Queen of the Month: Kukuh Zuttion Menjahit Mimpi dan Cinta menjadi Brand 'The Story Of'/ Foto: Dok. Beautynesia/abdwhd
Semua orang bisa mengenali busana dari label The Story Of dari kejauhan. Siluet yang menonjolkan feminitas, lengan puffy nan romantis, serta kekayaan perincian berpadu semburat warna atraktif tak pernah kandas memikat pandangan. Pesona modern bohemian yang melekat pada setiap rancangan menjadi pendorong kepercayaan diri wanita pemakainya.
Beauties, di kembali keelokan dari busana itu, terdapat kekuatan mimpi dan kegigihan seorang perempuan. Kukuh Zuttion, Creative Director The Story Of, membagikan ceritanya secara eksklusif kepada Beautynesia pada hari Selasa (18/8/2026). Melalui kisahnya, Kukuh menggarisbawahi bahwa setiap kreasi dalam label yang didirikannya 16 tahun yang lampau itu selalu disertai oleh rasa cinta. Cinta kepada pelanggannya, cinta kepada keluarga, dan yang terutama: cinta kepada diri sendiri.
Warisan Ilmu dan Cinta dari Nenek dan Ibu

Kukuh Zuttion, Creative Director The Story Of/ Foto: Dok. Beautynesia/abdwhd
Kukuh Zuttion mengenakan dua pakaian berbeda dari koleksi Celestial terbaru The Story Of saat dijumpai oleh tim Beautynesia di Hotel Fairmont Jakarta dan METRO Department Store, Plaza Senayan. Gaun maxi polos berwarna maroon dan hitamnya menjadi primadona. Nuansa bohemian terpancar dari puffy sleeves dan rok panjang ruffles. Perpaduan dengan aksesori seperti ikat pinggang kulit beraksen kembang mempermanis gaya. Namun ada satu perihal yang tak pernah luput dari style Kukuh, ialah kalung emas berbentuk rantai yang menghiasi lehernya.
Kalung itu merupakan milik mendiang sang nenek, Beauties. Kukuh selalu menyukai kalung tersebut sejak kecil. Namun siapa sangka, bertahun-tahun kemudian, sebuah kalung sederhana justru membawa sentimentalitas besar? Melihatnya mengingatkan dia pada semangat dan kebesaran hati neneknya. Memori pun jadi bahan bakar yang mendorong untuk terus maju dan memantapkan hati bahwa apa pun yang dihadapi, semua bakal baik-baik saja.
Ya, nenek dan ibu disebut Kukuh menjadi dua sosok inspirasi terbesarnya. Mereka adalah wanita kuat dengan mentalitas “pasti bisa”, termasuk perihal menjahit busana untuk anak-anaknya. Kukuh, anak bungsu dari empat bersaudara, tidak hanya menerima privilese untuk memakai busana hasil tangan ibunya, tapi juga menerima warisan pengetahuan dan cinta bakal membikin pakaian.
Dari fondasi itu, Kukuh memperdalam ilmunya di bangku SMP di mana dia mempelajari tata busana. “I'm not going to fashion school, but I have a good dream: I always want to make clothes,” ucapnya.
Gaun dan kemeja adalah busana pertama yang dijahitnya kelas 3 SMP. Kain-kain sisa yang dimiliki ibu disulap menjadi sebuah pakaian panjang. Bangga, dikenakannya pakaian itu dengan sepatu Dr. Martens untuk jalan-jalan ke Pondok Indah Mall. “Itu betul-betul hal-hal yang takkan pernah kulupakan. My new dress.”
16 Tahun Konsisten dengan DNA Modern Bohemian

Kukuh Zuttion, Creative Director The Story Of/ Foto: Dok. Beautynesia/abdwhd
The Story Of resmi berdiri pada bulan Oktober 2010 di Sydney, Australia. Keluarga bukan satu-satunya aspek yang memperdekatkan Kukuh pada industri fashion. Bak garis takdir, pekerjaan sebagai fashion stylist serta sahabat yang mendukung mimpi untuk mendirikan brand fashion, membulatkan tekadnya. Pintu kesempatan yang terbuka saat dia bekerja di industri fashion di Australia diambilnya.
“Saya bikin [brand]. Distribution company ajak saya untuk berasosiasi di perusahaan mereka. Dengan nama waktu itu Kukuh, lantaran distribution company saya senang banget dengan nama saya,” ceritanya. Namun lantaran nama brand ‘Kuku’ sudah terdaftar di Australia, ‘Kukuh’ tidak bisa dipakai lagi. Ia pun kudu mencari pengganti. Nama ‘The Story Of’ akhirnya muncul setelah Kukuh membaca sebuah kitab puisi.
Kukuh Zuttion, Creative Director The Story Of/ Foto: Dok. Beautynesia/abdwhd
Sementara DNA kreasi modern bohemian lahir dari pengalaman hidupnya. “Modern itu saya ambil dari perempuan-perempuan yang hidup di perkotaan,” lanjut wanita yang sempat tinggal di kota Sydney, Australia dan Jakarta, Indonesia. “They are so confident, they are very ‘wanita karier’. Orang yang bekerja. Wanita yang sangat kuat.” Ide itu kemudian dikawinkan dengan style hidup laidback dan bebas seperti kehidupannya di Bali.
Konsep modern bohemian terbukti dapat diterima oleh banyak wanita dari beragam negara. Bukan hanya Australia saja, koleksi The Story Of juga dapat ditemukan di Afrika Selatan, Dubai, dan Singapura. Meski demikian, pasar Indonesia menjadi konsentrasi utama saat ini.
Melebarkan Sayap ke Jakarta lewat METRO Department Store
The Story Of memperluas jangkauannya di Indonesia dengan membuka outlet di Bali dan Jakarta, tepatnya di METRO Department Store, Plaza Senayan Jakarta, hingga bulan Desember mendatang. Di sana, visitor bisa eksplor koleksi ready-to-wear serta aksesori terbaru mereka secara langsung.
Outlet di METRO Department Store menyapa publik sejak bulan Juni lalu, bertepatan dengan peluncuran koleksi CELESTIAL bagian pertama yang mengusung motif terinspirasi dari keelokan kosmik yang whimsical. Mengenakan koleksi tersebut, para tamu undangan datang menikmati suasana yang hangat dan intimate. Sementara peluncuran bagian kedua koleksi CELESTIAL dilangsungkan tak kalah meriah di ruang yang sama pada bulan Agustus lalu.
Kerja sama dengan METRO Department Store ini terjalin atas keselarasan ide, konsep, dan langkah mengomunikasikan brand kepada pelanggan, Beauties. Sebab, bagi The Story Of, pengguna tidak hanya dipandang sebagai pembeli, tapi juga sebagai rekan yang patut dirangkul dan didengarkan.
Mendengar dan Bekerja Bersama Pelanggan

Kukuh Zuttion, Creative Director The Story Of/ Foto: Dok. Beautynesia/abdwhd
“I work with my customer. I make them happy,” ucap Kukuh. Itulah yang mendasari perilisan koleksi CELESTIAL yang bagian keduanya dirilis pada Selasa (18/8/2026). Sebanyak 12 looks terbaru diperkenalkan setelah 12 looks pada bagian pertama dirilis bulan Juni. “Kita melakukan ada drop pertama dan kedua untuk membahagiakan customer saya, lantaran mereka suka memandang sesuatu yang baru.”
Inspirasi yang diambil pun berbeda dari rilisan pertama. Kali ini, Kukuh menarik buahpikiran dari momen-momen bagus dalam hidup, rasa cinta, mimpi-mimpi, dan kegiatan sehari-hari. Hal itu dituangkan melalui motif, seperti motif print aquarelle yang serupa watercolor painting.
Kukuh Zuttion, Creative Director The Story Of/ Foto: Dok. Beautynesia/abdwhd
Namun dari segi siluet, The Story Of menghadirkan bentuk-bentuk yang serupa dengan musim sebelumnya dan apa yang menjadi favorit pengguna setianya. Kukuh mengakui bahwa saat mengomunikasikan kreasi dengan kreator pola, dia tidak terlalu terpaku dengan gambar, melainkan hubungan verbal yang dipraktikan dengan teknik, sehingga lebih mudah dipahami dan hasilnya sesuai dengan keinginan.
“Sekarang saya lebih banyak mempergunakan koleksi yang sudah jelas customer saya sukai, tapi dengan print yang berbeda. Mungkin hanya twist di bagian lengan alias panjangnya, alias warnanya, alias print-nya saja,” terang Kukuh. Perilisan koleksi pun tak semata mempunyai nilai personal, tapi mengandung angan para wanita pemakainya juga menyukainya dan merasa cantik.
Sebab, tanpa pelanggannya, The Story Of tidak dapat mencapai titik saat ini, ialah kesuksesan penggapaian sebuah mimpi yang dipupuk sejak kecil. Melalui perjalanannya itu pula, Kukuh menunjukkan bahwa konsistensi, kegigihan, dan rasa cinta tidak bakal pernah mengingkari hasil.
“Kalau sudah suka, any problem, anything that happens in your life, whether you're up or down, if you love what you're doing, everything will be okay. So, jangan pernah menyerah,” pungkasnya.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)