Farah Rafalani | Beautynesia
Rabu, 04 Nov 2026 18:30 WIB
Antiperspiran dan Deodoran, Apa sih Perbedaannya?/ Foto: unsplash.com/Anna Keibalo
Ketika salingberhadapan dengan kondisi tropis dengan suhu yang cenderung tinggi seperti di Indonesia, produk yang bisa mengatasi bau dan efek dari keringat menjadi sebuah kebutuhan. Jenis produk yang sering diandalkan untuk mengatasinya adalah deodoran ataupun antiperspiran.
Keduanya sering jadi pilihan karena memiliki fungsi utama untuk menghadapi masalah yang berhubungan dengan keringat. Lantas, hal tersebut juga bisa menimbulkan sebuah pertanyaan, antiperspiran dan deodoran apakah sama? Ataukah keduanya memiliki perbedaan? Yuk, simak penjelasannya di sini!
1. Perbedaan Fungsi

Ilustrasi perbedaan fungsi/ Foto: unsplash.com/Zulfugar Karimov
Produk antiperspiran dan deodoran memiliki tujuan yang hampir serupa. Namun, keduanya memiliki perbedaan fungsi. Antiperspiran berguna untuk mengurangi banyaknya keringat yang dihasilkan oleh tubuh pada area yang diaplikasikan. Sehingga cocok untuk mencegah sisa keringat timbul.
Deodoran memiliki fungsi yang mengarah pada kontrol harum yang dihasilkan oleh tubuh. Memiliki fungsi utama untuk menghilangkan bau ketek yang disebabkan oleh mikroba dan keringat yang berasal dari sana. Bahkan beberapa deodoran juga memiliki kandungan minyak harum untuk bantu mengurangi potensi bau ini.
2. Kandungan Produk

Ilustrasi kandungan produk/ Foto: unsplash.com/ibnu ihza
Fungsi dari produk antiperspiran dan deodoran juga berasal dari perbedaan main ingredient yang digunakan. Deodoran biasanya memiliki bahan utama alkohol untuk bantu mengurangi bau badan.
Di sisi lain, antiperspiran seringkali menggunakan bahan berbasis senyawa aluminium yang bisa menghalangi pori-pori kulit ketek untuk sementara waktu. Ketika keringat terhalang dan berkurang maka akan lebih sedikit potensi mikroba yang ada, membikin potensi bau badan juga berkurang.
3. Cara Kerja

Ilustrasi metode kerja/ Foto: unsplash.com/Ruben Ramirez
Perbedaan antiperspiran dan deodoran selanjutnya adalah sepertiapa metode kedua produk tersebut bekerja. Mengutip dari halaman Healthessentials, kandungan dalam antiperspiran ‘memblokir’ pori-pori di permukaan kulit yang menjadi akses keringat untuk keluar.
Sementara itu, deodoran tidak menutup pori-pori dan fokus pada hal yang berbeda. Kandungan yang ada dalam produk deodoran justru bekerja untuk menetralisir mikroba yang kemudian bisa menyebabkan bau ketika kita keringat.
4. Klasifikasi Produk

Ilustrasi pengelompokan produk/ Foto: unsplash.com/Abdul Raheem Kannath
Berdasarkan bahan dan kandungannya, kedua produk ini memiliki perbedaan dalam hal pengelompokan produk. Dikutip dari halaman WebMD, deodoran masuk ke dalam kategori kosmetik sedangkan antiperspiran adalah himpunan obat-obatan.
Hal itu jugalah yang menyebabkan Food and Drug Administration (FDA) di Amerika membikin antiperspiran mesti memiliki persetujuan edar dan mengikuti prosedur dari FDA sebelum bisa memasuki pasar. Jadi meskipun sepintas kelihatan serupa, dua produk ini dimasukkan dalam pengelompokan yang berbeda.
Nah, itu dia beberapa perbedaan produk antiperspiran dan deodoran yang perlu Anda ketahui. Jadi kira-kira mana yang Anda pilih untuk menemani aktivitasmu sehari-hari, Beauties?
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.