Mengenal Patina pada Kulit, Perubahan Alami yang Bikin Tas Makin Cantik!/ Foto: magnific.com/wirestock
Apakah Anda pernah memperhatikan jika fashion item berbahan kulit seperti tas, sepatu, alias jaket bisa terlihat semakin elok setelah dipakai bertahun-tahun?
Warnanya bisa jadi perlahan-lahan berubah dan muncul suatu karakter unik yang membikin fashion item berbahan kulit jadi terlihat makin indah. Namun, perubahan kulit tersebut bukan selalu tanda bahwa fashion item berbahan kulit sudah rusak. Bisa jadi, Anda sedang memandang patina.
Seperti yang dilansir dari Stride Wise, patina adalah perubahan tampilan bentuk suatu barang akibat usia alias pengaruh pemakaian. Perubahan ini bisa berpengaruh pada warna, tekstur, dan kilau yang terjadi secara berjenjang pada fashion item berbahan kulit akibat paparan sinar matahari, minyak tubuh, kelembapan, dan penggunaan sehari-hari.
Menurut Eiken Shop, patina sebetulnya kerap dianggap jadi salah satu tanda sebuah produk fashion terbuat dari material yang berkualitas. Contohnya, tas kulit yang materialnya muncul patina bakal mempunyai kilau, karakter, dan kepribadian yang unik.
Hal yang membikin patina terlihat lebih menarik adalah sifatnya yang berbeda pada setiap produk. Patina bisa memberikan karakter yang unik pada sebuah tas alias produk berbahan kulit yang sekaligus menjadi catatan perjalanan hidup barang tersebut.
Patina juga tidak bisa muncul secara instan, lantaran memerlukan waktu. Konsep ini mungkin terdengar sederhana, tapi justru jadi sesuatu yang berfaedah bagi banyak orang.
Pembentukan Patina pada Kulit

Patina bisa terbentuk lantaran paparan sinar UV, kelembapan, gesekan alias sentuhan. / Foto: magnific.com/wirestock
Patina bisa terbentuk lantaran kombinasi beragam faktor, seperti paparan sinar UV yang menyebabkan permukaan kulit jadi semakin gelap, minyak tubuh yang memberikan kilau dan kedalaman warna, serta kelembapan yang dapat menyebarkan pewarna dan minyak.
Tidak hanya itu, gesekan pada bagian produk kulit yang sering disentuh juga bakal membuatnya jadi lebih lembut dan mengkilap. Biasanya, munculnya patina bakal mulai terlihat dalam 1-3 bulan, sedangkan patina yang modelnya ‘lebih kaya dan lebih dalam’ bisa terbentuk dalam 1-3 tahun.
Kamu bisa mempercepat pembentukan patina dengan menggunakan fashion item dari bahan kulit tersebut secara rutin, pegang dengan tangan yang bersih, dan lakukan perawatan produk secara berkala.
Sebaliknya, jika Anda mau memperlambat munculnya patina, Anda bisa menggunakan pelindung unik kulit dan simpan produk tersebut jauh dari paparan sinar mentari secara langsung.
Ciri-ciri Patina yang Bagus

Ciri-ciri patina yang berbobot biasanya tampak berkilau yang lembut dan memberikan pengaruh seperti pola marmer./ Foto: magnific.com/pikisuperstar
Dilansir dari Eiken Shop, patina yang dianggap bagus biasanya menimbulkan pengaruh kilau yang lembut tapi tetap terlihat dengan beragam pantulan warna pada permukaan kulit. Jadi, patina ini memberikan pengaruh seperti pola marmer.
Efek seperti marmer tersebut bisa muncul lantaran terpengaruh langkah produk kulit digunakan, termasuk saat produk tergores, tergesek, terbentur, dan beragam kegiatan lainnya.
Selain itu, patina pada kulit juga bisa dipengaruhi lantaran paparan sinar UV, suhu, tingkat kelembapan dan cairan seperti minyak tubuh, air hujan, dan sebagainya.
Jenis Kulit yang Menghasilkan Patina Terbaik

Kulit full-grain leather bisa menghasilkan tampilan patina yang baik dan berkualitas./ Foto: unsplash.com/laticoleathers
Kalau Anda mau memiliki fashion item berbahan kulit dengan tampilan patina yang baik dan berkualitas, tentu Anda kudu memilih jenis kulit tertentu, salah satunya seperti full-grain leather. Produk fashion yang terbuat dari kulit jenis full-grain leather memang relatif lebih mahal, tapi kulit ini yang paling bisa menghasilkan patina.
Patina yang dihasilkan juga semakin berbobot jika kulit tersebut menggunakan metode penyamakan vegetable tanning dengan bahan dari tumbuhan seperti kulit kayu, akar, alias daun dari pohon-pohon tertentu. Hal ini lantaran metode tersebut menggunakan proses yang lebih alami sehingga mempertahankan karakter alami kulit.
Selain itu, jenis kulit full-grain leather juga mempunyai daya tahan dan kekuatan yang sangat baik dan berkualitas, lantaran nyaris tidak mengalami proses pengikisan, pemolesan, alias pengamplasan pada permukaannya sehingga struktur serat alaminya bakal tetap terjaga.
Bisakah Produk dari Kulit Sintentis Memiliki Patina?

Produk yang terbuat kulit sintetis bisa mengalami perubahan warna tapi tidak sama dengan pembentukan patina pada kulit alami./ Foto: magnific.com/pikisuperstar
Dilansir dari Eiken Shop, produk yang terbuat dari kulit sintetis memang bisa mengalami perubahan warna alias memudar, tapi proses ini tidak sama dengan pembentukan patina pada kulit alami. Jadi, jika Anda mau tas kulitmu menghasilkan patina, pilih tas yang terbuat dari kulit alami yang berkualitas.
Cara Memperlambat Terbentuknya Patina pada Produk Kulit

Pembentukan patina pada kulit bisa diperlambat dengan menjauhkannya dari paparan sinar UV dan menghindari kulit tergesek./ Foto: unsplash.com/laticoleathers
Bagi sebagian orang, terbentuknya patina pada kulit adalah perihal yang diinginkan, tapi bisa jadi perihal ini tidak dialami oleh sebagian orang lainnya.
Namun, sebetulnya proses pembentukan patina tidak bisa dihentikan sepenuhnya. Kalau Anda mau memperlambat proses pembentukan patina, Anda bisa melakukannya dengan langkah sebagai berikut.
- Hindari meletakkan kulit di tempat yang terpapar sinar mentari langsung.
- Jangan menyimpan tas alias produk kulit di tempat yang terlalu lembap.
- Hindari gesekan antara produk yang terbuat dari kulit tersebut dengan pakaian, kantong, dan barang lainnya yang bisa memicu munculnya goresan.
- Cuci tangan sebelum menyentuh produk kulit dan hindari produk tersebut terkena makanan alias minuman.
- Hindari menggunakan busana yang warnanya mudah luntur dan beranjak ke permukaan produk dari kulit tersebut.
- Selain itu, bersihkan tas alias produk yang terbuat dari kulit secara rutin menggunakan air dan kain yang lembut untuk menghilangkan partikel yang menempel.
Itu tadi Beauties, penjelasan soal terbentuknya patina pada fashion item berbahan kulit. Apakah Anda juga tertarik untuk memilikinya?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)