Microsoft Perkenalkan Scout, Asisten Ai Yang Ditenagai Openclaw Untuk Pengguna Enterprise

Jun 03, 2026 03:31 PM - 1 hari yang lalu 682

Microsoft kembali memperluas keahlian AI mereka dengan memperkenalkan Microsoft Scout, sebuah individual agent baru yang terintegrasi ke dalam Microsoft 365 Copilot.

Nah berbeda dengan chatbot AI pada umumnya yang hanya merespons perintah pengguna, Scout ini dirancang sebagai asisten kerja otonom yang dapat menjalankan beragam tugas secara berdikari di latar belakang.

Yang membikin ini makin menarik adalah Scout dibangun di atas framework OpenClaw, proyek open source yang belakangan cukup terkenal lantaran bisa melakukan beragam tindakan langsung atas nama pengguna, mulai dari mengelola email hingga mengatur jadwal.

Menurut Microsoft, Scout dirancang sebagai pemasok AI yang selalu aktif (always-on agent), yang artinya, pengguna tidak perlu terus-menerus memberikan petunjuk untuk setiap pekerjaan mini krena Scout dapat memahami konteks pekerjaan, mengenali kegiatan rutin, lampau membantu menyelesaikannya secara otomatis.

Nah untuk mendukung keahlian tersebut, Microsoft membekali Scout dengan teknologi Work IQ, sebuah lapisan kepintaran yang terhubung dengan beragam sumber informasi organisasi seperti File SharePont, Email OUtlook, Meeting Microsoft Teams, Kalender Kerja, Dokumen OneDrive, selain itu, Work IQ juga dapat membangun memori individual berasas kebiasaan, preferensi, dan pola kerja pengguna sehingga respons yang diberikan menjadi lebih relevan dari waktu ke waktu.

Bisa Mengelola Email, Dokumen, dan Meeting

Nah yang menarik, Scout tidak hanya bisa menjawab pertanyaan seperti chatbot biasa. Microsoft mengatakan bahwa Scout bisa mengambil tindakan langsung untuk membantu pekerjaan sehari-hari.

Misalnya, Scout dapat menyiapkan meeting dengan mengumpulkan info dari email, dokumen, dan percakapan Teams yang relevan. Selain itu, Scout juga bisa mendeteksi bentrok agenda dan membantu mengatur agenda secara otomatis.

Untuk urusan dokumen, Scout dapat membuat, mencari, dan mengedit file Word, Excel, PowerPoint, hingga file kode pemrograman. Bahkan untuk kebutuhan yang lebih teknis, Scout juga bisa menjalankan command, script, dan proses testing tertentu dengan sistem izin yang aman.

Bisa Bekerja Otomatis di Latar Belakang

Keunggulan lainnya adalah keahlian Scout untuk melangkah secara berdikari di latar belakang berasas agenda alias trigger yang telah ditentukan pengguna.

Microsoft juga menyebut bahwa Scout dapat menjalankan beberapa tugas sekaligus melalui sub-agent khusus, mulai dari riset, review kode, hingga pekerjaan administratif lainnya.

Era AI Agent Semakin Dekat

Jika kita perhatikan, Scout menunjukkan arah baru perkembangan AI yang sekarang mulai bergeser dari sekadar chatbot menjadi AI Agent yang betul-betul bisa bekerja.

Mantap bukan guys? Kalau menurut kamu, apakah AI Agent seperti Scout betul-betul bakal membantu meningkatkan produktivitas, alias justru membikin pengguna semakin berjuntai pada AI? Coba tulis pendapatmu di kolom komentar dibawah ya.

Via : Microsoft


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya