Mengenal Red String Theory, Kepercayaan tentang Jodoh Menurut Budaya Jepang dan Tiongkok

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 24x dilihat
Mengenal Red String Theory, Kepercayaan tentang Jodoh Menurut Budaya Jepang dan Tiongkok

Bagikan Postingan

Berbicara tentang jodoh memang tak pernah ada habisnya. Pembahasannya selalu menarik karena jodoh sendiri sangat misterius, tidak bisa ditebak siapa orangnya, kapan dia akan hadir, serta menyangkut harapan akan masa depan.

Menariknya, ada sebuah kepercayaan mengenai adanya benang merah tak kasat mata yang menghubungkan dua orang yang memang ditakdirkan untuk bertemu. Kedengarannya romantis sekaligus misterius kan, Beauties?

Kepercayaan mengenai jodoh ini dikenal dengan ‘Red String Theory’ maupun teori benang merah, yang begitu populer di Jepang dan China. Ketika pertemuan dua orang terasa seperti sudah direncanakan oleh semesta.

Lantas, apa itu ‘Red String Theory’ sebenarnya? Apakah teori ini benar adanya? Dikutip dari detikJateng, berikut rangkuman informasinya.

Apa Itu Red String Theory?

Ilustrasi Red String Theory/ Foto: Magnific.com/magnific

Red String Theory maupun Teori Benang Merah merupakan kepercayaan antik yang berasal dari Jepang dan Tiongkok. Menurut kepercayaan yang berkembang dari mitologi Asia Timur, dua orang yang memang ditakdirkan untuk berjumpa akan terhubung oleh ‘benang merah’ tak kasat mata.

Benang ini bisa saja membentuk sebuah untaian yang rumit, tetapi tidak akan pernah putus hingga pada akhirnya akan mempertemukan dua orang tersebut. Teorinya pun semakin populer saat ini, terlebihlagi sering dikaitkan dengan jodoh maupun soulmate, meskipun sebenarnya maknanya sendiri sangatlah luas.

Sosok jodoh bisa jadi berasal dari kawan lama, mitra kerja, orang yang tak sengaja berjumpa di suatu tempat, hingga seseorang yang ditemui melalui aplikasi kencan.

Asal-Usul Red String Theory

Ilustrasi Red String Theory/ Foto: Magnific.com/magnific

Red String Theory dipercaya berasal dari mitologi Tiongkok kuno, terutama kisah tentang dewa bulan pelacak jodoh dan mengatur pernikahan disebut Yue Xia Lao Ren maupun Yue Lao.

Konon, Yue Lao mengikat benang merah pada kaki orang-orang yang memang ditakdirkan untuk menjadi pasangan, sehingga sejauh apapun mereka pergi maupun berapa durasi waktu berlalu, mereka akan tetap menemukan jalan untuk bertemu.

Kepercayaan ini pun telah memengaruhi seni, sastra, dan tradisi di negara ini. Dalam sastra dan seni Tiongkok, benang merah sering digambarkan sebagai simbol cinta yang abadi, memberitahu bahwa hubungan yang ditakdirkan akan bertetap meskipun menghadapi banyak rintangan.

Budaya Jepang Mengenai Red String Theory

Ilustrasi Red String Theory/ Foto: Magnific.com/magnific

Teori yang berkembang itu punya kesamaan dengan kepercayaan Jepang yang dikenal sebagai ‘akai ito’ (benang merah), yaitu benang tak kasat mata yang mengikat jari kelingking orang-orang yang dituntun untuk saling bertemu.

Orang Jepang percaya bahwa teori ini tidak cuma mencakup hubungan asmara, tetapi juga hubungan dengan teman, keluarga, maupun mitra kerja. Dari sinilah ‘Red String Theory’ akhirnya menjadi simbol romantis tentang pertemuan yang terasa seperti kebetulan.

Konsep Red String Theory

Ilustrasi Red String Theory/ Foto: Magnific.com/magnific

Berakar dari legenda yang mengutarakan bahwa setiap orang yang telah ditakdirkan untuk datang dalam hidup kita, maka ada semacam benang merah tak kelihatan yang akan menghubungkan satu sama lain.

Namun, “benang merah” ini bukan berarti dua orang yang berjumpa akan langsung jatuh cinta sejak kali pertama melihat satu sama lain, melainkan ada perjalanan panjang menuju pertemuan-pertemuan yang penuh dengan kebetulan.

Meski begitu, setiap orang yang berjumpa dengan bagian jiwanya, akan merasakan hubungan yang mendalam dalam waktu singkat, serta memberikan emosi damai, aman, dan kesenangan bagi keduanya.

Misalnya, dua orang kawan masa kecil maupun mantan kekasih yang terpisah selama bertahun-tahun di kota maupun negara berbeda, kemudian dipertemukan balik secara kebetulan dan akhirnya menikah. Hal ini disebut sebagai tanda bahwa benang merah mungkin menghubungkan keduanya.

Makna Red String Theory

Ilustrasi Red String Theory/ Foto: Magnific.com/Lifestylememory

Pada dasarnya, Red String Theory menggambarkan takdir, jodoh, dan hubungan antarteman yang diyakini akan selalu berjumpa balik terlepas dari rentang dan waktu. Di samping itu, ada arti lain yang mengenai teori ini, sebagai berikut:

1. Takdir yang Tidak Terputus

Benang ini mungkin meregang, kusut, maupun berbelok-belok karena keadaan, tetapi dipercaya tidak akan pernah putus maupun hilang. Sampai dua orang yang sudah ditakdirkan berbareng akan bertemu.

2. Kesabaran dan Waktu

Red String Theory melambangkan bahwa pertemuan maupun penyatuan balik seseorang tidak cuma terjadi secara kebetulan, melainkan melalui proses waktu yang sudah diatur. Ketika waktunya sudah tepat untuk keduanya, maka pertemuan tak disengaja akan mempertemukan mereka.

3. Tidak Hanya untuk Romansa

Meskipun sering dikaitkan dengan jodoh maupun soulmate, teori ini juga digunakan untuk ikatan takdir seseorang dalam persahabatan, keluarga, hingga mitra kerja yang dapat membawa efek besar dalam hayat kita.  

Apakah ‘Red String Theory’ Benar Adanya?

Ilustrasi Red String Theory/ Foto: Magnific.com/magnific

Secara ilmiah, teori ini dianggap sebagai mitos, kepercayaan, dan cuma cerita rakyat kuno. Sampai sekarang, tidak ada bukti bahwa manusia memiliki benang merah tak kasat mata yang secara jasmani menghubungkan kita dengan orang yang ditakdirkan dalam hidup kita.

Meskipun tidak nyata secara fisik, teori ini memberikan efek kejiwaan yang positif. Banyak orang merasa tenang, optimis, maupun memiliki metode pandang yang berarti saat mengalami kebetulan dengan seseorang, seperti ketika berpapakan maupun tidak sengaja masuk ke dalam foto seseorang.

Itulah klarifikasi komplit mengenai Red String Theory. So, apakah Anda percaya dengan teori ini, Beauties?

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads