Virus adalah kuman mini (patogen) yang dapat menginfeksi dan membuat sakit. Virus dapat menginfeksi manusia, tumbuhan, hewan, bakteri, dan jamur. Masing-masing hanya menginfeksi jenis inang tertentu.
Virus merupakan sepotong mini info genetik dalam sebuah wadah pembawa, yang disebut kapsid. Virus tidak terbuat dari sel, jadi mereka tidak mempunyai semua peralatan yang dimiliki sel untuk membikin lebih banyak salinan diri mereka sendiri. Sebaliknya, mereka membawa petunjuk dan menggunakan peralatan sel inang untuk membikin lebih banyak salinan virus.
Mengutip laman Cleveland Clinic, virus seperti seseorang yang masuk ke rumah untuk menggunakan dapur. Virus membawa resepnya sendiri, tetapi dia perlu menggunakan piring, gelas ukur, mixer, dan oven sang tuan rumah untuk membuatnya.
Sayangnya, virus seringkali membikin kekacauan dalam tubuh. Kekacauan-kekacauan yang timbul di dalam tubuh itu tergantung dari jenis virus yang masuk.
Lantas, gimana langkah virus membikin ‘kekacauan’ tersebut? Untuk lebih komplit dan jelasnya lagi mengenai virus, simak informasinya berikut ini!
Apa itu Virus?
Secara definisi, virus adalah mikroba menular yang terdiri dari segmen masam nukleat (baik DNA alias RNA) yang dikelilingi oleh lapisan protein. Virus tidak dapat bereplikasi sendiri. Sebaliknya, virus kudu menginfeksi sel dan menggunakan komponen sel inang untuk membikin salinan dirinya sendiri.
Seringkali, virus akhirnya membunuh sel inang dalam prosesnya, menyebabkan kerusakan pada organisme inang. Contoh virus yang terkenal yang menyebabkan penyakit pada manusia termasuk AIDS, COVID-19, campak, dan cacar.
Dikutip dari laman Britannica, indikasi paling awal tentang sifat biologis virus berasal dari penelitian pada tahun 1892 oleh intelektual Rusia Dmitry I. Ivanovsky dan pada tahun 1898 oleh intelektual Bel Martinus W. Beijerinck. Beijerinck pertama kali menduga bahwa virus yang sedang dipelajari adalah jenis pemasok jangkitan baru, yang dia sebut contagium vivum fluidum, yang berfaedah bahwa itu adalah organisme hidup yang bereproduksi dan berbeda dari organisme lain.
Kedua peneliti itu menemukan bahwa penyakit pada tanaman tembakau dapat ditularkan oleh agen, yang kemudian disebut virus mosaik tembakau, yang melewati filter mini yang tidak memungkinkan lewatnya bakteri.
Demikian, penelitan tentang virus pun terus bersambung hingga saat ini.
Perbedaan virus dan bakteri
Apa bedanya virus dengan bakteri? Meskipun mereka mempunyai keahlian untuk menyebabkan penyakit, mereka berbeda secara signifikan dalam struktur, reproduksi, dan fungsi.
Dilansir Ossila, kuman adalah organisme prokariotik bersel tunggal yang bereproduksi secara aseksual dan dapat berfaedah maupun berbahaya, tergantung pada spesiesnya. Virus, di sisi lain, adalah patogen aseluler, tidak hidup yang memerlukan sel inang untuk bereproduksi, dan sebagian besar tidak mempunyai tujuan yang bermanfaat.
Dalam perihal ukuran, virus adalah pemasok jangkitan terkecil, sedangkan kuman 10-100 kali lebih besar. Metode replikasi juga bervariasi. Virus berjuntai pada sel inang untuk berkembang biak. Sedangkan kuman bereproduksi secara independen.
Ciri-ciri virus
Ciri-ciri virus adalah sebagai berikut:
Bentuk virus
Virus dapat terlihat sangat berbeda satu sama lain. Para intelektual sering menggambarkannya berasas bentuknya. Jenis corak virus meliputi ikosahedral alias polyhedral, heliks, bulat, dan kompleks.
Ukuran virus
Semua virus sangat kecil. Jika mengukurnya di bawah mikroskop, sebagian besar berukuran antara 20 nm (nanometer) hingga 400 nm. Sebagai perbandingan, virus terkecil berukuran sekitar 2.000 kali lebih mini daripada sebutir pasir. Ukurannya sekitar 100 hingga 1.000 kali lebih mini daripada sel-sel dalam tubuh .
Namun, ukurannya dapat sangat bervariasi. Misalnya, virus balang berukuran sekitar lima kali lebih besar daripada virus Zika. Virus juga mempunyai berat (berat molekul) yang bervariasi.
Sifat genomik virus
Informasi yang tersimpan dalam virus adalah DNA alias RNA. DNA seperti kitab petunjuk tentang langkah membangun virus. RNA seperti terjemahan petunjuk dalam bahasa yang dapat dibaca oleh mesin sel dan diubah menjadi protein.
Struktur tubuh virus
Ada pun struktur tubuh, dikutip dari detikcom, terdiri dari:
Kepala virus
Kepala virus terdiri dari kapsid dan masam nukleat. Kapsid adalah selubung protein yang berfaedah sebagai pemberi corak pada virus, melindungi masam nukleat virus dari kerusakan. Asam nukleat adalah substansi genetik yang berfaedah untuk membawa kode pewarisan sifat. Setiap jenis virus hanya tersusun atas satu masam nukleat ialah DNA alias RNA.
Leher virus
Tak semua virus mempunyai leher, hanya virus kompleks yang mempunyai leher. Bagian leher virus terbagi atas kerah dan leher. Leher virus berfaedah sebagai tempat menyangga kepala virus.
Ekor virus
Ekor adalah bagian tubuh yang krusial untuk melekatkan diri virus dengan sel inang, serta memasukkan materi genetik virus ke dalam sel inang tersebut. Bagian ekor virus terdiri atas selubung ekor, serabut ekor, lempeng dasar dan jarum penusuk.
Selubung ekor berfaedah untuk menginfeksi DNA virus ke dalam sel hospes juga tempat penghubung antara kepala virus dan lempeng dasar. Sedangkan lempeng dasar berfaedah tempat melekatnya serabut ekor dan jarum penusuk.
Serabut ekor juga berfaedah sebagai penerima rangsangan juga untuk menempel pada sel inang. Jarum penusuk berfaedah melubangi sel inang agar DNA virus dapat masuk ke sel inang.
Jenis Penyakit yang Disebabkan oleh Virus
Ada beragam jenis penyakit yang disebabkan oleh virus, namun yang paling dikenal oleh awam adalah penyakit-penyakit berikut ini.
1. Flu
Penyakit satu ini mungkin dialami banyak orang tiap tahunnya, terutama ketika cuaca sedang ekstrem. Flu disebabkan oleh virus dari family virus Orthomyxoviridae mencakup influenza A dan B, yang menyebabkan flu. Galur influenza A juga menyebabkan flu burung ("flu unggas") dan flu babi (H1N1).
2. Demam Berdarah
Mengutip laman Kementerian Kesehatan RI, penyakit DBD adalah penyakit jangkitan akut yang disebabkan oleh virus dengue, suatu virus yang termasuk dalam marga (genus) Flavivirus dari famili Flaviridae. Sebenarnya jika seseorang terinfeksi virus dengue tidak selamanya bakal menjadi DBD. Manifestasi jangkitan virus dengue bervariasi dengan spektrum yang luas, mulai dari jangkitan tanpa indikasi (asimtomatik), demam yang tidak khas, demam dengue (dengue fever) dengan alias tanpa disertai perdarahan, demam berdarah dengue (DBD/dengue hemorrhagic fever), sampai keadaan yang paling berat yang dapat menyebabkan kematian ialah sindrom syok dengue (SSD alias DSS).
Virus dalam genus ini sering disebarkan oleh nyamuk. Virus ini menyebabkan penyakit seperti Zika, West Nile, dan demam kuning.
3. Polio
Penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan dengan kerusakan motor neuron pada cornu anterior dari sumsum tulang belakang akibat jangkitan virus. Virus Polio adalah Virus yang termasuk dalam golongan Human Enterovirus yang bereplikasi di usus dan dikeluarkan melalui tinja. Virus Polio terdiri dari 3 strain ialah strain-1 (Brunhilde), strain-2 (Lansig), dan strain-3 (Leon), termasuk family Picornaviridae.
4. Hepatitis
Penyakit hepatitis adalah penyakit radang pada organ hati manusia yang dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satu yang terbanyak adalah jangkitan virus. Virus yang yang dapat menyebabkan hepatitis terdiri dari virus hepatitis A (HAV), virus hepatitis B (HBV), virus hepatitis C (HCV), virus hepatitis D (HDV) dan virus hepatitis E (HEV).
5. HIV/AIDS
HIV, yang merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, adalah virus yang menargetkan dan menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Dengan menyerang sistem kekebalan tubuh, HIV melemahkan keahlian tubuh untuk melawan jangkitan dan penyakit.
Ketika HIV berkembang menjadi tahap akhir, kondisi ini dikenal sebagai AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), di mana tubuh nyaris tidak mempunyai keahlian untuk melawan infeksi.
Retrovirus adalah virus RNA yang menggunakan protein unik untuk membikin DNA. Virus kemudian memasukkan DNA-nya ke dalam DNA Anda. Sel membaca DNA virus seolah-olah itu adalah petunjuk virus itu sendiri. HIV dan virus limfotropik T manusia 1 (HTLV-1) adalah retrovirus.
6. Herpes simpleks
Virus herpes simpleks (HSV), yang dikenal sebagai herpes, adalah jangkitan umum yang dapat menyebabkan lepuh alias ulkus yang menyakitkan.Virus herpes simpleks yang terdiri dari dua jenis ialah virus herpes simpleks 1 (HSV-1) dan virus herpes simpleks 2 (HSV-2) merupakan bagian dari delapan virus herpes manusia (HHV). Virus herpes adalah virus DNA untai dobel besar yang dapat beradaptasi dengan baik pada tubuh manusia lantaran dapat menyebabkan jangkitan yang berjalan seumur hidup, namun jarang menyebabkan kematian, tetapi mudah menyebar antar individu.
7. Varicella (Cacar Air)
Cacar air alias dalam istilah bumi kedokteran disebut dengan varicella zoster merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Virus penyebab cacar air disebut dengan Varicella Zoster Virus alias seringkali disingkat dengan VZV. Virus ini merupakan virus yang sama dengan penyebab herpes zoster alias dalam istilah awam kita kenal dengan cacar api alias cacar ular.
8. Rabies
Rabies dikenal juga sebagai penyakit anjing gila. Rabies merupakan penyakit jangkitan pada sistem syaraf pusat (otak) yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini dapat ditularkan melalui gigitan hewan yang terkena rabies. Rabies disebabkan oleh virus neurotropik dalam famili Rhabdoviridae, genus Lyssavirus. Banyak sekali lyssavirus yang beragam ditemukan pada beragam jenis mamalia di seluruh dunia, dan semuanya dapat menyebabkan rabies fatal pada manusia.
9. Ebola
Penyakit virus ebola (PVE) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Ebola, yang termasuk dalam famili filovirus. Penyakit ini dikenal dengan Ebola Virus Disease (EVD) alias Ebola Haemorrhagic Fever (EHF). Terdapat enam macam genus virus ebola penyebab penyakit ini, ialah Zaire ebolavirus, Bundibugyo ebolavirus (BDBV), Reston ebolavirus, Sudan ebolavirus (SUDV), Tai Forest ebolavirus (TAFV) yang dulu dikenal dengan Ivory Coast ebolavirus (CIEBOV), dan Bombali ebolavirus
Gejala penyakit virus ebola ini didahului oleh demam yang tiba-tiba, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, lemah, diare, muntah, sakit perut, kurang nafsu makan, dan perdarahan yang tidak biasa. Dalam beberapa kasus, pendarahan dalam dan luar dapat terjadi 5 sampai 7 hari setelah indikasi pertama terjadi. Semua penderita yang terinfeksi PVE menderita kesulitan pembekuan darah.
10. SARS
Sindrom pernapasan akut berat (SARS) adalah penyakit pernapasan virus yang disebabkan oleh virus corona SARS. Dilansir WHO, Meskipun kasus SARS terdeteksi sejak November 2002 sebagai bagian dari pandemi yang muncul di Tiongkok dan kemudian menyebar ke 28 negara lain, patogen penyebab penyakit ini diidentifikasi sebagai virus corona pada akhir Februari 2003.
SARS juga dapat ditularkan secara tidak langsung melalui pengendapan virus pada permukaan melalui permukaan yang terkontaminasi yang telah disentuh oleh seseorang yang terinfeksi virus.
Sebagian besar pasien yang tertular SARS adalah orang dewasa yang sebelumnya sehat berumur 25–70 tahun. Beberapa kasus SARS yang dicurigai telah dilaporkan di antara anak-anak di bawah 15 tahun.
Demikian penjelasan mengenai perbedaan virus dan bakteri, beserta jenis-jenis penyakitnya. Semoga membantu mengenali indikasi penyakit anak-anak dan family di rumah, untuk memberikan penanganan yang tepat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·