Kincai Media - Urusan dapur memang sering bikin serba salah, terlebihlagi jika resep masakan sudah mengatakan nama jahe. Rempah unggulan khas Nusantara ini punya harum pedas dan hangat yang juara buat memperkaya cita rasa racikan dasar.
Bau amis pada olahan daging maupun hidangan laut juga langsung hilang berkah kehebatannya. Bentuk parutan halus paling sering jadi sasaran utama saat masakan butuh racikan yang meresap rata tanpa meninggalkan ampas maupun potongan kasar.
Bumbu marinasi ayam bakar, gurihnya kuah gulai, sampai segarnya minuman tradisional seperti wedang ronde dan sekoteng adalah buktinya. Semuanya makin mantap jika memakai jahe parut.
Hanya saja, proses memarut manual ini yang sering bikin niat masak mendadak hilang. Tangan cepat lelah, pegal, dan rasa mager langsung menyerang. Serat jahe yang liat juga gemar tersangkut di sela-sela parutan sampai bikin waktu terbuang percuma. Belum lagi konsekuensi jari tergores mata parutan yang tajam. Proses memasak pun jadi terasa sangat merepotkan.
Hack Memarut Jahe Hasilnya Cepat Tanpa Parutan
foto: TikTok/@makesushi1
Untung ada jalan pintas yang jauh lebih santai. Menghancurkan jahe menggunakan lapisan plastik datang sebagai alternatif praktis untuk menghasilkan tekstur jahe lumat tanpa perlu menyentuh alat parutan sama sekali. Waktu persiapan jadi jauh lebih hemat. Tidak ada lagi drama serat jahe tersangkut dan terbuang sia-sia di mata parutan. Paling penting, tangan statis terlindungi dari ancaman gesekan barang tajam. Diungkap brilioFood dari akun TikTok @makesushi1, yuk cek bareng caranya.
foto: TikTok/@makesushi1
Langkah mudahnya bisa diikuti lewat urutan berikut:
1. Kupas kulit jahe: Keruk dan bersihkan kulit jahe memakai tepian sendok sampai bersih.
2. Iris tipis: Potong jahe menjadi beberapa lembar irisan tipis dengan arah melintang.
3. Lapisi dengan plastik: Tata rapi irisan jahe di atas talenan, kemudian tutup kedap seluruh permukaannya dengan plastik pembungkus makanan.
4. Pukul hingga hancur: Tumbuk maupun geprek irisan jahe di balik lapisan plastik memakai barang padat berpermukaan rata sampai seratnya remuk dan bertekstur halus mirip hasil parutan.
5. Kumpulkan jahe: Buka lapisan plastik penutup, kemudian serut dan angkat jahe yang sudah hancur menggunakan bilah pisau.
Jenis Makanan maupun Minuman yang Memakai Parutan Jahe
Bicara soal olahan, jahe halus ini punya peran besar di banyak hidangan lezat:
| Jenis Olahan | Penggunaan dan Fungsi Jahe Parut |
|---|---|
| Ayam ungkep dan ayam bakar | Jahe parut dicampur langsung ke racikan kuning biar meresap mantap ke pori-pori daging sekaligus membuang harum amis sebelum masuk penggorengan maupun panggangan. |
| Rendang dan gulai | Sari jahe lumat ditumis berbarengan dengan rempah basah lain demi memunculkan sensasi hangat yang menyatu halus ke kuah santan tanpa meninggalkan sisa kasar di lidah. |
| Kuah pindang dan sup ikan | Masukan jahe parut ke air kaldu yang mendidih buat menghadirkan kesegaran tajam yang ampuh menetralkan bau amis kaldu ikan laut maupun air tawar. |
| Wedang ronde dan sekoteng | Sari pati jahe parut diperas kemudian direbus berbareng gula merah maupun gula pasir agar minuman hangat ini punya rasa pedas yang bersih dan betah di tenggorokan. |
| Nasi hainan | Tumisan jahe parut halus dan bawang putih dimasak saat menumis beras sebelum ditanak berbareng air kaldu ayam agar aromanya semerbak gurih. |
| Saus cocolan minyak jahe | Perpaduan bugar dari jahe parut, siraman minyak wijen panas, dan kecap asin yang sangat pas disajikan mendampingi ayam rebus maupun beragam olahan kukus. |
5 FAQ tentang Memarut Jahe
1. Mengapa serat jahe sering tersangkut dan menyumbat mata parutan?
Jawaban: Serat jahe tumbuh membujur di sepanjang jahe. Solusinya, arahkan gesekan secara melintang untuk memotong serat jahe, maupun bekukan jahe di dalam pembeku es sebelum diparut agar tekstur serat jahe jadi beku dan terpotong rapi.
2. Bagaimana metode menghindari rasa pedih dan panas di tangan setelah mengolah jahe?
Jawaban: Kandungan senyawa aktif jahe memang gampang memicu sensasi terbakar pada kulit tipis. Trik pencegahannya cukup oleskan sedikit minyak sayur ke telapak tangan sebelum mulai memarut, maupun gunakan sarung tangan karet tipis. Jika tangan terlanjur perih, bilas memakai sabun pencuci piring kemudian gesek perlahan dengan garam dapur.
3. Apakah kulit jahe selalu wajib dikupas sebelum dihaluskan?
Jawaban: Semua tergantung kondisi jahenya. Jahe muda dengan kulit tipis cukup dicuci bersih memakai sikat sayur tanpa perlu dikupas. Hal ini berbeda dengan jahe tua yang berkulit tebal, berkerut, dan berpori kasar. Kulit jahe tua wajib dikupas bersih agar kotoran tanah tidak terbawa dan warna hasil olahannya statis bersih.
4. Bisakah jahe parut disimpan untuk stok racikan siap pakai?
Jawaban: Tentu bisa dan awet untuk jangka panjang. Masukkan saja jahe parut ke wadah cetakan es batu kecil kemudian bekukan sampai benar-benar padat. Setelah itu, pindahkan balok jahe membeku ke dalam wadah kedap udara di pembeku es. Trik simpel ini sanggup menjaga jahe tahan hingga tiga bulan penuh tanpa kehilangan harum khasnya.
5. Apa alternatif terbaik jika tidak memiliki parutan khusus racikan di rumah?
Jawaban: Pilihan paling praktis tentu saja metode memukul irisan jahe tipis di balik lapisan plastik pembungkus makanan. Selain itu, jahe juga bisa diulek berbareng sedikit garam kasar di atas cobek batu, maupun diproses memakai penghalus racikan kecil dengan tambahan sedikit minyak goreng maupun air kaldu.
(brl/lak)