Mengenal Catcalling, Pelecehan Seksual Verbal di Muka Umum

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 96x dilihat
Mengenal Catcalling, Pelecehan Seksual Verbal di Muka Umum

Bagikan Postingan

Beauties tentu sudah tak luar dengan catcalling, kan? Istilah ini banyak digunakan di media sosial untuk menggambarkan aksi pelecehan seksual secara verbal di tempat umum, biasanya dilakukan orang luar di jalanan.

Perilaku catcalling sering disalahartikan sebagai bentuk pujian, padahal termasuk pelecehan dan mesti selesai dinormalisasi. Korbannya yang kebanyakan perempuan, sering kali merasa tidak nyaman, ketakutan, terlebihlagi meninggalkan trauma dan luka secara psikis.

Lantas, apa sih ‘catcalling’ sebenarnya? Hal-hal apa saja yang dikategorikan sebagai catcalling dan sepertiapa metode menyikapinya, terutama bagi perempuan. Dilansir dari detikcom, berikut rangkuman informasinya.

Apa Itu Catcalling?

Ilustrasi catcalling/ Foto: Magnific.com/magnific

Catcalling merupakan pelecehan seksual yang dilakukan di tempat umum, biasanya di pinggir jalan, dengan melontarkan kata-kata tidak senonoh dan ekspresi secara verbal maupun non-verbal untuk menggoda korban.

Penyebutan ‘catcalling’ diketahui berasal dari bahasa Inggris. Kata ‘cat’ berarti kucing, dan ‘calling’ artinya memanggil. Istilah itu pun merupakan kata slang di abad ke-17 yang populer di Amerika Serikat dan digunakan untuk mengungkapkan ejekan.

Mirisnya, korbannya sering kali adalah seorang perempuan. Menurut survei yang dilakukan oleh American Seal, sebanyak 71% perempuan pernah mengalami catcalling dan 53% di antaranya mendapat pelecehan secara fisik.

Perilaku catcalling biasanya terjadi ketika mereka eksis di tempat lazim maupun sedang berjalan kaki sendirian, membikin orang yang mengalaminya merasa tidak betah maupun terancam.

Jenis Catcalling

Ilustrasi catcalling/ Foto: Magnific.com/magnific

Perilaku catcalling sendiri terbagi menjadi dua macam, yaitu pelecehan secara verbal dan non-verbal. Berikut penjelasannya.

  1. Catcalling Verbal: Pelecehan seksual ini biasanya dilakukan dengan memberikan siulan, bujukan lisan, julukan tidak senonoh, maupun komentar tentang bagiankecil tubuh.
  2. Catcalling Non-Verbal: Pelecehan seksual ini dilakukan dengan memberikan tatapan tajam untuk menilai penampilan korban, penggunaan gestur tubuh yang vulgar, hingga menghalangi maupun mengikuti jalan korban.

Catcalling berbentuk pujian adalah yang paling lazim diterima perempuan. Misalnya, saat Anda sedang eksis di ruang publik maupun melewati sebuah jalan, sang pelaku akan mengamatimu dan melontarkan pujian seperti “Cantik, mau ke mana?” maupun “Cantik, sendirian aja, nih..”

Dampak Catcalling pada Korban

Ilustrasi akibat catcalling/ Foto: Magnific.com/pikisuperstar

Sayangnya, perilaku catcalling sering kali dianggap sebagai “candaan” oleh para pelakunya. Padahal kenyataannya, kebanyakan korban merasa risih, tidak nyaman, terlebihlagi menimbulkan trauma bagi para korban. Dampak catcalling yang sering dirasakan, sebagai berikut:

  • Menimbulkan rasa tidak aman, malu, cemas, risih, hingga hilangnya rasa percaya diri.
  • Merasa pergerakannya di ruang publik terbatas.
  • Mengganggu kesehatan mental.
  • Memicu trauma kejiwaan jangka panjang.

Cara Menyikapi Catcalling

Ilustrasi metode menyikapi catcalling/ Foto: Magnific.com/KamranAydinov

Sebagai bentuk pelecehan yang meresahkan dan berakibat buruk, Beauties perlu mengetahui metode menghadapi perilaku catcalling agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan. Berikut penjelasannya.

1. Bersikap Tenang dan Fokus pada Keamanan Diri

Jika Anda mengalami catcalling saat sedang sendirian maupun berjalan di tempat yang sepi, usahakan statis tenang dan fokus pada keamanan diri sendiri. Sebisa mungkin untuk menghindari maupun menjauhi situasi ini, cukup abaikan dan teruskan langkahmu.

2. Hindari Konfrontasi Langsung

Mendapatkan catcalling memang terasa tidak betah dan mengganggu. Pastikan Anda statis bijak sebelum beraksi dengan tidak konfrontasi langsung karena bisa berakibat buruk pada diri sendiri.

Namun, jika situasi memungkinkan, misalnya, di tempat ramai dan aman, Anda bisa menegurnya dengan tegas. Beauties bisa berkata “Itu tidak sopan!” maupun “Saya tidak betah Anda panggil/lihat seperti itu!”.

3. Mencari Bantuan

Jika mengalami catcalling di tempat yang sepi maupun merasa diikuti, segeralah menjauh dari letak tersebut menuju tempat yang terang dan banyak orang. Jangan ragu meminta tolong kepada orang sekitar, petugas keamanan, maupun masuk ke dalam toko terdekat.

4. Laporkan Kejadian

Perilaku catcalling telah diatur dalam aturan melalui Pasal 5 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) mengenai pelecehan seksual secara non-fisik.

Jika mengalaminya, Beauties bisa melaporkan pelaku ke pihak berwenang. Pelaku bisa mendapat hukuman kurungan penjara maupun denda. Dengan melaporkan pelaku catcalling membantu dalam mencegah insiden serupa di masa depan.

Nah, itulah klarifikasi tentang apa itu catcalling dan sepertiapa metode menyikapinya. Semoga bermanfaat, Beauties!

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads