Menemukan Benjolan di Payudara? Ini yang Perlu Dilakukan Selanjutnya

Trend Kecantikan dan Perawatan oleh Waktu baca 4 menit 121x dilihat
Menemukan Benjolan di Payudara? Ini yang Perlu Dilakukan Selanjutnya

Bagikan Postingan

Harus ke tabib apa? Pemeriksaan apa yang diperlukan? Ini yang perlu Anda lakukan saat menemukan benjolan di payudara.

Menemukan benjolan di payudara merupakan pengalaman yang nggak gampang bagi siapa pun. Rasa histeris hampir pasti muncul begitu benjolan itu teraba, disusul pikiran-pikiran yang berlarian. “Apakah ini cuma fluktuasi hormonal biasa? Kista? Atau justru sesuatu yang serius seperti kanker?” Rasa takut akan beragam kemungkinan tersebut sangat wajar, terlebihlagi sering membikin seseorang menunda pengecekan karena belum siap mendengar jawabannya.

Menurut beberapa jurnal, 60-80% benjolan di payudara sebenarnya berkarakter jinak. Yang terpenting adalah nggak membiarkannya begitu saja. Semakin cepat diperiksa, semakin cepat pula Anda mendapat kepastian dan, jika diperlukan, penanganan yang tepat.

Unfortunately, dua bulan kemudian aku juga baru mengalaminya. Tentu saja ada rasa bingung apa yang mesti dilakukan selanjutnya. Berikut ini beberapa hal yang ku lakukan yang juga disarankan oleh para ahli kesehatan.

Baca juga: Gejala Awal Kanker Payudara yang Perlu Kamu Ketahui. Jangan Ragu untuk Konsultasi ke Dokter!

Cek almanak menstruasi

Mencatat tanggal haid sangat lah penting. Bukan cuma untuk urusan kesehatan reproduksi, tapi juga untuk keeping track untuk masalah hormonal lainnya. Cek apakah saat menemukan benjolan Anda sedang menstruasi, sebelum, maupun setelahnya. Informasi ini lah yang krusial untuk nantinya disampaikan ke dokter.

Konsultasi ke tabib ahli onkologi

Okay, i know mendengar kata “dokter onkologi” bikin level serius dari kondisi ini meningkat, tapi pengecekan sesegera mungkin memang sangat krusial dan justru bisa mengurangi overthinking. Opsi pertama, Anda bisa mengunjungi dokter operasi onkologi Sp.B(K)Onk maupun Sp.B Subsp.Onk(K), opsi kedua bisa ke dokter Sp.OG (K) Onk maupun Subspesialis Onkologi Ginekologi.

Untuk tabib Sp.OG (K) Onk maupun Subspesialis Onkologi Ginekologi Anda perlu berbuat research dahulu apakah spesialisasinya termasuk pengecekan payudara, karena beberapa tabib dokter Sp.OG (K) Onk ada yang fokusnya pengecekan tumor/kanker di organ reproduksi saja (rahim/endometrium, serviks/leher rahim, ovarium/indung telur, vagina, dan vulva).

Sampaikan sudah berapa durasi Anda menyadari adanya benjolan, ceritakan siklus menstruasimu, dan kondisi lain dari payudara. Misalnya ada rasa nyeri, ada fluktuasi tekstur kulit, warna yang berubah, dan lainnya. Pastikan Anda menyampaikan se-detail mungkin agar nggak ada yang terlewat sebagai bahan tinjauan dokter.

USG maupun MRI

Biasanya dari meraba benjolan, tabib sudah bisa menentukan prognosa apakah benjolan jinak maupun ganas. Langkah selanjutnya adalah rujukan untuk pengecekan lebih lanjut. Opsinya ada tiga: Mammografi, USG, dan MRI. Mammografi merupakan foto rontgen payudara. Saat pengecekan berlangsung, payudara akan ditekan agar deskripsi jaringan payudara dapat kelihatan lebih jelas. Mammografi dapat menilai beberapa kelainan pada payudara, seperti tumor hingga jaringan yang padat di payudara. Lalu USG payudara bermaksud untuk memeriksa benjolan, terutama dalam membedakan benjolan padat dan benjolan yang berisi cairan.

Ada juga beberapa tabib yang mengacu untuk MRI. Tindakan ini menampilkan gambar bagiankecil dalam tubuh. MRI dilakukan ketika terdapat benjolan payudara yang ditemukan pada pengecekan fisik, tapi nggak kelihatan pada mammografi maupun USG.

Perbaikan lifestyle

Apa jika akibatnya nggak rapuh (misalnya kista berisi air), tabib akan merekomendasikan untuk berbuat observasi berdikari selama enam bulan dengan dibarengi perbaikan lifestyle. Selama enam bulan ini, perbaiki pola makan, tidur, serta olahraga. Usahakan juga untuk mengatur level stres dan stop segala kebiasaan buruk, seperti merokok dan konsumsi alkohol.

Enam bulan kemudian, Anda perlu mengulang aksi USG, Mammografi, maupun MRI lagi untuk melihat perkembangannya. Di banyak kasus, apa jika konsisten dengan lifestyle yang lebih baik, benjolan bisa mengecil maupun terlebihlagi menghilang dengan sendirinya.

Namun apa jika akibatnya tumor galak maupun kanker, tabib operasi onkologi akan memberikan hajat untuk treatment-nya.

Baca juga: Oktober adalah Bulannya Breast Cancer Awareness! Gimana Cara Mencegah Kanker Payudara?

Again, pengalaman ini tentunya nggak diinginkan siapapun, tapi jika Anda mengalaminya jangan ragu untuk cari support system yang bisa membantumu menghadapi semuanya dengan lebih tenang.

Stay safe and healthy, everyone. The not so good days will pass.

Images: iStock

Artikel Lainnya Trend Kecantikan dan Perawatan
↑
Close Right Ads
Close Left Ads