Menurut Pakar, Ini Kalimat yang Diucapkan Orang dengan IQ Tinggi untuk Mengakhiri Basa-Basi dengan Sopan

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 3 menit 514x dilihat
Menurut Pakar, Ini Kalimat yang Diucapkan Orang dengan IQ Tinggi untuk Mengakhiri Basa-Basi dengan Sopan
  1. Home
  2. Life
  3. Cultured

Nadya Quamila | Beautynesia

Selasa, 01 Sep 2026 21:30 WIB

Menurut Pakar, Ini Kalimat yang Diucapkan Orang dengan IQ Tinggi untuk Mengakhiri Basa-Basi dengan Sopan

Menurut Pakar, Ini Kalimat yang Diucapkan Orang dengan IQ Tinggi untuk Mengakhiri Basa-Basi dengan Sopan/Foto: Magnific.com

Beauties, Anda mungkin pernah berada di situasi ketika Anda sedang berada di pusat perbelanjaan, lampau berjumpa dengan seorang kawan lama dari bangku sekolah. Kamu menyapanya dan kalian mengobrol sejenak. 

Setelah berbasa-basi, Anda mau mengakhiri percakapan lantaran mau melanjutkan kegiatanmu. Tapi Anda bingung gimana mengakhiri percakapan tak terduga itu tanpa membuatnya menjadi canggung. Kamu pun mulai merasa resah dan bingung kudu berbicara apa. Pernah ada di posisi ini, Beauties?

Mengakhiri percakapan dengan sopan memang bisa jadi cukup menantang bagi sebagian orang. Kamu pasti tidak mau terlihat kasar lantaran mau menyudahi percakapan tersebut. 

Nah, menurut master etiket, ada kalimat unik orang IQ tinggi yang bisa Anda coba ketika mau mengakhiri percakapan dengan musuh bicara. Yuk, cari tahu penjelasannya berikut ini!

Jo Hayes, seorang CEO, master etiket dengan pengalaman 13 tahun, serta mahir patologi wicara, mengatakan bahwa kalimat jagoan orang IQ tinggi untuk mengakhiri basa-basi secara sopan adalah

Foto: Magnific.com

Jo Hayes, seorang CEO, master etiket dengan pengalaman 13 tahun, serta mahir patologi wicara, mengatakan bahwa kalimat jagoan orang IQ tinggi untuk mengakhiri basa-basi secara sopan adalah "Mohon maaf, [nama musuh bicara]. Saya kudu pergi. Senang sekali bisa mengobrol denganmu." Kalimat tersebut santun, jelas, dan ringkas. 

"Kalimat itu memuat permintaan maaf, yang seketika 'melunakkan kesan' saat mengakhiri percakapan," jelasnya kepada Parade.

"Pesan yang disampaikan jelas, ialah bahwa seseorang kudu segera menyudahi percakapan. Selain itu, kalimat tersebut ditutup dengan ungkapan ramah yang menunjukkan rasa senang atas hubungan dengan musuh bicara," tambahnya.

Selain itu, menyebut nama musuh bicara rupanya lebih krusial daripada yang mungkin kamu sadari, Beauties. Menurut Hayes, orang lain senang ketika mendengar nama mereka disebut. Hal ini membikin mereka merasa diperhatikan dan diakui keberadaannya.

Tips untuk Mengakhiri Obrolan Ringan Tanpa Terasa Canggung

Jo Hayes, seorang CEO, master etiket dengan pengalaman 13 tahun, serta mahir patologi wicara, mengatakan bahwa kalimat jagoan orang IQ tinggi untuk mengakhiri basa-basi secara sopan adalah

Tips untuk Mengakhiri Obrolan Ringan Tanpa Terasa Canggung/Foto: Magnific.com

1. Gunakan bahasa tubuh

Gerakan mini bisa menjadi isyarat sosial. Hayes menyarankan untuk mulai berbalik alias beranjak pergi.

"Jangan sampai gerakannya terlalu mencolok hingga terkesan kasar alias canggung, tetapi cukup jelas agar musuh bicara menangkap isyarat sosial bahwa mereka sebaiknya menyudahi pembicaraan dan membiarkan percakapan berakhir," ujarnya.

Jika mereka tidak menangkap isyarat tersebut, setidaknya Anda sudah mempunyai celah untuk mengucapkan kalimat penutup yang disebutkan sebelumnya.

2. Selipkan sedikit referensi mengenai percakapan tersebut

Kamu juga bisa memodifikasi kalimat jagoan Hayes tadi untuk menunjukkan bahwa Anda betul-betul menyimak pembicaraan. Ia memberikan contoh berikut: "Senang bisa mengobrol dengan Anda, [nama musuh bicara]. Saya kudu lanjut beraktivitas, tapi selamat menikmati permainan golfnya." Respons seperti ini dapat membikin seseorang merasa dihargai dan didengarkan.

3. Tambahkan jabat tangan

Jika kamu jenis orang yang terbiasa berjabat tangan, Hayes menyarankan untuk mengulurkan tangan tepat saat kamu mengucapkan kalimat penutup pilihanmu. Menurutnya, perihal ini menunjukkan kehangatan dan membangun kedekatan personal.

"Mereka bersalaman dengan satu tangan, sementara tangan lainnya memegang lengan atas musuh bicara," katanya. "Sekali lagi, ini memancarkan kehangatan dan mencairkan suasana canggung yang mungkin timbul saat kudu mengakhiri percakapan."

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini

Bagikan Postingan