Review Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops

Aug 11, 2026 04:16 PM - 6 jam yang lalu 10

when your life keeps moving – Tidur sudah cukup, kegiatan biasa saja, tapi kok rasanya capek banget sampai ke dalam jiwa? Rasa “kosong” dan kehabisan bahan bakar jiwa inilah yang dibedah oleh Dr. Feri Sulianta lewat bukunya, When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops.

Bukan hanya soal capek fisik, kitab ini membujuk kita melacak kebocoran daya spiritual dan mengembalikan antusiasme hidup yang redup.

Penasaran gimana langkah memulihkan jiwamu yang kelelahan? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Sinopsis Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops 

Pernahkah Anda menyadari ada “pencuri tak terlihat” yang diam-diam menguras lenyap antusiasme dan motivasimu setiap hari?

Fenomena ini bukan sekadar malas alias kelamaan main gadget. Dalam kitab ini, Dr. Feri Sulianta menguliti lenyap akar masalah dari kebocoran daya internal—rantai kebiasaan kecil, pikiran beracun, dan beban jiwa tak kasat mata yang membikin hidupmu terasa seperti robot tanpa jiwa.

Bukan hanya memberi diagnosa, kitab ini menyajikan pedoman taktis seperti teknik meditasi hingga spiritual decluttering untuk menutup rapat kebocoran tersebut. Saatnya berakhir hidup dalam mode auto-pilot, reclaim kendali atas batinmu, dan nyalakan kembali potensi tersembunyi yang selama ini meredup.

Semua rahasia pemulihan dan jurus ampunya ada di dalam kitab ini!

button cek gramedia com

Tentang Penulis Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops 

Assoc. Prof. Dr. Feri Sulianta, S.T., M.T., MOS, MTA, CPC, CNNLP, CHA merupakan seorang akademisi, penulis, dan ahli yang mempunyai pengalaman luas dalam bagian teknologi, pengembangan diri, serta pendidikan. Beliau mengawali perjalanan kariernya pada tahun 2001 sebagai Chief Information Officer dan sekarang aktif mengajar sebagai pengajar di beberapa perguruan tinggi.

Selain menjalankan perannya sebagai akademisi, Feri Sulianta juga aktif sebagai life coach, pembicara dalam beragam training dan seminar, serta terlibat dalam sejumlah organisasi profesi. Berbagai pengalamannya dalam mendampingi dan memahami perjalanan hidup manusia menjadi salah satu inspirasi dalam menghadirkan karya When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops.

Melalui kitab ini, Feri Sulianta membujuk pembaca untuk memahami kondisi ketika kehidupan terus berjalan, tetapi daya dalam diri terasa semakin berkurang. Buku ini membahas tentang penyebab daya yang terkuras, tanda-tanda kehilangan keseimbangan diri, hingga beragam langkah untuk memulihkan kembali semangat, tujuan, dan kekuatan dalam menjalani kehidupan.

Kecintaannya terhadap bumi menulis juga telah menghasilkan banyak karya. Pada tahun 2016, Feri Sulianta mendapat penghargaan dari MURI sebagai penulis kitab Teknologi Informasi terbanyak. Kemudian pada akhir tahun 2018, LEPRID memberikan apresiasi sebagai penulis dengan kategori kitab terbanyak, ialah 19 kategori untuk 88 buku. Hingga saat ini, beliau telah memublikasikan lebih dari 250 titel kitab yang mencakup beragam topik, mulai dari teknologi info hingga pengembangan diri.

Ketika Hidup Terus Berjalan, tetapi Energi Mulai Berhenti: Memahami Energi Spiritual

Grameds, pernah merasa kegiatan terus berjalan, tetapi tubuh dan pikiran terasa semakin lelah? Kondisi seperti ini bisa menjadi tanda bahwa daya dalam diri mulai terkuras.

Dalam kitab When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops, Dr. Feri Sulianta menjelaskan bahwa daya spiritual merupakan daya hidup dalam diri yang membikin seseorang merasa utuh, mempunyai arah, dan menemukan makna dalam kehidupan.

Energi spiritual mencakup beragam aspek, mulai dari biologis, psikologis, sosial, hingga transcendental. Energi ini membantu seseorang memahami hubungan dengan diri sendiri, lingkungan, serta tujuan hidup yang mau dicapai.

Saat Energi Terasa Hilang: Mengapa Penting Mengenali Energi Spiritual?

Banyak orang menganggap daya spiritual hanya berangkaian dengan hal-hal mistis. Padahal, daya spiritual merupakan bagian dari diri setiap manusia yang berasosiasi dengan langkah seseorang berpikir, merasa, dan menjalani kehidupan.

Melalui pemahaman daya spiritual, seseorang dapat mengenali apa yang membikin dirinya merasa hidup, hal-hal yang menguras energi, serta langkah menjaga batas diri agar tetap mempunyai keseimbangan.

Dengan begitu, ketika kehidupan terus bergerak, seseorang tetap bisa menjaga daya dan tidak kehilangan arah dalam menjalani perjalanan hidup.

Menemukan Kembali Energi yang Terhenti: Cara Mengenali Energi Spiritual dalam Diri

Dalam When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops, memahami daya dalam diri menjadi langkah krusial untuk mengembalikan keseimbangan hidup.

Energi spiritual tidak perlu dicari di luar diri lantaran sudah ada dalam setiap manusia. Hal yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kesadaran terhadap diri sendiri, seperti:

  • Mengenali emosi dan emosi yang muncul.
  • Mengamati pola hidup yang terus berulang.
  • Menyadari hal-hal yang memberikan maupun menguras energi.
  • Menjalani kehidupan sesuai nilai dan kepercayaan pribadi.

Dengan memahami diri sendiri, seseorang dapat mulai membikin pilihan yang lebih sadar dan bermakna.

Ketika Energi Kembali Mengalir: Menjalani Hidup dengan Lebih Sadar dan Bermakna

Memahami daya spiritual menjadi awal untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri dan kehidupan.

Ketika seseorang mengetahui apa yang memberikan daya dan apa yang membuatnya terkuras, dia dapat lebih bijak dalam merespons beragam situasi. Bukan hanya bereaksi secara otomatis, tetapi bisa mengambil keputusan dengan lebih sadar.

Seperti pesan utama dalam kitab When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops, kehidupan mungkin bakal terus berjalan, tetapi menjaga daya dalam diri menjadi kunci agar perjalanan tersebut tetap terasa bermakna.

Kelebihan dan Kekurangan Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops
Pros dan Cons

Pros & Cons

Pros

  • Topik relevan dengan kehidupan sehari-hari
  • Membantu mengenal diri sendiri
  • Bahasa mudah dipahami
  • Memberikan pedoman refleksi diri

Cons

  • Beberapa konsep cukup abstrak
  • Membutuhkan waktu untuk dipahami
  • Kurang berbasis penelitian ilmiah
  • Perubahan memerlukan proses

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan buku.

Kelebihan Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops 

Grameds, kitab When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops mempunyai beberapa kelebihan yang membuatnya menarik untuk dibaca, terutama bagi siapa saja yang mau lebih memahami diri sendiri dan menjaga keseimbangan hidup.

  1. Membahas masalah yang sering dialami banyak orang

Buku ini membahas kondisi ketika seseorang tetap menjalani kegiatan sehari-hari, tetapi merasa lelah, kehilangan semangat, alias merasa energinya semakin berkurang. Topik ini dekat dengan kehidupan banyak orang, terutama di tengah rutinitas yang padat.

  1. Membantu pembaca lebih mengenal diri sendiri

Melalui pembahasan tentang daya spiritual, kitab ini membujuk pembaca memahami apa saja yang membikin diri merasa lebih baik dan hal-hal yang justru menguras energi.

  1. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami

Penjelasan dalam kitab disampaikan dengan langkah yang sederhana sehingga pembaca dapat lebih mudah memahami konsep tentang energi, kesadaran diri, dan keseimbangan hidup.

  1. Memberikan langkah untuk menjaga daya dalam kehidupan sehari-hari
    Buku ini nggak hanya membahas penyebab daya terasa habis, tetapi juga memberikan pedoman untuk membantu pembaca lebih sadar terhadap diri sendiri dan menjalani hidup dengan lebih bermakna.

Kekurangan Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops 

Selain mempunyai kelebihan, kitab ini juga mempunyai beberapa perihal yang mungkin menjadi pertimbangan bagi pembaca.

  1. Beberapa pembahasan memerlukan waktu untuk dipahami

Konsep tentang daya spiritual dan kesadaran diri mungkin terasa baru bagi sebagian pembaca sehingga perlu waktu untuk memahami dan menghubungkannya dengan pengalaman pribadi.

  1. Perubahan dalam diri memerlukan proses

Buku ini memberikan beragam pandangan dan langkah untuk menjaga energi, tetapi hasilnya tetap berjuntai pada gimana pembaca menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Lebih cocok untuk pembaca yang menyukai topik pengembangan diri

Bagi pembaca yang lebih menyukai kitab dengan banyak informasi penelitian alias pembahasan ilmiah, kitab ini mungkin terasa lebih berfokus pada refleksi diri dan pengalaman batin.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops karya Dr. Feri Sulianta merupakan kitab pengembangan diri yang membujuk pembaca untuk lebih memahami hubungan antara energi, kesadaran diri, dan keseimbangan hidup.

Melalui pembahasan tentang daya spiritual, kitab ini membantu pembaca mengenali hal-hal yang membikin daya terkuras serta menemukan langkah untuk menjaga diri agar tetap mempunyai arah dan tujuan dalam menjalani kehidupan.

Meskipun beberapa konsep dalam kitab ini memerlukan waktu untuk dipahami, terutama bagi pembaca yang belum terbiasa dengan topik daya spiritual, penyampaiannya yang ringan membikin kitab ini tetap mudah diikuti.

Buku ini cocok untuk siapa saja yang sedang merasa capek secara emosional, kehilangan semangat, alias mau lebih mengenal diri sendiri. When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops mengingatkan bahwa kehidupan mungkin bakal terus bergerak, tetapi menjaga daya dalam diri adalah perihal krusial agar perjalanan hidup tetap terasa bermakna.

Rekomendasi Buku Terkait

  1. Conversations on Love

    Conversations on Love

    button cek gramedia com

    Setelah bertahun-tahun merasa bahwa cinta selalu berada di luar jangkauan, wartawan Natasha Lunn mencoba memahami gimana cinta bekerja dan berkembang sepanjang hidup. Dia menemui para penulis, terapis, tokoh budaya, dan master untuk mempelajari pengalaman mereka, mulai mendalami kompleksitas cinta, kemudian bertanya: Bagaimana kita menemukan cinta? Bagaimana kita mempertahankannya? Dan gimana kita bisa memperkuat ketika kehilangannya? Melalui perbincangan di kitab ini, Lunn mengeksplorasi bentang emosi yang luas: sensasi cinta baru, kekuatan persahabatan yang saling peduli, ketegaran yang dibutuhkan saat kehilangan, dan dinamika hubungan jangka panjang yang terus berkembang. Lunn menekankan bahwa cinta mencakup jauh lebih dari sekadar hubungan romantis. Dia menyoroti pentingnya cinta platonis, ikatan keluarga, dan cinta diri. 

    The Let Them Theory

    The Let Them Theory

    button cek gramedia com

    Let Them; Dua Kata Sederhana yang Akan Mengubah Cara Anda Berpikir tentang Seluruh Hidupmu. Kalau Anda mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan, alias untuk merasa bahagia, masalahnya tidak terletak pada dirimu. Masalahnya ada pada kekuasaan yang Anda berikan kepada orang lain. Di kitab ini, Anda bakal belajar sungguh dua kata—Let Them—bisa membebaskanmu. Bebas dari opini, drama, dan penilaian orang lain. Bebas dari lingkaran melelahkan untuk berupaya mengatur segala sesuatu dan semua orang di sekelilingmu. Ada langkah yang lebih baik untuk hidup. The Let Them Theory adalah metode terbukti yang bakal mengajarimu langkah melindungi waktu dan energi, serta berfokus pada apa yang betul-betul berfaedah bagimu. Kamu sudah menghabiskan terlalu banyak waktu mengejar persetujuan, mengatur kebahagiaan orang lain, dan membiarkan opini mereka menahan langkahmu. Pelajari langkah menyerahkan kekuasaan dan mulai menciptakan kehidupan tempat Anda menjadi yang utama—mimpimu, tujuanmu, kebahagiaanmu.

    Empowered ME (Mother Empowers): Ibu Berdaya Dimulai dari Diri Sendiri 

     Ibu Berdaya Dimulai dari Diri Sendiri

    button cek gramedia com

    Perempuan berkekuatan bisa diartikan sebagai wanita yang mempunyai kekuatan/kemampuan memilih alias mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri. Setelah menjadi ibu, tidak sedikit wanita yang merasa kewalahan dengan adanya tambahan peran dalam hidupnya. Berbagai ekspektasi yang terbentuk di masyarakat dan datang setiap saat melalui media sosial kerap membikin ibu semakin susah memahami dirinya sendiri. Padahal pemahaman bakal diri sendiri, peran, dan tujuan adalah dasar dari kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan. Ketika seorang ibu berdaya; merasa kuat, dan percaya diri bakal pilihan hidupnya, ini bakal menciptakan akibat positif bukan hanya bagi dirinya, tapi juga family dan masyarakat; termasuk para wanita di sekelilingnya. 

Selengkapnya