Ilustrasi wanita dengan beberapa produk skincare yang tersusun di meja/Foto: Magnific/magnific
Beauties, pernah dengar istilah skinimalism? Sederhananya, konsep ini berangkaian dengan rutinitas skincare yang lebih sederhana dan konsentrasi pada produk yang betul-betul dibutuhkan kulit.
Skinimalism muncul di tengah kebiasaan memakai banyak produk dalam satu rutinitas. Padahal, semakin banyak skincare yang digunakan belum tentu membikin perawatan kulit menjadi lebih efektif.
Lalu, benarkah semakin sedikit skincare justru lebih baik untuk kulit? Sebelum mengurangi produk yang biasa digunakan, ada beberapa perihal tentang skinimalism yang perlu Anda pahami.
Seperti Apa Prinsip Skinimalism?

Ilustrasi wanita sedang melakukan rutinitas skincare sederhana/Foto: Magnific/magnific
Dalam praktiknya, skinimalism bukan hanya soal mengurangi jumlah produk dalam rutinitas skincare. Konsep ini juga membujuk kita lebih selektif memilih produk yang memang dibutuhkan dan sesuai dengan kondisi kulit.
Melansir Real Simple, menurut celebrity esthetician Ian Michael Crumm, skinimalism berfokus pada produk esensial, termasuk yang punya lebih dari satu manfaat. Jadi, satu produk bisa digunakan untuk memenuhi beberapa kebutuhan tanpa kudu menambah banyak langkah dalam rutinitas.
Konsep ini juga muncul seiring dengan perubahan langkah orang memandang penggunaan skincare. Setelah rutinitas dengan banyak tahapan sempat populer, semakin banyak orang mulai mempertimbangkan waktu, biaya, hingga jumlah produk yang digunakan.
Crumm mengatakan, lebih banyak produk tidak selalu berfaedah hasil yang lebih baik untuk kulit maupun lingkungan. Karena itu, skinimalism bisa menjadi langkah untuk tetap merawat kulit sekaligus lebih bijak dalam memilih produk.
Produk Dasar yang Dibutuhkan dalam Rutinitas Skinimalism

Ilustrasi skincare sederhana dengan cleanser, moisturizer, dan sunscreen/Foto: Magnific/magnific
Rutinitas skinimalism sebenarnya bisa dimulai dari tiga produk utama. Melansir IPSY, dermatolog Nkem Ugonabo, MD, menyebut pembersih lembut, pelembap yang kondusif untuk skin barrier, dan sunscreen SPF 30 alias lebih sebagai dasar perawatannya.
Pilih pembersih yang tidak terlalu berbusa dan sebaiknya bebas pewangi. Saat mencuci wajah, gunakan air suam-suam kuku dan hindari menggosok kulit terlalu keras.
Kalau tiga langkah dasar ini sudah terpenuhi, barulah perhatikan kondisi kulit yang mau ditangani. Misalnya, vitamin C untuk membantu mencerahkan, retinol untuk menyamarkan garis halus, alias niacinamide untuk menenangkan kulit.
Jadi, tidak perlu menggunakan banyak bahan aktif dalam satu waktu, Beauties. Ugonabo menyarankan untuk memilih bahan sesuai masalah kulit yang paling mau diatasi.
Cara Menerapkan Skinimalism dalam Rutinitas Skincare

Ilustrasi wanita sedang memilah beberapa produk skincare/Foto: Magnific/magnific
Beauties, coba cek lagi isi meja alias rak skincare kamu. Kalau ada produk yang sudah kedaluwarsa, tidak cocok di kulit, alias punya kegunaan yang sama, mungkin sudah waktunya disortir.
Dermatolog Jeannette Graf, MD, FAAD, menyebut produk dengan kandungan serupa juga bisa dianggap sebagai duplikat. Misalnya, ada beberapa serum vitamin C, retinoid, alias pelembap dengan kegunaan yang nyaris sama, cukup pilih yang paling sering Anda gunakan.
Setelah itu, susun rutinitas dasar untuk pagi dan malam. Kamu bisa mulai dengan cleanser, dilanjutkan serum sesuai kebutuhan kulit, lampau gunakan pelembap untuk menjaga kelembapannya.
Untuk pagi hari, jangan lupakan sunscreen dan Anda bisa menambahkan serum antioksidan jika memang dibutuhkan. Sementara pada malam hari, retinoid alias eksfoliator lembut bisa digunakan sesuai kondisi kulit.
Ian Michael Crumm menyarankan untuk memilih produk yang memang sesuai dengan kebutuhan kulit dan digunakan secara konsisten. Nah, dari semua skincare yang Anda punya, mana yang paling jarang digunakan?
Benarkah Semakin Sedikit Skincare Lebih Baik?

Ilustrasi wanita sedang memakai pelembab wajahl/Foto: Magnific/
Mengurangi jumlah skincare memang bisa membikin rutinitas terasa lebih praktis. Namun, bukan berfaedah semakin sedikit produk pasti lebih baik lantaran kebutuhan setiap kulit juga berbeda.
Terlalu banyak produk alias bahan aktif dalam satu rutinitas juga justru bisa membikin kulit mudah iritasi. Akibatnya, kulit bisa terasa lebih sensitif, kemerahan, alias muncul masalah lain.
Begitu juga jika beberapa produk yang digunakan rupanya punya kegunaan serupa. Daripada memenuhi rak dengan banyak produk, pilih saja yang paling sesuai dengan masalah kulit yang sedang mau ditangani.
Produk multifungsi juga bisa menjadi pilihan untuk membikin rutinitas lebih ringkas. Satu produk dengan beberapa faedah membantu memenuhi kebutuhan kulit tanpa menambah terlalu banyak langkah.
Jadi, Beauties, skinimalism bukan berfaedah kudu mengurangi skincare sebanyak mungkin. Cukup pilih produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit agar rutinitas tetap sederhana dan tidak berlebihan.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)