Jakarta -
Pesta Klub Dongeng (PKD) telah berhasil diselenggarakan pada 3-4 Oktober 2026 di Bilik Bercerita dan PDS HB Jassin, Perpustakaan Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat. Seluruh rangkaian aktivitas cuma-cuma dan terbuka untuk umum.
Setiap tahunnya, Pesta Klub Dongeng selalu mengusung tema yang berlandas latar belakang sosial yang sedang terjadi. Tahun ini, PKD menjadi perayaan ulang tahun kedelapan Klub Dongeng dengan mengusung tema "Sejagat Wana Adri".
Nama ini dirangkai dari kata "jagat" yang berarti dunia, "wana" dari bahasa Sansekerta yang berarti hutan, dan "adri" yang mengacu pada gunung. Sejagat Wana Adri menggambarkan tentang Hutan dan Gunung Sedunia. "Sejagat Wana Adri" datang dari kondisi sosial, khususnya isu lingkungan dan hutan di seluruh dunia.
Latar belakang pengangkatan tema tersebut berakar dari krisis ekologi berskala mendunia maupun nasional; suhu bumi telah meningkat sekitar 1,1°C sejak era pra-industri, sementara keterangan Global Forest Watch mencatat Indonesia kehilangan jutaan hektar hutan primer dalam beberapa dasawarsa terakhir (seperti rentang tahun 2002-2023).
Fenomena pemanasan mendunia dan deforestasi ini menakut-nakuti keberadaan ekosistem daratan, padahal keberadaannya memegang fungsi vital bagi kelangsungan hidup-mulai dari penyerap air alami, penjaga kestabilan iklim, hingga penopang keanekaragaman hayati.
Di sisi lain, intimidasi terhadap ekosistem gunung di Indonesia juga semakin mengkhawatirkan. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masa 2024-2025 mencatat bahwa bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir bandang di Indonesia mendominasi insiden bencana nasional, di mana erosi dan hilangnya vegetasi di area lereng serta hulu pegunungan menjadi pemicu utama kerusakan struktur resapan air. Alih fungsi tanah di area pegunungan tidak cuma merusak daya dukung ekosistem hulu, tetapi juga menaikkan kerentanan bencana ekologis bagi penduduk yang tinggal di daerah hilir.
Dalam merespons kondisi tersebut, dongeng berguna sebagai salah satu sarana edukasi preventif yang komunikatif untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini, sehingga anak-anak tidak cuma terhindar dari perilaku merusak lingkungan, tetapi juga terdorong untuk aktif menjaga kelestarian hutan serta gunung di sekitar mereka.
Klub Dongeng berharap, cerita-cerita dalam "Sejagat Wana Adri" tidak terbendung pada fungsi hutan dan gunung, tetapi juga mengisahkan hayat yang bertumbuh di dalam ekosistem hutan dan gunung.
Rangkaian road to PKD 2026
Kegiatan pertama adalah nonton bareng sinema "Teman Tegar: Maira - Whisper from Papua" pukul 11.00 WIB di CGV Poins Mall, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Sabtu (5/9/2026). Film ini mengisahkan perjalanan Tegar di tanah Papua berbareng sahabatnya melawan intimidasi kerusakan hutan dan menyuarakan pelestarian lingkungan. Selain menonton, peserta juga menuliskan harapan-harapan mereka untuk hutan, sebagai imbauan untuk ikut menjaga hutan berbareng Tegar dan sahabatnya.
Kegiatan kedua adalah Kelas Dongeng Junior berbareng Kak Kanya Cittasara pukul 10.00-12.00 WIB di Communal Brew, Omotesando Mall Bintaro, Tangerang Selatan, Sabtu (19/9/2026). Melalui dongeng, sesi interaktif, dan praktik bercerita, anak-anak belajar sambil bermain dan mengembangkan imajinasinya.
Rangkaian Road to PKD 2026 ini menjadi pengantar tema "Sejagat Wana Adri" agar anak-anak dan famili dapat mengenal isu hutan dan gunung dengan metode yang dekat dan menyenangkan, mulai dari menonton film, menuliskan harapan, hingga belajar bercerita. Dengan begitu, pesan untuk menjaga lingkungan sudah mulai tumbuh sebelum perayaan puncak pada 3-4 Oktober 2026 di Perpustakaan Jakarta, Cikini.
Puncak Acara: PKD 2026 "Sejagat Wana Adri"
Pesta Klub Dongeng 2026/ Foto: dok. Pesta Klub Dongeng 2026
Puncak aktivitas Pesta Klub Dongeng 2026 terjadi selama dua hari di Perpustakaan Jakarta, Cikini, dengan aktivitas yang membujuk anak-anak dan famili terlibat langsung, tidak cuma menyaksikan.
Pada hari pertama, 3 Oktober 2026, pengunjung diajak mengikuti Jelajah Cerita dan Meramu Jamu di ruang Bilik Bercerita, Perpustakaan Jakarta. Rangkaian dongeng dibawakan oleh Bima dan Bimo, serta Adzkia dari Klub Dongeng Junior (KDJ), dilanjutkan dengan dongeng dari Catara (Cerita Anak Nusantara). Acara ditutup dengan sesi kriya mengenal rempah dan meracik jamu berbareng Catara, sehingga anak-anak tidak cuma mendengarkan cerita bertema hutan dan gunung, tetapi juga mengenal langsung harta flora dan bahan lingkungan yang selama ini hidup berdampingan dengan keduanya.
Pada hari kedua, 4 Oktober 2026, giliran Panggung Dongeng Sejagat Wana Adri digelar dalam dua sesi, pagi dan siang, di ruang Aula PDS HB Jassin, Perpustakaan Jakarta. Sesi pagi dipandu oleh Kak Lidya F dan Fatih sebagai MC, dibuka dengan sambutan dari Ketua Pelaksana PKD 2026 yaitu Novita Ayusman (Kak Vee), serta Co-founder Klub Dongeng oleh Putri Khalidah (Kak Uci Kelinci).
Kak Vee memulai sambutannya dengan ucapan syukur dan sarat pesan kebaikan. "Alhamdulillah, Kak Vee bersyukur. Teman-teman yang datang hari ini merupakan salah satu bagiankecil yang mau menjaga bumi kita. Melalui Pesta Klub Dongeng 2026, ayo kita bersama-sama menanamkan rasa sayang dan peduli pada alam. Dengan menjaga lingkungan, hutan dan gunung, maka kita juga turut melestarikan kebaikan di dalamnya. Kelak kebaikan itu akan bertumbuh dan berguna untuk hayat generasi berikutnya," ujar Kak Vee.
Rangkaian dongeng sesi pagi diisi oleh Kak Luthfi, himpunan KDJ (Hana, Mahira, dan Qiana), Dora-Dongeng Sonora, bintang tamu Cerita Ibun berbareng Kak Kanya Cittasara, kelompok Kurcaci Dongeng (Azka dan Hana), edukasi interaktif oleh Annisa Tri Oktaviani (Kak Ica) dan Nazma, kelompok Tangerang Read Aloud (TRA) berbareng Kak Echa, hingga penampilan istimewa dari Caiyoo.
Sesi siang dipandu oleh Kak Dinda dan Nashifa, menghadirkan guest star Cerita Zack Kanya (CZK), himpunan KDJ (Fahira dan Kinara), Kak Vee, kelompok Ayo Dongeng Indonesia berbareng Kak Rini, himpunan KDJ (Dhilla dan Mona), serta guest star Kak Hendra. Rangkaian dongeng dari para pendongeng nasional, kelompok partner, dan relawan Klub Dongeng ini menghidupkan tema "Sejagat Wana Adri", sekaligus membujuk anak-anak dan famili untuk semakin peduli terhadap kelestarian hutan dan gunung.
"Di era modern ini, kemudahan teknologi memang kita rasakan, namun di sisi lain akibat kerusakan lingkungan juga semakin nyata. Oleh karena itu, menjaga hutan, gunung, dan seluruh ekosistem adalah bentuk rasa terima kasih kita kepada lingkungan serta tanggung jawab kita kepada Tuhan," tutur Kak Uci Kelinci saat sambutan, juga menyemangati para peserta untuk mengikuti rangkaian aktivitas hingga akhir.
Puncak Pesta Klub Dongeng diadakan secara hybrid (luring dan daring) bekerja sama dengan pemasok jasa live streaming agar dapat menjangkau lebih banyak audiens dari beragam daerah di Indonesia. Seluruh rangkaian Panggung Dongeng "Sejagat Wana Adri" juga dapat disaksikan melalui Instagram dan YouTube Klub Dongeng.
Mengajak famili Indonesia untuk bercerita dan merawat alam
Melalui tema "Sejagat Wana Adri", Klub Dongeng mengharapkan dapat terus menyebarkan pesan kebaikan dan kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak Indonesia. Klub Dongeng membujuk famili untuk datang, mendengarkan, dan bercerita bersama.
Sesuai misinya, "Dari Cerita, Sebar Bahagia", Klub Dongeng berkomitmen menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengasah daya cipta dan imajinasi melalui cerita. Dongeng menjadi bukti bahwa cerita bukan sekadar hiburan, tetapi juga media yang ampuh untuk menanamkan harga kehidupan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)