Pata – Pata merupakan kitab kumpulan esai perdana karya aktris Mun Ka-young, yang dikenal luas lewat drama True Beauty (2020) dan Understanding Love (2023).
Setelah menjalani pekerjaan akting selama 18 tahun dan memerankan beragam karakter dengan karakter masing-masing, sekarang dia memperkenalkan sisi baru dirinya sebagai seorang penulis.
Melalui kitab ini, Mun Ka-young membagikan refleksi dan pemikiran pribadinya tentang diri sendiri serta bumi di sekitarnya. Kemampuannya dalam menyampaikan pendapat yang mendalam, yang selama ini terlihat dalam beragam wawancara, menjadi daya tarik tersendiri dalam kumpulan esai ini.
Terinspirasi dari masa kecilnya di Jerman, kebiasaan membaca sejak usia dini, dan kecintaannya pada sastra klasik, Mun Ka-young menghadirkan kisah-kisah yang tidak hanya menggambarkan dirinya, tetapi juga pandangannya terhadap orang lain melalui alter ego berjulukan “Pata”.
Buku Pata telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Shira Media pada 27 Juli 2025 dengan jumlah 310 halaman. Penasaran dengan isi kitab ini? Simak info selengkapnya di bawah ini.
Profil Mun Kayoung – Penulis Buku Pata
Mun Ka-young alias Moon Ga-young adalah artis Korea Selatan yang lahir di Jerman. Namanya dikenal melalui beragam drama terkenal seperti Heartstrings (2011), EXO Next Door (2015), Tempted (2018), Welcome to Waikiki 2 (2019), Find Me in Your Memory (2020), True Beauty (2020–2021), dan Link: Eat, Love, Kill (2022).
Ia lahir pada 10 Juli 1996 di Karlsruhe, Baden-Württemberg, Jerman, dari pasangan asal Korea Selatan. Ayahnya menempuh pendidikan di bagian fisika, sedangkan ibunya mendalami musik dengan konsentrasi pada piano. Keduanya berjumpa saat menjadi mahasiswa internasional di Jerman. Pada tahun 2005, keluarganya kembali ke Korea Selatan ketika Mun Ka-young tetap duduk di bangku sekolah dasar.
Bakatnya di bumi intermezo mulai terlihat sejak mini ketika dia menjadi model majalah busana anak di Jerman. Setelah pindah ke Korea Selatan, foto dirinya dikirim ke sebuah kontes model dan sukses membawanya menjadi model katalog busana anak. Pada 2006, dia memulai pekerjaan akting sebagai aktris cilik lewat movie Bloody Reunion.
Namanya semakin dikenal setelah memerankan Jung-hyun, adik dari karakter Lee Shin yang diperankan Jung Yong-hwa, dalam drama Heartstrings (2011). Hingga kini, Mun Ka-young tetap aktif membintangi beragam serial televisi dan film, dengan sejumlah proyek baru yang terus dinantikan para penggemarnya.
Sinopsis Buku Pata


Selama 18 tahun berkarier sebagai aktris, Mun Ka-young telah memerankan banyak karakter dengan cerita dan emosi yang berbeda. Kini, dia membuka lembaran baru sebagai seorang penulis melalui kitab Pata.
Buku ini berisi kumpulan refleksi dan pemikiran pribadi yang lahir dari keberaniannya untuk memahami diri sendiri sekaligus memandang bumi dengan lebih jujur.
Melalui sosok alter ego berjulukan Pata, Mun Ka-young membujuk pembaca memandang sisi dirinya dari perspektif pandang yang lebih tenang dan objektif, tanpa dipengaruhi penilaian orang lain.
Kelebihan dan Kekurangan Buku Pata
Pros & Cons
Pros
- Desain sampul yang memikat.
- Format kitab yang unik dan cantik.
- Menghadirkan pengalaman membaca yang unik.
- Memberikan rasa tenang.
Cons
- Struktur penulisan yang tidak berurutan.
- Terjemahan susah dipahami.
Kelebihan Buku Pata
Buku Pata karya Mun Kayoung merupakan karya tulis yang menarik, bukan hanya lantaran sosok penulisnya yang sudah dikenal secara luas, tetapi juga lantaran bisa menjadi media bagi alter ego yang tidak pernah ditampilkannya secara langsung.
- Desain sampul yang memikat
Sampul Pata langsung menarik perhatian dengan perpaduan warna merah, hitam, serta nuansa natural pada ilustrasi cermin di bagian tengah.
Desainnya terlihat sederhana, elegan, sekaligus memberikan kesan yang kuat sehingga bisa mencerminkan suasana isi bukunya.
- Format kitab yang unik dan cantik
Selain isi tulisannya, tampilan bentuk kitab ini juga terasa istimewa. Halaman-halamannya dibagi menjadi dua nuansa, ialah kertas putih pada bagian awal dan beberapa laman terakhir, serta laman berlatar hitam di bagian tengah hingga menjelang akhir buku.
Pada laman berwarna putih, terdapat quote yang dicetak di bagian lipatan tengah buku. Kutipan tersebut berdiri sendiri dan tidak saling berhubungan. Sementara itu, pada laman berlatar hitam, pembaca bakal menemukan penyajian teks yang tidak biasa, seperti huruf terbalik, tulisan yang buram, hingga kata-kata yang saling bertumpuk. Bahkan, beberapa bagian hanya dapat dibaca dengan support cermin.
- Menghadirkan pengalaman membaca yang unik
Buku ini menawarkan pengalaman membaca yang penuh emosi dengan nuansa yang condong introspektif. Penulis tidak secara langsung membuka seluruh isi pikirannya kepada pembaca.
Bagi sebagian orang, perihal ini mungkin terasa menantang, tetapi bagi pembaca yang dapat memahami perspektif pandangnya, pengalaman tersebut justru terasa lebih berkesan, termasuk melalui selipan lawakgelap yang muncul di beberapa bagian.
- Memberikan rasa tenang
Buku ini membujuk pembaca memandang kehidupan dari beragam perspektif pandang yang menarik. Suasana yang dibangun terasa sunyi, misterius, dan penuh kehati-hatian, tetapi tetap menghadirkan rasa tenang.
Bagi pembaca yang sedang berada dalam kondisi emosi serupa, kitab ini dapat memberikan rasa ditemani dan dipahami.
Kekurangan Buku Pata
Meskipun Buku Pata karya Mun Kayoung menawarkan banyak kelebihan, kitab ini tetap tidak luput dari kekurangan yang bisa menjadi pertimbangan bagi pembaca.
- Struktur penulisan yang tidak berurutan
Esai-esai dalam kitab ini disusun secara lepas tanpa keterkaitan yang jelas antar bab. Pada satu laman penulis bisa membahas masa kecilnya, lampau beranjak ke pengalaman alias emosi yang sama sekali berbeda pada laman berikutnya.
Pola ini mungkin terasa membingungkan bagi sebagian pembaca, meskipun di sisi lain juga menambah kesan misterius yang membikin pembaca mencoba memahami maksud di kembali setiap tulisan.
- Terjemahan susah dipahami
Pada beberapa bagian, hasil terjemahan terasa kurang mudah dipahami sehingga makna yang mau disampaikan penulis menjadi kurang jelas.
Selain itu, ada pula beberapa pembahasan yang terasa susah diikuti lantaran konteksnya tidak dijelaskan secara utuh, sehingga pembaca mungkin bertanya-tanya mengenai argumen topik tersebut dibahas.
Makna Alter Ego dalam Pata
Dalam kitab kumpulan prosa perdananya yang berjudul Pata, Moon Kayoung memperkenalkan “Pata” sebagai alter ego yang merepresentasikan sisi dirinya yang jarang terlihat oleh publik.
Gagasan ini diperkenalkan melalui kalimat, “Mulai sekarang, sebut hari-hari saya tanpa keberanian sebagai Pata. Temui Pata yang merupakan Moon Ka-young, tetapi bukan Moon Ka-young.”
Melalui sosok tersebut, dia mencoba memandang dirinya dari perspektif pandang yang berbeda sekaligus mengungkapkan beragam pemikiran yang selama ini tersimpan.
- Sisi Diri yang Jujur dan Apa Adanya
Di hadapan publik, Moon Kayoung dikenal sebagai aktris yang selalu tampil percaya diri dan profesional. Namun, melalui Pata, dia memilih melepaskan gambaran tersebut untuk memperlihatkan sisi dirinya yang lebih rentan dan manusiawi.
Alter ego ini menjadi ruang baginya untuk mengungkapkan kesedihan, kemarahan, kekecewaan, hingga rasa takut tanpa kudu menyembunyikannya di kembali tuntutan sebagai figur publik.
- Ruang Kebebasan dan Jati Diri
Moon Ka-young mengungkapkan bahwa menulis sebagai Pata memberinya rasa kebebasan mutlak. Pata menjadi ruang baginya untuk mengeksplorasi jati diri dan menghadapi pemikiran-pemikiran terdalamnya secara berani tanpa distorsi dari ekspektasi orang lain.
- Perspektif yang Lebih Jernih
Kehadiran Pata juga memungkinkan Moon Ka-young mengambil jarak dari dirinya sendiri sehingga dia dapat memandang pengalaman hidup secara lebih objektif. Gagasan tersebut tergambar melalui dua bagian utama dalam kitab ini.
- Catatan Eksistensi (Records of Existence): Berisi refleksi tentang makna kehidupan yang lahir dari beragam peristiwa sederhana dalam keseharian.
- Catatan Pikiran (Records of Thoughts): Memuat pemikiran, keinginan, dan perspektif pandang Moon Ka-young yang tajam terhadap kehidupan di tengah beragam kegelisahan yang dia rasakan.
Melalui kitab ini, Moon Ka-young mau menyampaikan pesan kepada pembaca bahwa merasa capek alias tidak berani itu adalah perihal yang manusiawi, dan mempunyai “ruang aman” untuk jujur pada diri sendiri adalah langkah terbaik untuk bertahan.
Penutup
Dalam kitab Pata, Mun Ka-young mengajak Grameds untuk terus menelusuri beragam pertanyaan tentang kehidupan yang lahir dari pengalaman-pengalaman sederhana.
Setiap refleksi menjadi bagian dari perjalanan mengenali diri, menerima sisi-sisi yang selama ini tersembunyi, serta memahami bahwa proses menjadi diri sendiri tidak pernah betul-betul mudah.
Di kembali setiap laman bukunya, dia juga menuangkan pemikiran, kegelisahan, dan angan yang mungkin selama ini tidak pernah terlihat oleh publik.
Pada akhirnya, Pata bukan sekadar kumpulan prosa reflektif saja, melainkan sebuah perjalanan jiwa yang bakal membujuk Grameds untuk berakhir sejenak, mendengarkan bunyi hati, dan menemukan makna di kembali setiap pengalaman yang tampak biasa saja.
Buku Pata karya Mun Kayoung ini bisa Anda dapatkan hanya di Gramedia.com ya! Untuk mendukung Anda #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.
Penulis: Gabriel
Rekomendasi Buku
Novel Nadira


Di sebuah pagi yang murung, Nadira Suwandi menemukan ibunya tewas bunuh diri. Kematian sang ibu, Kemala Yunus, seorang wanita yang dikenal sangat ekspresif, berpikiran bebas, dan selalu berkompetisi mencari diri itu, sungguh mengejutkan.
Tewasnya Kemala kemudian mempengaruhi kehidupan Nadira sebagai seorang anak (“Melukis Langit”); seorang wartawan (“Tasbih”); seorang kekasih (“Ciuman Terpanjang”); seorang istri, hingga akhirnya membawa Nadira kepada sebuah penjelajahan ke bumi baru, bumi seksualitas yang tak pernah disentuhnya (“Kirana”).
Para Pelindung (The Guardians)


Di kota mini Seabrook, Florida utara, seorang pengacara muda berjulukan Keith Russo ditembak meninggal saat bekerja hingga larut malam. Tak ada saksi, motif, alias petunjuk apa pun. Polisi menetapkan pelakunya adalah Quincy Miller, laki-laki kulit hitam yang pernah menjadi pelanggan Russo. Quincy dijebak dan dipenjara seumur hidup. Selama 23 tahun dia mendekam di penjara tanpa ada support pengacara. Lalu dia menulis surat kepada Guardian Ministries, golongan nirlaba mini yang didirikan oleh pengacara/pendeta berjulukan Cullen Post. Misi mereka adalah memihak orang-orang yang dijatuhi balasan padahal tidak bersalah.
Pria Bernama Ove (A Man Called Ove)


Seorang penggerutu, kaku, punya rutinitas yang tak bisa diganggu gugat, sumbu pendek pula. Itulah Ove. Orang-orang menyebutnya tetangga pemarah dari neraka. Tapi apa betul Ove pemarah, hanya lantaran dia tidak terus-menerus memasang senyuman di wajahnya? Di kembali tampak luarnya yang pemarah ada cerita dan kepedihan. Keadaan mulai berubah ketika ada pasangan muda cerewet, dengan dua putri cilik bawel, pindah ke sebelah rumahnya dan tak sengaja meremukkan kotak surat Ove. Maka dimulailah rangkaian kejadian yang berujung pada persahabatan, kucing, dan tolong-menolong yang kelak begitu banyak mengubah Ove serta orang-orang di lingkungan tempat tinggalnya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·