Nasib Perawat Rshs Bandung Terkait Insiden Bayi Hampir Tertukar, Diberi Sanksi Sp 1

Apr 13, 2026 02:20 PM - 1 hari yang lalu 1897

Jakarta -

Kasus bayi nyaris tertukarnya di rumah sakit belum lama ini terjadi di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Kasus ini menjadi viral di media sosial hingga pemerintah turun tangan, Bunda.

Tak hanya itu, pihak manajemen rumah sakit diminta untuk segera mengambil langkah pertimbangan menyeluruh guna mencegah kejadian serupa terulang. Salah satu pertimbangan ini melibatkan pembenahan standar operasional prosedur (SOP).

Fakta kasus bayi nyaris tertukar di RSHS

Berikut 8 kebenaran mengenai kasus bayi nyaris tertukar di RSHS yang melibatkan oknum perawat:

1. Oknum perawat diberikan SP1

Kasus bayi nyaris tertukar ini terjadi saat ibu bayi sedang melakukan proses manajemen mengenai persalinan. Setelah mau mengambil anaknya di ruang perawatan yang dititipkan ke perawat, sang ibu tidak bisa menemukan. Ia justru memandang anaknya tengah berbareng orang lain yang tidak dikenal.

Insiden ini diketahui melibatkan seorang oknum perawat, Bunda. Setelah beritanya viral, Direktur Utama RSUP Dr Hasan Sadikin Rachim Dinata Marsidi mengungkapkan bahwa perawat yang terlibat telah langsung dinonaktifkan dari tugas pelayanan pasien.

"Perawatnya dinonaktifkan dipindahkan ke bagian yang tidak melayani pasien dan diberikan SP1," kata Rachim, Jumat (10/4/26).

2. Rumah sakit bakal membenahi SOP

Pihak rumah sakit tak hanya mengambil tindakan untuk perawat yang terlibat dalam kelalaian. Mereka juga bakal melakukan pembenahan internal yang dilakukan melalui penguatan kembali SOP, terutama dalam proses penyerahan bayi kepada orang tua.

"RSHS bakal mengevaluasi dan melakukan pembinaan lagi kepada para perawat terhadap kepatuhan melaksanakan SOP mengenai penyerahan bayi ke pada orang taunya yang selama ini sudah melangkah dengan baik," ujar Rachim.

3. Siap dievaluasi Kemenkes

Dalam keterangannya, Rachim menegaskan bahwa pihak rumah sakit bersikap terbuka terhadap pertimbangan dari pemerintah pusat, dalam perihal ini adalah Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pihaknya juga telah melaporkan kejadian ini ke pusat, Bunda.

"Kami RSHS siap untuk dilakukan pertimbangan oleh Kemenkes dan kami sudah melaporkan ke Kemenkes mengenai kejadian ini," ungkapnya.

Selain ketiga kebenaran di atas, tetap ada lima kebenaran lain mengenai kasus bayi nyaris tertukar di RSHS.

TERUSKAN MEMBACA DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Selengkapnya