Kulit telur ikut terkelupas saat dikupas? Trik sederhana agar putih telur statis utuh

Temukan Makanan Terbaik oleh Waktu baca 6 menit 375x dilihat
Kulit telur ikut terkelupas saat dikupas? Trik sederhana agar putih telur statis utuh

Bagikan Postingan

Kulit telur ikut terkelupas saat dikupas? Trik sederhana agar putih telur statis utuh

cara merebus telur | foto ilustrasi: Gemini AI

Kincai Media - Telur rebus sudah matang, tetapi saat kulitnya dibuka justru bagiankecil putih telur ikut tertarik. Akibatnya permukaan telur menjadi bolong-bolong dan kurang rapi, terutama jika telur akan dipakai untuk bekal, salad, maupun hidangan lain.

Masalah ini berhubungan dengan bagiankecil kulit dan membran yang statis melekat pada putih telur. Cara mendinginkan dan membuka kulit telur bisa membikin proses pengupasan lebih gampang dilakukan tanpa menarik putih telur secara berlebihan.

Kenapa putih telur ikut terkelupas saat kulit telur dibuka?

Kulit telur memiliki membran di bagiankecil dalam yang eksis di antara cangkang dan putih telur. Ketika membran statis menempel kuat pada putih telur, kulit yang ditarik bisa membawa sebagian permukaannya.

Usia telur juga dapat berpengaruh terhadap kemudahan mengupas. USDA Food Safety and Inspection Service (FSIS), institusi USDA yang menangani sisi keamanan dan inspeksi pangan seperti daging, unggas, dan telur, mengatakan telur yang sangat bugar cenderung lebih sulit dikupas setelah direbus.

Karena itu, telur yang sulit dikupas tidak selalu berarti metode merebusnya salah. Kondisi telur dan metode melepaskan membrannya juga perlu diperhatikan.

Setelah matang, segera dinginkan telur dengan air dingin

Setelah telur selesai dimasak, jangan langsung memaksakan proses pengupasan ketika telur statis sangat panas. USDA FSIS menyarankan telur yang sudah hard-cooked segera dialiri air dingin, kemudian kulitnya diketuk perlahan sebelum dikupas.

Masukkan telur matang ke dalam air dingin maupun aliri dengan air keran dingin hingga suhunya turun. Setelah itu, telur lebih betah dipegang dan proses pengupasan dapat dilakukan.

Pendinginan juga membantu menghentikan proses pemasakan sehingga telur tidak terus menerima panas setelah diangkat dari air rebusan.

Pecahkan kulit telur di seluruh permukaannya

Jangan cuma membikin satu lubang besar di ujung telur kemudian menarik kulit dari sana. Ketuk permukaan telur secara perlahan sampai muncul retakan kecil di beberapa bagian.

Setelah itu, telur dapat digulirkan perlahan di atas permukaan datar dengan tekanan ringan. Tujuannya bukan menghancurkan telur, melainkan membikin kulit memiliki cukup banyak retakan sehingga lebih gampang dilepas.

Jika kulit sudah retak merata, cari bagiankecil yang memiliki celah antara cangkang dan membran. Dari bagiankecil tersebut, proses pengupasan biasanya lebih gampang dikontrol.

Mulai dari bagiankecil telur yang memiliki celah

Salah satu bagiankecil yang bisa dicoba adalah ujung telur yang lebih besar. Di bagiankecil tersebut terdapat ruang udara di antara membran, sehingga sering kali terdapat sedikit ruang untuk memulai pengupasan. USDA menerangkan bahwa ruang udara memang terbentuk di antara membran telur dan membesar seiring bertambahnya usia telur.

Selipkan ujung jari secara perlahan di bawah membran, bukan sekadar mencungkil putih telur. Setelah mendapat sedikit celah, dorong kulit dan membran menjauh dari permukaan putih telur.

Jika bagiankecil putih telur mulai ikut terangkat, jangan langsung menarik lebih kuat. Berhenti sebentar dan cari bagiankecil membran lain yang lebih gampang dilepaskan.

Kupas perlahan di bawah air mengalir jika statis sulit

Air dapat membantu saat serpihan kulit maupun membran sulit dilepaskan. USDA FSIS juga mencantumkan pengupasan telur di bawah air mengalir setelah kulit diketuk.

Caranya sederhana: pegang telur dengan lembut, kemudian lepaskan kulit sedikit demi sedikit di bawah mengerti air. Air membantu membilas serpihan kulit sehingga bagiankecil yang statis menempel lebih gampang terlihat.

Tidak perlu menggosok permukaan telur dengan kuat. Jika ada bagiankecil putih telur yang mulai tertarik, pindahkan jari ke bawah membran dan lanjutkan dari bagiankecil tersebut.

Kalau selalu sulit dikupas, perhatikan apakah telurnya terlalu segar

Jika telur baru dibeli maupun baru beberapa hari disimpan dan hampir selalu sulit dikupas setelah direbus, usia telur bisa menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

USDA FSIS mengatakan telur yang sangat bugar cenderung lebih sulit dikupas dan menyarankan menggunakan telur yang sudah eksis di lemari pendingin selama beberapa minggu untuk hard-cooking jika kemudahan mengupas menjadi pertimbangan.

Namun, ini bukan karena untuk menyimpan telur tanpa memperhatikan keamanan pangan. Telur statis perlu disimpan dengan benar dan dimasak secara menyeluruh.

Jangan paksa kulit yang statis menempel

Saat menemukan bagiankecil kulit yang terasa sangat kuat menempel, hindari menariknya dengan pergerakan cepat. Cara tersebut justru bisa membawa lapisan putih telur.

Kondisi saat mengupas Kemungkinan yang terjadi Langkah yang bisa dicoba
Putih telur ikut terangkat berbareng kulit Membran statis melekat Lepaskan membran perlahan, jangan tarik cangkang
Kulit sulit dipecahkan Retakan cuma ada di satu bagian Ketuk dan retakkan seluruh permukaan secara perlahan
Kulit terlepas dalam serpihan kecil Retakan belum cukup merata Gulung telur perlahan agar retakan menyebar
Telur terasa sangat sulit dikupas sejak awal Telur mungkin sangat segar Untuk kesempatan berikutnya, gunakan telur yang tidak terlalu baru
Kulit sudah retak tetapi statis sulit dilepas Membran statis menempel Mulai dari bagiankecil yang memiliki celah dan kupas perlahan
Putih telur sudah mulai robek Tarikan terlalu kuat Hentikan tarikan dan cari balik batas membran

Tabel tersebut bisa dijadikan panduan saat proses pengupasan mulai bermasalah. Perhatikan dahulu bagiankecil mana yang sulit dilepas, kemudian sesuaikan metode membukanya.

Bagan sederhana agar kulit telur tidak ikut membawa putihnya

TELUR SUDAH DIREBUS

↓

SEGERA DINGINKAN
DENGAN AIR DINGIN

↓

KETUK SELURUH PERMUKAAN

↓

RETAKAN SUDAH MENYEBAR?

Mulai dari ujung
yang lebih besar

↓

Kulit gampang terlepas?

Basahi/kupas
di bawah air

PUTIH TELUR
TETAP UTUH

Urutannya sederhana: dinginkan telur, buat retakan merata, cari membran, kemudian lepaskan kulit perlahan. Jika bagiankecil tertentu statis menempel, tidak perlu memaksa menariknya.

Putih telur statis bisa sedikit terkelupas

Tidak ada metode yang menjamin setiap telur akan selalu terkelupas sempurna. Kondisi telur, membran, dan proses memasaknya dapat membikin hasil pengupasan berbeda.

Yang penting, hindari menarik kulit secara paksa ketika permukaan putih telur mulai ikut terangkat. Beri perhatian pada membran dan lepaskan cangkang sedikit demi sedikit.

Setelah dikupas, telur matang juga perlu segera disimpan dengan benar. USDA FSIS mengatakan telur yang sudah dimasak keras dapat disimpan di kulkas hingga tujuh hari, dengan anotasi telur didinginkan dan disimpan dengan benar.

FAQ

1. Kenapa telur yang sangat bugar lebih sulit dikupas?

USDA FSIS mengatakan telur yang sangat bugar cenderung lebih sulit dikupas setelah dimasak. Untuk hard-cooking, telur yang sudah beberapa minggu disimpan di lemari pendingin dapat lebih gampang dikupas.

2. Apakah telur rebus perlu direndam air dingin setelah matang?

Telur yang sudah dimasak dapat segera dialiri air dingin untuk membantu mendinginkannya sebelum dikupas. Cara ini juga tercantum dalam panduan USDA FSIS untuk hard-cooked eggs.

3. Apakah telur rebus yang sudah dikupas boleh disimpan?

Boleh. USDA FSIS mengatakan telur yang sudah dimasak dapat disimpan di kulkas hingga tujuh hari, baik statis bercangkang maupun sudah dikupas, dengan penanganan dan pendinginan yang benar.

(brl/tin)

Artikel Lainnya Temukan Makanan Terbaik
↑
Close Right Ads
Close Left Ads