Nasi Cepat Basi? Coba 7 Tips Ini agar Tahan Lama

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 48x dilihat
Nasi Cepat Basi? Coba 7 Tips Ini agar Tahan Lama

Bagikan Postingan

Nasi sigap basi? Mungkin Bunda bisa mencoba beberapa tips di bawah ini agar nasi tidak sigap basi.

Nasi menjadi salah satu makanan pokok yang nyaris selalu tersedia di rumah. Tak sedikit Bunda yang memilih memasak dalam jumlah cukup banyak menggunakan rice cooker agar bisa disantap berbareng family sepanjang hari.

Rice cooker memang memudahkan proses memasak sekaligus menjaga nasi tetap hangat. Sayangnya, menyimpan nasi terus-menerus di dalam perangkat tersebut juga mempunyai risiko.


Panas dari bagian dasar panci dapat membikin nasi yang menempel menjadi kering, sedangkan uap air yang mengembun bisa membikin sebagian nasi terlalu lembap. Kondisi tersebut dapat mempercepat perubahan kualitas nasi.

Untuk itu, langkah memasak dan menyimpan nasi perlu diperhatikan. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa Bunda lakukan agar nasi tetap pulen, tidak sigap basi, dan lebih lezat disantap. 

Tips agar nasi tidak sigap basi

Berikut tips yang dapat dicoba di rumah.

1. Masak nasi secukupnya

Salah satu langkah paling mudah untuk menghindari nasi lama dengan menyesuaikan jumlah nasi dan kebutuhan keluarga. Daripada memasak terlalu banyak lampau membiarkannya berjam-jam dalam rice cooker, Bunda bisa memperkirakan porsi berasas jumlah personil family dan waktu makan.

Misalnya saja, nasi untuk sarapan dapat dimasak pada pagi hari. Jika persediaannya sudah habis, Bunda bisa kembali memasak untuk makan siang. Cara ini memang memerlukan sedikit upaya tambahan, tapi nasi yang disantap biasanya terasa lebih segar dan tekstur pun semakin nikmat.

2. Pastikan beras dicuci dengan baik

Sebelum dimasak, beras sebaiknya dicuci hingga air bilasannya terlihat lebih jernih. Proses ini membantu menghilangkan kotoran dan sisa-sisa yang tidak diinginkan pada beras.

Bunda juga perlu memeriksa beras untuk memastikan tidak ada gabah, batu kecil, kutu, alias barang lain yang ikut terbawa. Selain menjaga kebersihan bahan makanan, pencucian yang tepat dapat membantu menghasilkan nasi dengan tekstur lebih pulen.

Beras yang sudah bersih kemudian bisa dimasak dengan takaran air yang sesuai agar hasil akhirnya tidak terlalu lembek maupun keras.

3. Perhatikan takaran air

Jumlah air sangat menentukan hasil akhir nasi. Jika air yang dituangkan terlalu banyak, nasi bisa menjadi terlalu lembek dan kondisi yang terlalu basah dapat membuatnya lebih sigap mengalami perubahan kualitas.

Sebaliknya, kekurangan air membikin nasi menjadi keras dan kering. Jadi, jangan hanya mengandalkan perkiraan. Gunakan takaran sesuai dengan jenis beras dan petunjuk penggunaan rice cooker agar nasi matang dengan tekstur yang pas.

4. Tambahkan sedikit perasan lemon

Bunda juga bisa mencoba menambahkan sedikit perasan jeruk lemon ke dalam beras yang sudah dicuci sebelum dimasak. Cara ini disebut dapat membantu mengurangi kuman yang tetap tersisa sekaligus membikin nasi terlihat lebih putih dan teksturnya lembut.

Tak perlu cemas nasi bakal terasa asam. Dalam jumlah sedikit, rasa tersebut tidak bakal terlalu menonjol setelah nasi melalui proses pemasakan. Perasan lemon juga dapat membantu nasi tetap segar ketika disimpan dalam rice cooker selama beberapa waktu.

5. Jangan langsung membuka rice cooker setelah nasi matang

Nasi yang baru saja matang sebaiknya tidak langsung diambil. Mengutip Good Housekeeping, memberi waktu sekitar 10 menit setelah nasi matang dapat membantu proses penyerapan kelebihan air sehingga teksturnya menjadi lebih pulen.

Setelah didiamkan, kombinasi nasi menggunakan centong agar uap panas dan kelembapan yang berada di antara butiran nasi tersebar lebih merata. Jika tidak diaduk, bagian tertentu bisa terlalu basah, sementara nasi di dasar panci berpotensi lebih sigap mengeras dan berkerak.

6. Pindahkan sisa nasi ke kulkas

Kalau nasi yang dimasak tetap banyak, jangan membiarkannya berlama-lama di dalam rice cooker. Penyimpanan dalam kondisi hangat terus-menerus dapat membikin nasi berubah warna, mengering, dan membentuk kerak.

Sebaiknya hindari menyimpan nasi di rice cooker lebih dari sekitar enam jam. Sebagai alternatif, pindahkan nasi yang tersisa ke wadah food grade dan BPA free.

Setelah suhunya tidak lagi panas, wadah dapat ditutup rapat dan disimpan di dalam freezer. Ketika hendak disantap, nasi bisa dikukus sejenak agar teksturnya kembali lebih lembut.

7. Gunakan rice cooker yang bersih dan layak pakai

Kualitas perangkat penanak nasi juga tidak boleh diabaikan. Rice cooker yang digunakan sebaiknya selalu dalam keadaan bersih, baik pada bagian dalam maupun luarnya.

Sisa nasi yang menempel alias kotoran pada wadahnya dapat memengaruhi kondisi nasi yang baru dimasak. Perhatikan pula lapisan antilengket di wadah.

Jika lapisannya sudah rusak alias terkelupas, nasi di bagian bawah bakal lebih mudah menempel dan menjadi kerak. Dengan merawat rice cooker alias menggantinya ketika kondisinya sudah tidak layak, nasi dapat matang lebih baik dan tetap nikmat saat disantap.

Yuk Bunda ikuti tips agar nasi tidak sigap lama dan lezat disantap berbareng keluarga.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak