Microsoft Akan Pensiunkan Fitur Utama WDS di Windows Server Berikutnya

Windows Portal Indonesia oleh Waktu baca 3 menit 314x dilihat
Microsoft Akan Pensiunkan Fitur Utama WDS di Windows Server Berikutnya

Bagikan Postingan

Untuk Anda IT Administrator yang mengelola Windows Server, ada berita baru nih dimana Microsoft baru baru ini mengumumkan bahwa beberapa fitur utama Windows Deployment Services (WDS) akan masuk masa deprecation pada Windows Server berikutnya.

Baca Juga : Kincai Media Ganti Sistem Komentar dari Disqus ke Remark42

Oleh karena itu, perkumpulan yang statis mengandalkan WDS diminta mulai mengecek ketergantungan dan menyiapkan proses migrasi ke solusi deployment yang lebih baru.

Nah buat yang belum tahu, WDS merupakan fitur antaran Windows Server yang memungkinkan pengelola berbuat deployment Windows melalui jaringan, dan salah satu kapasitas pentingnya adalah PXE boot, sehingga PC bisa berbuat boot dari network dan memulai proses instalasi Windows tanpa media instalasi lokal

Fitur WDS yang Akan Dipensiunkan

Nah bisa dibilang, fluktuasi ini cukup besar karena Microsoft berencana berbuat deprecation terhadap WDS server role, termasuk Deployment Server dan Transport Server.

Selain itu, WDS management tools, command-line interface, API, PXE boot, network bootstrap, multicast transport, hingga beberapa elemen Windows PE yang digunakan khusus untuk WDS juga akan ikut terdampak.

Namun, bukan berarti WDS langsung selesai bekerja ya, karena Microsoft menegaskan bahwa WDS statis tersedia dan didukung pada varian Windows Server yang saat ini statis mendapatkan support, termasuk Windows Server 2025 dan varian sebelumnya, sesuai lifecycle masing-masing.

Configuration Manager Masih Bisa Digunakan

Selain itu, untuk perkumpulan yang menggunakan Configuration Manager, ada sedikit berita baik karena fitur operating system deployment-nya sendiri tidak ikut dihentikan.

Hanya saja yang perlu jadi perhatian adalah khususnya untuk perkumpulan yang menggunakan PXE berbasis WDS. Microsoft menyarankan untuk bergeser ke Configuration Manager PXE responder tanpa WDS.

Sementara itu, untuk perkumpulan yang menggunakan WDS secara langsung maupun memiliki custom PXE deployment, Microsoft menyarankan untuk mulai mengevaluasi solusi PXE dan deployment lainnya.

HTTP(S) Boot juga bisa menjadi salah satu opsi jika hardware dan network environment mendukungnya, namun Microsoft menegaskan bahwa HTTP(S) Boot bukan alternatif langsung Configuration Manager PXE-based OS deployment.

Tapi Kapan WDS Benar-Benar Dihapus?

Nah sayangnya Microsoft belum memberikan tanggal pasti kapan WDS ini akan benar benar dihapus, dimana Microsoft cuma mengatakan deprecation ini nantinya akan dilanjutkan dengan removal pada “future Windows Server release”.

Sehingga fluktuasi ini memang sering dikaitkan dengan Windows Server 2028, tetapi Microsoft sendiri belum mengonfirmasi bahwa Windows Server 2028 adalah varian yang dimaksud.

Untuk kita sebagai pelanggan end user sih hal ini tidak terlalu berpengaruh, sama halnya dengan perkumpulan yang statis menggunakan Windows Server 2025 maupun varian dibawahnya, tapi jika berencana upgrade ke varian baru nanti, jelas ini mesti jadi perhatian.

Nah sepertiapa menurutmu? komen dibawah guys.

Via : Microsoft


Catatan Penulis : Kincai Media sepenuhnya bersandar pada iklan untuk statis hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati artikel dan panduan di situs ini, meminta whitelist halaman ini di AdBlock Anda sebagai bentuk sokongan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pelanggan Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui sokongan di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan maupun butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Artikel Lainnya Windows Portal Indonesia
↑
Close Right Ads
Close Left Ads