memungkinkan filter komentar, keamanan dan anti spam.

Namun, setelah cukup durasi menggunakan Disqus sebagai mekanisme komentar, Kincai Media akhirnya berbuat fluktuasi dengan bergeser ke Remark42.
Nah sekilas mungkin fluktuasi ini kelihatan sederhana dari sisi pembaca, tetapi ada karena utama di balik keputusan tersebut, yaitu efisiensi biaya.
Kenapa Tidak Lagi Menggunakan Disqus?
Disqus memang sudah durasi menjadi salah satu platform komentar populer untuk website, namun pelanggan penggunaan jasa tersebut memiliki biaya jika mau mendapatkan fitur dan paket berbayar tertentu. Disqus sendiri saat ini menyediakan beberapa paket berbayar seperti Plus, Pro, dan Business.

Nah meskipun ada varian free, Kincai Media menggunakan varian berbayar Plus karena memang membutuhkan beberapa fiturnya, termasuk agar bebas iklan dan ada seat untuk moderator tambahan.
Dan akhirnya daripada biaya tersebut terus dialokasikan untuk jasa komentar, Kincai Media memilih untuk berbuat penghematan dan mengalihkan anggaran tersebut ke kebutuhan lain yang dianggap lebih krusial untuk pengembangan website.
Jadi, keputusan ini bukan karena Disqus tiba-tiba tidak bisa digunakan, tetapi lebih kepada mengoptimalkan pengeluaran operasional.
Dan jika Anda perhatikan, selama dua hari terakhir, mungkin itu adalah masa paling krusial di Kincai Media karena memang kolom komentarnya benar benar menghilang, dan mungkin ada sebagian pembaca juga bertanya, kemana sih kolom komentarnya?,
Nah dibalik itu semua, proses setup dan migrasi sebenarnya sedang dilakukan guys, yang mana migrasi tersebut mencakup semua komentar yang sudah ada selama 10 tahun kebelakang, setidaknya ada 190 ribuan lebih komentar yang dimigrasikan, sehingga komentar Anda semua statis ada untuk dibaca, nah untuk teknisnya sih kelak mungkin dibuat video oleh mas febian ya, jadi tunggu saja di channel Kepoin Tekno.
Kenapa Memilih Remark42?
Remark42 merupakan comment engine yang bisa self-hosted sehingga mekanisme komentar dapat dijalankan di server sendiri tanpa mesti bersandar sepenuhnya pada jasa pihak ketiga, kecuali itu Remark42 juga dirancang cukup ringan dan mendukung deployment menggunakan Docker.
Bahkan kabarnya, cukup dengan memory 80 MB saja, Remark42 sudah bisa berjalan dengan sempurna, jadi inilah alasannya guys.

Selain itu, menariknya, Remark42 juga memiliki fitur untuk berbuat import komentar dari Disqus, jadi komentar durasi tidak mesti hilang begitu saja ketika berbuat migrasi, dari sisi fitur, Remark42 juga memiliki fitur seperti nested comments, voting, moderation, Markdown, login melalui beberapa provider, notifikasi, hingga export data.

Dari sisi privacy, Remark42 memang sejak mula dikembangkan sebagai privacy-focused commenting engine, dimana mekanisme ini tidak menggunakan tracking maupun third-party analytics untuk menganalisis aktivitas pengguna.
Bahkan ketika pelanggan berbuat login melalui Google, Microsoft, GitHub, Apple, maupun provider lainnya, Remark42 cuma meminta keterangan yang dianggap diperlukan. Informasi tambahan yang diberikan oleh authentication provider akan langsung dibuang dan tidak disimpan.
Nah secara umum, Remark42 pada dasarnya cuma menyimpan beberapa keterangan seperti user ID, username, dan avatar link, yang kemudian ID dan username tersebut di-hash, sementara avatar diproses melalui proxy, jadi dari sisi keterangan harusnya sangat terlindungi ya, dan karena berkarakter open source, kita terlebihlagi bisa cek kodingan dari Remark42 itu sendiri dari project GitHub berikut.

Selain itu, hal lain yang cukup menarik adalah Remark42 tidak menggunakan cross-site login, yang berarti aktivitas pelanggan di satu website yang menggunakan Remark42 tidak dapat digunakan untuk menganalisis perilaku pelanggan di website Remark42 lainnya.
Ada Perubahan yang Mungkin Terasa
Karena menggunakan mekanisme yang berbeda, tampilan dan beberapa fitur komentar mungkin terasa sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya, namun secara fungsi dasar, pembaca statis bisa memberikan komentar dan berbincang seperti biasa.
Bahkan dengan menggunakan mekanisme self-hosted, Kincai Media juga memiliki kontrol yang lebih besar terhadap keterangan dan konfigurasi comment system tersebut.
Untuk Anda yang sudah terbiasa dengan Disqus Comment, meminta ampun ya, karena kedepannya Anda jadi mesti membiasakan diri dengan fluktuasi ini, bukan tidak mau untuk statis menggunakan disqus yang memang sejak mula kami gunakan, tapi memang fluktuasi ini diperlukan agar Kincai Media statis bisa berjalan.
Opsi Login
Nah untuk kini opsi login baru tersedia login via gmail dan email hotlink, namun kedepannya diusahakan akan tersedia opsi login lain seperti Telegram maupun Microsoft, jadi stay tune saja ya.

Jadi Bukan Sekadar Ganti Platform
Bagi kami, fluktuasi dari Disqus ke Remark42 bukan sekadar mengganti tampilan komentar, namun ini juga menjadi bagiankecil dari upaya mengurangi biaya operasional website, sekaligus memanfaatkan infrastructure yang sudah tersedia untuk menjalankan jasa yang bisa berdiri sendiri.
Dengan biaya yang berhasil dihemat, anggaran tersebut nantinya bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih berhubungan dengan pengembangan dan keberlangsungan Kincai Media.
Jadi jika Anda melihat tampilan komentar Kincai Media kini sedikit berbeda, itulah karena di baliknya guys.
Terima kasih atas pengertiannya kawan teman semua, meminta ampun atas fluktuasi ini ya.
Catatan Penulis : Kincai Media sepenuhnya bersandar pada iklan untuk statis hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati artikel dan panduan di situs ini, meminta whitelist halaman ini di AdBlock Anda sebagai bentuk sokongan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pelanggan Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui sokongan di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan maupun butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]