Review Keyboard Rexus Kl150 – Tipis Dan Minimalis

May 03, 2026 02:14 PM - 10 jam yang lalu 529

Seperti yang sudah saya tulis dalam tulisan Tahun Baru Keyboard Baru, Review Paradox ZX‑68 Low Profile, di tahun 2026 ini saya akhirnya mengganti keyboard mechanical Digital Alliance Meca Air S yang sudah saya pakai nyaris 3 tahunan, alasannya lantaran keyboard sebelumnya itu tetap menggunakan battery AAA yang saya rasa cukup merepotkan.

Nah Paradox ZX‑68 Low Profile yang saya pakai selama beberapa bulan ini memang lezat banget buat dipakai, entah itu mengetik alias sekedar gaming ringan. Tapi ada satu hambatan yang saya rasakan, ialah kadang beberapa tombolnya jadi susah ditekan alias sekali kali ada double klik yang tidak disengaja.

Setelah saya cari tahu, ini kemungkinan ada masalah dengan switch nya, entah itu kotor alias memang kudu di ganti. Dan lantaran keyboard tersebut jadi kurang nyaman untuk digunakan, apalagi untuk menulis dan mengetik, akhirnya saya memutuskan untuk mencari keyboard kedua.

Pilihan Jatuh Ke Rexus KL150

Kenapa saya pilih keyboard ini? argumen pertama adalah lantaran tampilannya minimalis dan mirip banget dengan keyboard sasaran saya ialah Keychron B1 namun dijual dengan nilai yang jauh lebih murah.

Selain itu, argumen kedua adalah lantaran saya mau keyboard non mechanical dengan feel laptop like, mengingat saya juga sering berganti device antara Laptop ASUS K401UQK saya dan Mini PC GEEKOM A5.

Unboxing dan Paket Penjualan

Nah setelah paket datang ke rumah, langsung saya coba buka dan ketika di perhatikan, loh kok ini packagingnya gini doang?, simpel dan bener bener kayak laptop murah guys.

Isi didalamnya pun sangat simpel dan gak banyak aksesoris, hanya ada Keyboard, kabel USB Type C dan dongle bluetooth-nya saja, itupun dibungkus dengan plastik saja.

Ini penampakan dan packaging kabel USB Type C dan Donglenya.

Tapi bodo banget dengan packaging lantaran yang krusial fungsinya dong, hehe.

Build Quality

Oke kita telaah dulu dimensi dari keyboard ini, Rexus KL150 ini mempunyai dimensi 282mm x 118mm x 9,6mm yang jelas terbilang mini dan mungil. Jika dibandingkan dengan keyboard Paradox Gaming saya tadi, dia betul benar tipis banget guys.

Berikut penampakan jika difoto dari atas komplit jika disejajarkan dengan Paradox Gaming yang saya gunakan sebelumnya.

Rexus KL150 ini selain mempunyai dimensi yang mini dan mungil, dia menggunakan bahan yang bisa dibilang cukup oke. Bagian bodinya memang didominasi plastik ABS, tapi yang bikin menarik adalah adanya sentuhan aluminium di bagian atas (top plate) yang membikin tampilannya terlihat lebih premium dan tidak murahan, nah material ini jelas membantu menjaga berat tetap ringan tanpa mengorbankan kesan kokoh, jadi agak sedikit terasa premium meski harganya yang sangat murah.

Bisa dibilang sih, dengan berat sekitar 265 gram dan ketebalan hanya 7 mm, keyboard ini terasa solid untuk penggunaan harian, tapi tetap nyaman dibawa ke mana-mana.

Minimalis Banget

Nah salah satu perihal yang mungkin jadi plus alias minus tergantung pengguna adalah tampilannya yang minimalis, tidak ada backlight, tidak ada warna dan ornamen yang berlebih yang bisa dibilang keyboard ini memang mendekati feel keyboard laptop premium dari segi visual. Selain itu ukurannya yang hanya 75% tanpa numpad jelas ini membikin pengalamannya mirip banget dengan laptop dan jujur saya suka.

Dari tampilan, minusnya sih menurut saya hanya satu, ini logo Rexus kudu banget ya disimpen di tombol spasi, rasanya jadi kayak laptop murahan banget dah.

Konektivitas

Nah seperti yang sudah kita lihat di packaging, keyboard ini hanya bisa terhubung dengan dongle usb bluetooth (Wireless 2.4G) alias bluetooth langsung.

Meski ada port USB, itu hanya bisa dipakai untuk charging saja dan tidak bisa dipakai sebagai hubungan kabel seperti keyboard Paradox Gaming saya sebelumnya.

Untuk beranjak dari mode Wireless 2.4G ke Bluetooth, kita cukup tekan FN + 1, 2, 3 alias 4 saja guys. Yang berfaedah keyboard ini bisa terhubung ke hingga maksimal 4 perangkat berbeda, mantap lah .

Seperti pada gambar dibawah, kelak mode bluetooth bakal tampil dengan nama REXUS KL150-BT1, BT2, alias BT3 tergantung opsi yang Anda pilih di keyboard.

Pertanyaannya apakah ini bisa dipakai sembari di charge?, jawabannya bisa guys, meskipun memang Baterai Built-in rechargeable sudah di 280 mAh, tidak dipungkiri bahwa mungkin bakal ada waktu dimana kita kudu charge sembari dipakai juga.

Beruntungnya, Rexus KL150 ini bisa dipakai sembari di charge, jadi cukup hubungkan saja USB Type C ke keyboard ini dan koneksikan seperti biasa, fungsinya tetap melangkah normal dan tanpa ada gangguan sama sekali.

Tapi untuk kabel sih saya pakai bawaan dari Paradox Gaming saja ya, lantaran dia sudah braided dan juga lebih panjang, sementara bawaan Rexus KL150 ini wah gimana ya, bisa dipakai, tapi kualitasnya jelas jauh dibawahnya.

Pengalaman Mengetik

Oke dari sisi packaging sih biasa saja apalagi condong murah, build quality bisa dibilang cukup oke dengan kreasi yang minimalis meski logo malah tampak mengurangi nilai-nya dan hubungan juga bisa dibilang sempurna tanpa ada kendala, namun gimana dengan pengalaman mengetik?

Nah ini yang paling krusial sih, ketika digunakan, karakter tombolnya terasa ringan dengan travel yang pendek unik low-profile, sekilas sih ini rasanya seperti mengetik di keyboard laptop, proses ketikan terasa sigap dan tidak melelahkan.

Selain itu, suaranya juga relatif senyap, jadi tidak mengganggu orang lain jika dipakai malam hari, cocok banget dah untuk Anda yang mau bekerja dimalam hari tanpa ada bunyi berlebihan.

Karena travel distances dan ukurannya yang tipis, mengetik dalam jangka waktu yang lama jelas lebih nyaman dan tidak terlalu melelahkan, cocok banget untuk Anda yang memang bekerja terus didepan PC, terutama jika Anda sering mengetik tulisan alias arsip seperti yang saya rasakan sendiri.

Tapi disisi lain, lantaran menggunakan membrane, feel yang dihasilkan sih memang tidak nendang seperti keyboard mechanical, tidak ada feedback tactile yang kuat dan sensasi tekanannya condong flat, mirip laptop lah kurang lebih, tapi lantaran ini yang saya cari, jadi menurut saya ini sudah sempurna.

Harga dan Value for Money

Untuk Anda yang mau mencari keyboard dengan feel laptop like, mau beli Keychrone B1 tapi budget pas pasan, Rexus KL150 ini cocok untuk Anda lirik guys, nilai di website resmi dijual hanya di sekitar Rp299.000 ribu saja, apalagi jika di Tokopedia Anda bisa dapat potongan nilai dengan potongan hanya menjadi Rp230.000 saja.

Dengan nilai segitu, untuk mendapatkan keyboard dengan feel yang nyaman, mirip laptop, simpel dan minimalis, menurut saya sih worth it banget sih ya, minusnya sih hanya satu, ini logo Rexus nya kenapa sih kudu disimpen di spasi, padahal jika di buat di samping bakal lebih keren dan terkesan premium banget deh.

Selain itu, lantaran ukuran yang sangat mini ini, Anda bisa membawa keyboard Rexus KL150 ini di tas tanpa banyak mengambil tempat, cocok deh untuk Anda yang misalkan keyboard laptopnya terkendala dan butuh keyboard External.

Oh kelupaan, daya tahan batterynya juga cukup oke kok, ketika saya selama kurang lebih 3 harian, indikatornya belum berkedip jadi harusnya kondusif untuk jangka panjang deh ya, tapi silahkan Anda coba untuk merasakan pengalaman langsung nya.

Bagaimana menurtmu? komen dibawah guys dan apakah ada keyboard pengganti selain Rexus KL150?, jangan bilang Keychrone B1, lantaran jelas itu pasti lebih mantap dan saya pun pengen. hehe.


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya